Tanpa Takut, Petugas Lapas Kelas IIB Jombang Lakukan Trolling Malam

Petugas Lapas Kelas IIB Jombang ketika melakukan Trolling malam

Jombang, Briannova.or.id – Lapas Kelas IIB Jombang, Kanwil Kemenkumham Jawa Timur dibangun pada Tahun 1920 oleh Kolonial Belanda. Saat ini beberapa bangunannya masih merupakan bangunan asli peninggalan kolonial Belanda terutama di area blok dan kamar hunian WBP. Melihat sejarahnya tersebut, mungkin akan terkesan angker dan bagi beberapa orang pasti akan ciut ketika harus berjalan mengelilinginya. Namun hal ini tidak berlaku bagi petugas Lapas Kelas IIB Jombang.

Petugas Lapas Kelas IIB Jombang berjalan mengelilingi setiap sudut blok, kamar hunian, area Bradgang serta area halaman Lapas Kelas IIB Jombang merupakan hal biasa bagi mereka. Trolling (Kontrol keliling) merupakan tupoksi yang harus dilaksanakan oleh petugas untuk menjaga keamanan dan ketertiban di dalam Lapas Kelas IIB Jombang. Sabtu malam (20/1/2024)

Trolling dilakukan sekaligus mengontrol kegiatan warga binaan di malam hari  serta memastikan kondisi bangunan lapas dalam keadaan aman dengan melakukan pengecekan terhadap sudut-sudut bangunan yang rentan terjadi pelarian atau dijadikan tempat persembunyian barang terlarang sebagai bentuk deteksi dini dari potensi gangguan keamanan dan ketertiban yang mungkin terjadi.

Kalapas Kelas IIB Jombang, Margono, A.Md.IP., SH., MH menjelaskan bahwa dalam upaya meningkatkan keamanan dan ketertiban sesuai arahan Kakanwil Kemenkumham Jawa Timur, Bapak Heni Yuwono. Lapas Kelas IIB Jombang terus konsisten dan berintegritas untuk menjalankan tupoksi pengamanan.

“Kami selalu mengingatkan kepada seluruh jajaran pengamanan untuk menjalankan tugas sesuai tupoksi dan SOP, harapannya Lapas Kelas IIB Jombang selalu dalam keadaan aman dan kondusif,” jelas beliau

Sementara, Ka.KPLP, Dedy Pranata menghimbau seluruh jajaran pengamanan untuk rutin dan konsisten melaksanakan Trolling. “Waspada jangan-jangan, walaupun kondisi akhir-akhir ini sering hujan tetapi pastikan Trolling tetap dilaksanakan secara rutin,” ucap Dedy.

“Tak hanya itu, selalu ajak komunikasi warga binaan, lakukan pendekatan persuasif kepada mereka,” pungkasnya. (mda)