Jombang, Briannova.or.id – Guna evaluasi layanan Pencegahan dan Pengendalian Tuberkulosis (TBC) yang diberikan oleh Klinik kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan memberikan materi pencatatan dan pelaporan melalui Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB), Technical Officer GF-TB Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang Dyar Ayu beserta tim melaksanakan kegiatan Supervisi Layanan TBC di Klinik Pratama Lapas Jombang. Selasa (23/4/2024)
Selama kegiatan supervisi, petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang didampingi oleh Kasubsi Perawatan dan Tim Medis Klinik Pratama Lapas Kelas IIB Jombang untuk melakukan evaluasi terhadap langkah – langkah yang telah diambil dalam menangani TBC di dalam Lembaga Pemasyarakatan.
Mereka memeriksa jumlah pasien Tuberkulosis (TBC) yang sedang dirawat, memastikan bahwa pengobatan mereka berjalan dengan baik dan mengawasi pemantauan minum obat TBC. Hal ini disampaikan RD Epa Fatimah selaku Kasie Binadik & Giatja Lapas Kelas IIB Jombang.
Epa menambahkan, bahwa Klinik siap mendukung program pencegahan Tuberkulosis (TBC) dengan memberikan layanan upaya pengendalian dan pencegahan TBC bagi Warga Binaan Pemasyarakatan. “Hal ini merupakan wujud dukungan Klinik dalam upaya pengendalian dan pencegahan TBC di wilayah Kabupaten Jombang,” ucapnya.
Terpisah, Kalapas Kelas IIB Jombang Margono menyampaikan, Lapas Jombang menyambut baik kegiatan supervisi ini, berbagai upaya harus kita lakukan dalam rangka menjaga kesehatan para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
“Sesuai dengan arahan Heni Yuwono selaku Kakanwil Kemenkumham Jatim, bahwa sinergitas antar instansi menjadi kunci penting dalam keberhasilan meraih hasil kinerja yang optimal,” kata Margono.
Selain itu, dalam rangka mendukung program pengendalian dan pencegahan TBC, Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang akan terus melakukan supervisi di fasilitas kesehatan di wilayahnya.
“Kegiatan ini akan membantu memperbaiki kualitas layanan TBC dan memastikan bahwa setiap kasus TBC dapat terdeteksi dan diobati secara tepat dan cepat. Dengan demikian, diharapkan dapat menurunkan angka kejadian TBC di wilayah tersebut,” pungkasnya. (mda)
















