Jombang – Pj. Bupati Jombang Sugiat meninjau Pasar Perak dengan mengendarai vespa yakni dalam kegiatan Bupati Tilik Desa Bervespa (Bulik Sospa). Pj. Bupati Jombang Sugiat langsung blusuk’an menyusuri dalam Pasar Perak, yang dibangun diatas tanah seluas 5.380 m², luas bangunan 3.335 m², melihat lapak juga kondisi bagian atas yang bocor.
Para pedagang dilantai atas pasar, mengeluhkan kondisi atap yang bocor. Mereka juga mengaku sepi pelanggan ketika berjualan dilantai atas. Sehingga, ada penjual yang berjualan turun di lorong lantai dasar. Beberapa kios yang tidak ditempati oleh pemiliknya juga dikeluhkan oleh para pedagang. Harapannya lapak yang tidak digunakan bisa digantikan oleh pedagang yang lain yang ingin dapat berjualan di Pasar Perak.
Pj. Bupati Jombang Sugiat didampingi Staf Ahli, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Suwignyo, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Camat setempat dan Forkopimcam, akan segera berupaya mengambil langkah – langkah persuasif guna melakukan penataan pasar, hingga penertiban pasar.
“Kami akan berupaya untuk mengurai satu persatu persoalan, untuk mencari solusinya. Tentu dengan langkah persuasif. Kita akan benahi yang bocor, kita tata lagi dan pedagang akan ditertibkan. Sehingga, tidak ada pedagang yang masih berjualan dijalan mengganggu lalu lintas. Tujuannya, tidak ada penjual yang meninggalkan lapaknya,” tutur Sugiat.
Sugiat menambahkan, pihaknya harus bisa menyelesaikan setiap persoalan sehingga roda perekonomian Pasar Perak terus berjalan. “Harapannya, Pasar Perak yang dibangun sejak tahun 2021 berjalan dengan efektif efisien memberikan manfaat bagi pedagang juga konsumen. Tentunya dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,” terangnya.
Sementara, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Jombang Suwignyo ketika diwawancarai di ruang kerjanya menyampaikan, pihaknya telah membenahi lapak yang kondisi bagian atas bocor. Jumat (16/2/2024)
“Untuk beberapa kios yang tidak ditempati penjual akan ditarik kembali. Kami juga sudah memberikan peringatan terakhir kepada penjual. Nantinya, kios akan ditawarkan kepada masyarakat yang ingin menjual produknya di kios tersebut,” ucap Suwignyo.
Selain itu, nantinya Pasar Perak akan direlokasikan. Artinya, lokasi dagang Pasar Perak akan dipindahkan ke lokasi dagang ke tempat yang telah ditentukan. Karena lokasi dagang selama ini menggunakan jalan Kabupaten maupun jalan desa serta trotoar. Tentunya lokasi dagang akan dipindah ke tempat yang lebih nyaman dan teratur.
Lanjut Suwignyo, pedagang perlu ikut serta dalam paguyuban yang ada di Pasar Perak guna membangun kebersamaan meramaikan Pasar Perak. Di sisi lain, peran stake holder seperti kepala desa setempat dan kepala dusun, berperan ikut serta membantu mendorong para pedagang untuk pindah ke pasar yang baru.
“Pedagang juga harus merasa bahwa Pasar Perak juga miliknya. Sehingga, kebersihan dan keamanan pasar menjadi tanggung jawab bersama. Seperti, kerusakan kecil yang dibenahi masing – masing. Tidak hanya menunggu pembenahan dari Pemerintah Kabupaten Jombang,” pungkasnya. (mda)



















