
Jombang Briannova.or.id – Sarasehan alternatif pemberian pakan pada hewan ternak dengan narasumber dari Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur digelar oleh Anggota Dewan Provinsi Jawa Timur Fraksi PDI Perjuangan.
Sarasehan diikuti kelompok ternak di Kecamatan Plandaan diantaranya, 1 (satu) kelompok ternak sapi dan 1 (satu) kelompok ternak kambing Desa Gebangbunder, 1 (satu) kelompok ternak kambing Desa Darurejo, 1 (satu) kelompok ternak sapi Desa Plabuhan, 1 (satu) kelompok ternak kambing Desa Bangsri. Setiap kelompok terdiri dari 10 sampai 12 orang.
Tujuan Sarasehan Alternatif Pemberian Pakan pada Hewan Ternak karena sekarang jelang musim kemarau panjang dengan iklim yang tidak menentu. Jadi, para peternak sapi, kambing, maupun peternak hewan lainnya harus mempunyai jagan atau simpanan makanan. Sebab, ketika musim kemarau tidak banyak rumput yang hijau.
“Pada saat musim seperti ini, belum terlalu kering, kita harus mempersiapkan pakan alternatif yang bisa disimpan minimal cukup untuk setahun,” Hal ini disampaikan Anggota Dewan Provinsi Jawa Timur Rachmawati Peni Sutantri ketika diwawancarai awak media di Pendopo Desa Gebangbunder Kecamatan Plandaan Kabupaten Jombang, Sabtu (1/6/2024).
Peni menyebut, kalau musim hujan banyak pakan hewan ternak yang mungkin terlalu busuk, itu alternatifnya pakan ternak silase yang bisa untuk 1 tahun. Silase sendiri merupakan hijauan makanan ternak yang diawetkan dengan menggunakan teknik fermentasi.
“Silase mampu bertahan hingga 1 tahun tergantung pada perawatan setelah silase selesai. Hasil silase yakni pakan masih berupa hijauan, artinya tidak berubah menjadi kering. Pakan yang masih berwarna hijau ini menandakan kualitas bahan masih bagus,” ucapnya.
Menurut Peni, silase menjadi alternatif pakan ternak terbaik karena pembuatan mudah dengan bahan yang mudah ditemukan pula. Seperti bekatul, jerami, probiotik yang tergolong murah dan hanya dibutuhkan 30 ml, jagung, rumput gajah, atau jenis rerumputan yang lain. Bahan – bahan hanya perlu disimpan sampai 7 hari, kalau sudah jadi bisa disimpan dan tidak menyebabkan bau.
“Selain itu, harus ada dari perhatian dari pemerintah untuk meminimalisir agar ternaknya menghasilkan hasil yang bagus, baik itu ternak daging susu dan sebagainya. Harus ada alternatif pakan ternak yang ekonomis sesuai dengan kondisi para peternak,” kata Peni.

Peni berharap, para peternak tidak perlu membeli pakan ternak. Jadi, pada situasi seperti musim hujan, peternak tidak perlu mencari pakan ternak sementara pada musim kering pakan sudah tersedia silase.
Setelah sarasehan dilakukan, Feni menyampaikan nantinya direncanakan ada tindak lanjut pemberian bantuan ternak dan pelatihan – pelatihan yang mana sudah lama dia dilakukan dari tahun sebelumnya. “Saya berharap, peternak yang mendapat bantuan tidak langsung menjual ternaknya sehingga bisa membantu perekonomian masyarakat,” harap Peni.
Di tempat sama, Kepala Desa Gebangbunder Basuki berharap dengan adanya sarasehan, masyarakat desanya mendapat ilmu bagaimana cara budidaya ternak, khususnya pakan ternak.
“Harapan saya, mereka tau ilmu budidaya ternak secara profesional. Agar nantinya peningkatan ekonomi masyarakat berjalan cepat. Kita juga berjuang pembangunan ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (mda)


















