Jombang, Briannova.or.id – Kontes Durian lokal Wonosalam menjadi salah satu rangkaian KenDuren Wonosalam 2024. Kontes ini diikuti berbagai petani durian lokal Wonosalam dan digelar selama tiga hari, mulai tanggal 4, 8 dan 10 Februari 2024. Dibuka langsung oleh kepala dinas Pertanian dihadiri Forkopimcam, jajaran Kepala Desa Kecamatan Wonosalam. Bertempat di Rest Area Bukit Senja. Minggu (4/2/2024)
Kontes Durian lokal Wonosalam sudah dimulai pada tahun 2012 dengan tujuan, ingin mengangkat potensi durian lokal. Jadi, secara pemanfaatan sumber daya alam komoditas durian mendominasi di Wonosalam. Sangat disayangkan kalau potensi tidak dieksplor. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang Much. Rony.
“Kami dari pemerintah daerah tentu setelah masyarakat secara mandiri mengembangkan durian, kemudian kami mendukung dari sisi pendanaan dalam beberapa kesempatan. Seperti hari ini, Pemerintah Daerah Kabupaten Jombang mensupport kontes durian lokal Wonosalam,” ucap Rony.
Selain kontes durian, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Dinas Pertanian selaku pembina dari sisi teknis budidaya, selalu mengingatkan para petani untuk tetap menjaga kualitas tanaman durian tetap kualitas baik terutama di perawatannya.
“Kami menyiapkan penyuluh untuk selalu memberikan pendampingan dan teknologi – teknologi disampaikan bagaimana cara menjaga kualitas buah durian, harapannya kita ingin mendapatkan kualitas buah durian yang kemudian kita lestarikan,” terangnya.
Rony menambahkan, durian – durian lokal Wonosalam yang sudah ada, bisa dikembangkan dengan tanaman yang lebih cepat yang berkualitas tinggi sehingga sampai pucuk sebagai alternatif. Hal ini untuk menyemangati untuk menampilkan durian lokal Wonosalam yang tidak kalah hebatnya dengan rasa durian yang lain.
“Dengan adanya kompetisi kontes durian, kita akan mengetahui kualitas – kualitas durian yang baru, kemudian kita rilis kita daftarkan sebagai kekayaan masyarakat Wonosalam dan bisa dipatenkan kita daftarkan kepada kementerian hukum dan HAM kemudian bisa dikeluarkan rilis dari kementerian Pertanian yang jenis duriannya tidak bisa dibajak,” kata Rony.
Rony juga mengatakan, bagi durian yang juara kontes, pohonnya akan kita telusuri induknya dan kita patenkan menjadi kekayaan Wonosalam yang tidak bisa ditiru.
“Pemerintah Kabupaten Jombang mendukung dan terima kasih dengan adanya kontes durian yang dilakukan setiap tahun endingnya adalah petani durian Wonosalam menjadi tuan rumah di desanya sendiri,” ujar Rony.
Di tempat sama, salah satu pengunjung asal Surabaya Rabiah Marhabat menyampaikan, dirinya pertama kali datang ke kontes durian lokal Wonosalam.
“Menurut saya kontes durian ini bagus, bahkan bisa meningkatkan nilai jual karena memperkenalkan durian lokal Wonosalam yang mempunyai cita rasa yang khas,” pungkasnya. (mda)



















