Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Dinas Lingkungan Hidup Perkuat Sektor Pengolahan Sampah

Pj Bupati Jombang Sugiat ketika menyerahkan penghargaan kepada Kepala Desa Mojotrisno

Jombang, Briannova.or.id – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Lingkungan Hidup gelar Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) di Kabupaten Jombang tahun 2024 mengusung tema “Atasi Sampah Plastik Dengan Cara Produktif” yang dipusatkan di Pasar Barongan. Bertempat di Pasar Barongan Desa Mojotrisno Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang. Minggu (25/2/2024)

Pj Bupati Jombang Sugiat menyampaikan, pembatasan penggunaan plastik sekali pakai harus diikuti dengan pembiasaan pemilihan sampah pada sumbernya. Untuk warga jangan membuang sampah sembarangan karena masih banyak dijumpai sampah menumpuk di sungai – sungai. Ada beberapa program silahkan dilanjutkan dan dikompetisikan Perbankan maupun perusahaan untuk ikut berkontribusi terhadap peningkatan pengelolaan sampah.

“Saya mengapresiasi terhadap Kepala Desa Mojotrisno dan seluruh masyarakat untuk mengintegrasikan pengembangan ekonomi masyarakat dan budaya lokal tetapi tetap konsisten memiliki kepedulian terhadap pengurangan penggunaan sampah plastik,” tutur Sugiat.

Selain itu, Sugiat mengajak semua pihak untuk ikut terlibat bertanggung jawab mengelola sampah dengan cara yang lebih bijak dan berkelanjutan serta mendorong pemanfaatan sampah menjadi potensi ekonomi untuk masyarakat.

Foto bersama

Di tempat sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang Miftahul Ulum menyampaikan asal mula Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang diperingati 21 Februari adalah bermula dari Kementerian Negara Lingkungan Hidup yang mencanangkan untuk pertama kalinya, untuk mengenang peristiwa di Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat, pada 21 Februari 2005. Karena pada tanggal 21 Februari 2005 terjadi peristiwa Leuwigajah, di mana sampah dapat menjadi mesin pembunuh yang merenggut nyawa lebih dari 100 jiwa.

“Terjadinya peristiwa tersebut akibat curah hujan yang tinggi dan ledakan gas metana pada tumpukan sampah. Akibatnya 157 jiwa melayang dan dua kampung (Cilimus dan pojok) hilang dari peta karena tergulung longsoran sampah yang berasal dari Tempat Pembuangan Akhir Leuwigajah. Tragedi Leuwigajah memicu lahirnya HPSN yang diperingati tepat di tanggal insiden itu terjadi,” kata Ulum.

Menurut Ulum, sampah menjadi persoalan yang dihadapi masyarakat global. Sedangkan tema Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2024 “Atasi Sampah Plastik Dengan Cara Produktif”. Tema tersebut ditetapkan secara nasional sebagai usaha bersama untuk memperkuat posisi sektor pengolahan sampah sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi sebagai prinsip pengolahan sampah yang berkelanjutan yang memacu stratifikasi antara ekonomi sosial dan lingkungan.

Sementara, pemilihan lokasi Desa Mojotrisno sebagai puncak peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) karena masalah sampah tidak hanya dihadapi di kawasan perkotaan saja tetapi juga menjadi isu di seluruh Kabupaten Jombang dan secara nasional event ini melibatkan banyak orang. Kegiatan pengelolaan sampah di pasar barongan ini adalah event pasar berbasis komunitas yang memperkenalkan konsep integrasi pariwisata gratis.

“Sehingga diperlukan pengembangan potensi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Desa Mojotrisno dan pembatasan Penggunaan plastik sekali pakai. Hari ini Pak Pj Bupati berkenan memberikan apresiasi penghargaan kepada komitmennya mengembangkan kawasan sampah plastik sekali pakai dengan melakukan pembatasan Penggunaan plastik sekali pakai sesuai Peraturan Bupati Nomor 56 Tahun 2023,” terangnya.

Ulum menambahkan, Tahun 2024 pihaknya mempunyai inovasi program yang pertama untuk mencari pemimpin muda yang mampu menerima tantangan untuk melakukan gerakan peduli lingkungan. Ecology (ECO) adalah program untuk mendorong kaderisasi lingkungan di lingkup Kantor Pemerintah Kabupaten Jombang agar lebih bersih aman nyaman, efisien dalam penggunaan sumber daya dan sumber energi dan juga melakukan pengelolaan lingkungan dengan baik melalui kontribusi dan komitmen seluruh karyawan.

“Kemudian, festival Sungai akan dilaksanakan bulan November 2024 ini adalah rangkaian aksi budaya lokal pameran produk yang bertujuan mengeksplorasi potensi Sungai sebagai sarana edukasi kepada masyarakat dalam memahami pentingnya menjaga dan melestarikan kawasan sungai masyarakat dalam kegiatan ini semoga agenda hari ini akan memperkuat kolaborasi kita bersama untuk memberikan dukungan,” pungkasnya. (mda)