Pendekatan Persuasif Strategi Minimalisir Gangguan Keamanan dan Ketertiban

Petugas Lapas Kelas IIB Jombang ketika melakukan pendekatan Persuasif kepada Warga Binaan

Jombang, Briannova.or.id – Lapas Kelas IIB Jombang Kanwil Kemenkumham Jawa Timur sebagai salah satu UPT Pemasyarakatan yang mengalami overkapasitas memiliki langkah – langkah antisipasi untuk meminimalisir terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban serta deteksi dini. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melakukan pendekatan Persuasif kepada Warga Binaan. Pendekatan secara persuasif sendiri adalah komunikasi khusus bertujuan untuk mempengaruhi sikap, pendapat dan perilaku seorang baik verbal ataupun nonverbal. Minggu (05/11/2023)

Kalapas Kelas IIB Jombang Margono menyampaikan, Komandan Jaga didampingi petugas blok dan staf KPLP melaksanakan Trolling di kamar – kamar hunian warga binaan yang sambil menyapa dan berbincang dengan warga binaan.

“Tak hanya menanyakan kabar, Komandan jaga menanyakan apakah ada hal – hal yang perlu disampaikan kepada petugas. Dalam kesempatan tersebut Komandan Jaga juga menghimbau warga binaan untuk selalu menjaga ketertiban dan kebersihan,” tutur Margono.

Margono berharap, dengan pendekatan persuasif dapat menjaga tertibnya peri kehidupan warga binaan di Lapas Kelas IIB Jombang. “Tentunya pendekatan Persuasif ini merupakan strategi yang tepat untuk menjaga kondisi Lapas dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif walaupun dalam keadaan overkapasitas,” kata Margono.

Sementara, Ka. KPLP Lapas Kelas IIB Jombang, Dedy Pranata menjelaskan, pendekatan Persuasif sangat penting dilakukan oleh seluruh jajaran pengamanan.

“Mengingat keterbatasan personil jajaran pengamanan, maka kami melakukan mitigasi resiko dengan pendekatan persuasif kepada warga binaan agar bersama sama menjaga keamanan dan ketertiban, merangkul mereka dan mendengarkan keluh kesahnya,” terangnya.

“Dengan begitu kami bisa melakukan deteksi dini dan resiko terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban bisa kami minimalisir,” pungkasnya.