Rektor Undar : Seminar Akan Menjadi Starting Poin Untuk Mengembalikan Ktisisme Tahun 90-an

Jombang, Briannova.or.id – Universitas Darul ‘Ulum (Undar) Jombang melalui Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Undar gelar Seminar Nasional yaitu Mimbar Mahasiswa dengan tema “Berpikir Merdeka Untuk Membangun Keadilan Sosial”. Mimbar Mahasiswa dinarasumberi oleh pengamat politik Rocky Gerung, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 2015-2019 Thony Saut Sitomorang, inisiator kolaborasi Jakarta Andi Sinulingga dan pengamat politik Habil Marati. Bertempat di Auditorium Universitas Darul ‘Ulum. Selasa (1/8/2023).

Seminar Mimbar Mahasiswa dibuka langsung oleh Rektor Universitas Darul ‘Ulum (Undar) Jombang, H. Amir Maliki Abitolkha. Dalam sambutannya menyampaikan, bahwa seminar ini akan menjadi starting poin untuk mengembalikan tradisi kritisisme tahun 90-an. Sebab, proses-proses demonstrasi berbeda dari tahun 90-an yang umumnya seluruh Nusantara berpikir secara subjektif.

“Perubahan pola pikir diperlukan kecerdasan dan menghadapi proses politik yang sangat luar biasa mengapa Indonesia selalu ada di tengah-tengah proses yang memungkinkan untuk dikritisi dari berbagai perspektif,” tuturnya.

Lanjut Rektor, umumnya perspektif di Indonesia masih berupa objek. Maka tugas utama mahasiswa adalah bertahap memindahkan posisi objek menjadi subjek. Mahasiswa harus selalu berteriak keras melibas bentuk pemerintahan oligarki.

“Kehidupan di tengah-tengah masyarakat secara sosiologis dan secara politis justru tidak pernah sungguh-sungguh menjadi subjek. Namun, terus-menerus memposisikan menjadi objek. Hal tersebut, dapat memunculkan intrik yang tidak berkualitas,” tambahnya.

Sementara, pendapat yang berkembang di Indonesia bahkan di kampus-kampus menjadi akomodasi logistik. Artinya, pendapat masih ditukar dengan hal-hal yang tidak berharga. Cara berpikir dan perilaku semacam itu menjauhkan dari pola pikir merdeka.

“Kita tidak akan pernah berpikir merdeka karena kita bermental objek bukannya bermental subjek. Ini kampus tidak ada pihak manapun yang boleh mengatur kampus. Artinya, Universitas Darul ‘Ulum (Undar) Jombang welcome dengan semuanya, tidak ada politik di sini,” jelas Rektor.

Menurut Rektor, faktor ekonomi berpengaruh dalam langkah-langkah perubahan pola pikir objektif menjadi subjektif. Selain itu, pendidikan politik berperan merubah pola pikir sebab fakultas sosial dan politik memberi ruang besar ke depan melakukan proses-proses pendidikan politik di masyarakat.

“Harapannya, masyarakat memahami secara bertahap pola pikir subjektif. Memproyeksikan para mahasiswa kepada masyarakat untuk lebih cerdas lagi dalam rangka menyumbangkan peran sertanya di tengah-tengah masyarakat membangun Indonesia menjadi lebih baik,” pungkasnya.(mda)