
Jombang, Briannova.or.id – Desa Mandiri Pangan merupakan salah satu strategi untuk mempercepat pembangunan di perdesaan, khususnya dalam memantapkan ketahanan pangan. Desa Mandiri Pangan sejalan dengan pemberdayaan masyarakat dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat.
Sementara, peningkatan kemampuan masyarakat dalam bentuk peningkatan usaha ekonomi produktif, peningkatan kualitas konsumsi, penguatan cadangan pangan, peningkatan pendapatan, menjamin ketersediaan pangan dan peningkatan peran kelembagaan masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Jombang gelar koordinasi, sinkronisasi, dan pelaksanaan pemberdayaan industri dan peran serta masyarakat melalui pelatihan keterampilan pembuatan kripik Program Desa Mandiri Pangan (Demapan) di Desa Wonosalam Kecamatan Wonosalam.
Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Kabupaten Jombang mendapat tanggung jawab untuk memberikan pelatihan produk unggulan kepada masyarakat. Hal ini disampaikan Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Kabupaten Jombang, Isnainiyah ketika sambutan. Kamis (22/2/2024)
Isnainiyah menambahkan, melalui Program Desa Mandiri Pangan (Demapan), masyarakat bisa mengembangkan produk miliknya. Ketika kualitas produk sudah bagus, produk bisa masuk ke toko modern. Karena Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Jombang sudah Memorandum of Understanding (MoU) atau kerjasama dengan toko modern se – Kabupaten Jombang.
“Pelatihan keterampilan pembuatan keripik meliputi, praktik pembuatan keripik, redesain atau mendesain kembali kemasan, digital marketing, pengurusan legalitas produk mulai dari Nomor Induk Berusaha (NIB), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan sertifikat halal,” kata Isnainiyah.
Lanjut Isnainiyah, pihaknya juga melakukan pendampingan pemenuhan komitmen perizinan sektor industri yakni penerbitan bukti kepemilikan akun Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas). “Tidak hanya itu, kami juga memberikan pelatihan foto produk yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas foto produk yang akan ditampilkan dalam pemasaran online atau digital marketing,” ucapnya.

Di tempat sama, Kepala Desa Wonosalam Samuki ketika sambutan menyampaikan, pelatihan pembuatan keripik ini untuk meningkatkan ekonomi Masyarakat Desa Wonosalam melalui usaha kecil menengah.
“Kami berharap, masyarakat mengikuti sosialisasi hingga tuntas dengan baik. Sehingga, ketika sosialisasi usai masyarakat bisa mengembangkan produknya dengan pengetahuan, keterampilan, dan hasil yang didapat selama mengikuti sosialisasi. Mudah – mudahan usaha masyarakat berjalan dengan baik, ekonomi bertambah, dan meningkatkan penjualan produk mereka,” pungkasnya. (mda)


















