Deteksi Dini TBC, Lapas Kelas IIB Jombang Targetkan 826 Warga Binaan Mendapat Pemeriksaan 

Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIB Jombang ketika melakukan pemeriksaan Tuberkulosis (TBC)

Jombang, Briannova.or.id – Lapas Kelas IIB Jombang melaksanakan Active Case Finding (ACF) Tuberkulosis (TBC) dengan intervensi chest X-Ray bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan RI, Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, Puskesmas Jelakombo dan Tirta Medical Center.

Active Case Finding (ACF) Tuberkulosis (TBC) dengan intervensi chest X-Ray bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dilaksanakan selama 5 (lima) hari mulai tanggal 30 Oktober 2023 – 03 November 2023 dengan jumlah target WBP sebanyak 826 (delapan ratus dua puluh enam) orang. Sebelum pelaksanaan Active Case Finding (ACF) Tuberkulosis (TBC), petugas Lapas Jombang telah melaksanakan skrining gejala oleh petugas medis Lapas Jombang yang mencakup pemeriksaan Berat Badan (BB) dan Tinggi Badan (TB), serta gejala amnesia yang mungkin dirasakan oleh Warga Binaan. Senin (30/10/2023)

Kalapas Kelas IIB Jombang Margono menyampaikan, pelaksanaan Skirining Tuberkulosis (TBC) bagi Warga Binaan merupakan tindak lanjut dari surat Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nomor : PAS.6-PK.06.07-710 perihal Skrining TBC dengan intervensi Rontgen dada dimana sebanyak 206.330 (dua ratus enam ribu tiga ratus tiga puluh) orang Tahanan/Narapidana/Anak/Anak Binaan yang tersebar pada 374 (tiga ratus tujuh puluh empat) orang di Lapas/Rutan pada 291 (dua ratus sembilan puluh satu) Kab/Kota pada 33 (tiga puluh tiga) Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM.

Foto bersama

“Pelaksanaan Skirining TBC bagi Warga Binaan pada hari pertama, dilakukan skrining CXR (Rontgen dada) kepada 200 (dua ratus) orang WBP oleh tim vendor X-Ray Tirta Medical Center (TMC). Skirining Tuberkulosis (TBC) merupakan prosedur pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui apakah seseorang terinfeksi Tuberkulosis (TBC) atau tidak. Tuberkulosis (TBC) merupakan infeksi bakteri serius. Infeksi ini terutama menyerang paru-paru, tapi juga dapat terjadi pada bagian lain tubuh,” tutur Margono.

Lanjut Margono, sebagai Kalapas Jombang dirinya memastikan pelaksanaan Skirining TBC bagi Warga Binaan berjalan dengan lancar, dan diharapkan mampu memitigasi terjadinya penularan/penyebaran Kasus Tuberkulosis (TBC). “Terselenggaranya Skrining TBC merupakan bentuk kerjasama dan sinergi antara Kemenkumham dalam hal ini DitjenPAS dengan Kemenkes RI sebagai bentuk upaya deteksi dini penularan TBC di Lapas Jombang,” pungkasnya. (mda)