
Jombang, Briannova.or.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) merupakan tempat untuk melaksanakan pembinaan bagi para narapidana dan anak didik pemasyarakatan. Serta untuk mengetahui fungsi lembaga pemasyarakatan dalam melaksanakan pembinaan terhadap warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan.
Tak hanya WBP Laki-laki, Lapas Kelas IIB Jombang Kanwil Kemenkumham Jawa Timur juga melaksanakan pembinaan terhadap WBP wanita. Sebanyak 14 WBP wanita ditempatkan di dalam blok hunian khusus wanita yang terbagi dalam 4 kamar hunian. Minggu (3/12/2023)
Kalapas Kelas IIB Jombang Margono menyampaikan, ketika pembinaan, petugas blok wanita bersama seluruh WBP wanita berkumpul di teras blok. Bertajuk bincang santai dan dalam suasana kekeluargaan.
“Petugas memberikan pengarahan sekaligus sharing terkait keamanan, ketertiban, dan terutama kebersihan blok wanita memasuki musim penghujan. Tak hanya itu WBP wanita juga dipersilahkan untuk memberikan masukan, kritikan maupun uneg-unegnya,” tutur Margono.
Margono juga mengapresiasi positif pembinaan tersebut. “Sesuai arahan Kakanwil Kemenkumham Jatim, Bapak Heni Yuwono bahwa pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban di Lapas dan Rutan, maka dengan adanya kegiatan ini, saya berharap Lapas Kelas IIB Jombang selalu dalam keadaan aman dan kondusif,” kata Margono.
Di tempat sama, Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka.KPLP) Lapas Kelas IIB Jombang, Dedy Pranata menjelaskan kegiatan pengarahan tersebut merupakan salah satu langkah meminimalisir terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban
“Walaupun, jumlah penghuni blok wanita tidak terlalu banyak, namun kami terus melaksanakan langkah antisipasi dan deteksi dini dengan melakukan pendekatan persuasif kepada WBP,” ucap Dedy.
Menurut Dedy, sejauh ini, kebersihan blok wanita terpantau sudah baik. Namun, dirinya berharap penghuni blok wanita untuk terus meningkatkannya.
“Kami mengapresiasi kebersihan dan kerapian di blok wanita, namun memasuki musim penghujan ini, perlu ditingkatkan lagi, terutama mensortir pakaian – pakaian yang terlalu banyak, atau barang-barang yang tidak terpakai agar tidak menjadi sarang nyamuk dan penyakit,” pungkasnya. (mda)















