Beri Pelatihan Keterampilan, Disdagrin Jombang Ingin Produk Lokal Berkembang 

Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Kabupaten Jombang, Isnainiyah ketika sambutan

Jombang, Briannova.or.id – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Kabupaten Jombang gelar koordinasi, sinkronisasi, dan pelaksanaan pemberdayaan industri dan peran serta masyarakat melalui pelatihan keterampilan pembuatan kripik Program Desa Mandiri Pangan (Demapan) Desa Made Kecamatan Kudu yang diikuti 25 peserta. Bertempat di Balai Desa Made. Selasa (20/2/2024)

Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Kabupaten Jombang, Isnainiyah ketika sambutan menyampaikan, pelatihan ini merupakan bentuk Program Desa Mandiri Pangan (Demapan). Sementara, Desa Made sebagai salah satu desa yang ditunjuk menjadi Desa Mandiri Pangan (Demapan).

“Kami dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Jombang memberikan pelatihan mulai dari pembuatan produk, packaging, dan pengurusan ijin,” ucapnya.

Isnainiyah mengajak masyarakat untuk berpikiran maju dengan tidak hanya berpuas diri dengan produk yang mereka miliki. Namun, masyarakat harus mengembangkan pemasaran produknya. Karena produk yang mereka jual secara gelondongan dan dibeli oleh pihak lain yang mengakui atau mengklaim produk. Sehingga, masyarakat perlu effort atau usaha yang lebih untuk membranding produk.

“Pelatihan diberikan dengan tujuan agar produk berkembang sehingga bisa mendapatkan omset yang lebih besar. Kami berusaha mengangkat produk kalian. Karena dengan masyarakat mempunyai produk dan pengembangan usaha, guna mengentaskan kemiskinan ekstrem dan kemiskinan fiskal,” terangnya.

Isnainiyah juga mengatakan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Jombang bertugas untuk membina agar produk bisa laku dan bisa masuk ke toko modern. “Karena kami sudah MoU atau kerjasama dengan toko modern se – Kabupaten Jombang. Selama ini, sudah banyak produk – produk Industri Kecil Menengah (IKM) yang sudah masuk di toko modern. Sehingga mereka mempunyai omset tambahan,” pungkasnya.

Perlu diketahui, pelatihan keterampilan pembuatan keripik Program Desa Mandiri Pangan (Demapan) dibalut dalam bentuk inkubator bisnis yakni, proses pembinaan bagi Usaha Kecil dan atau pengembangan produk baru. Rangkaian inkubator bisnis meliputi, praktik pembuatan keripik, redesain atau mendesain kembali kemasan, digital marketing, legalitas produk mulai dari Nomor Induk Berusaha (NIB), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan sertifikat halal.

Selain itu, juga dilakukan pendampingan pemenuhan komitmen perizinan sektor industri yakni penerbitan bukti kepemilikan akun Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas).

Tidak hanya itu, untuk menyambung rangkaian kegiatan juga dilakukan pelatihan foto produk yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas objek yang akan ditampilkan dalam pemasaran online atau digital marketing. (mda)