Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMA Negeri Ploso Anti Perundungan

Kepala SMA Negeri Ploso Nurhidayat

Jombang, Briannova.or.id – SMA Negeri Ploso gelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru agar mereka beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang baru.

MPLS diawali dengan pembukaan SMAN/SMKN/SLB Negeri se Jawa Timur oleh Pj Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono dengan mengusung tema “Siap Mendukung Anti Perundungan di Jawa Timur”.

Selanjutnya, deklarasi gerakan anti perundungan pada pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun 2024 yang diikuti oleh 356.644 siswa-siswi se-Jawa Timur secara luring maupun daring.

Deklarasi gerakan anti perundungan, dilakukan dengan menunjukkan ratusan ribu poster anti perundungan. Tak hanya itu, dilakukan juga penandatanganan pernyataan anti perundungan oleh peserta MPLS. Hal ini disampaikan Kepala SMA Negeri Ploso Nurhidayat ketika ditemui di ruang kerjanya. Senin (15/7/2024)

Peserta didik baru ketika menunjukkan poster anti perundungan

Nurhidayat menyebut, setelah rangkaian zoom serentak se Provinsi Jawa Timur, MPLS di SMA Negeri Ploso dilanjutkan oleh berbagai acara yang diisi panitia dari Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS).

“Peserta didik baru diberi pengenalan kaitannya dengan cara belajar, mengenal sekolah, posisi laboratorium, fasilitas yang dimiliki SMA Negeri Ploso, dan pengenalan kepada para guru,” ucap Nurhidayat.

Selain itu, peserta didik baru juga dibekali berbagai materi diantaranya, materi pembentukan karakter, materi tanggap bencana oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), materi perlindungan perempuan dan anak oleh DPPKB PPPA, materi kesehatan reproduksi remaja oleh tenaga kesehatan, penguatan kebangsaan oleh TNI dari Koramil setempat, juga materi dampak kekerasan dan dampak narkoba terhadap pelajar oleh Polisi.

“Terkait tema anti perundangan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, kita tindak lanjuti dengan mendatangkan pemateri-pemateri tersebut supaya para siswa tahu. Sebab, perundingan dampaknya sangat riskan, mereka bisa kehilangan kepercayaan dirinya,” kata Nurhidayat.

Dia juga menghimbau kepada peserta didik baru, agar ikut menjaga kebersihan lingkungan, kebersihan musholla dan fasilitas fasilitas lainnya. Jangan sampai ada sampah yang menyumbat saluran air. Semua peserta didik juga harus peduli pada keindahan, kebersihan lingkungan SMA Negeri Ploso.

“Harapannya MPLS berjalan lancar, dan memberikan manfaat yang besar terhadap peserta. Terutama dalam hal menihilkan perundangan di SMA Negeri Ploso,” ujarnya.

Perlu diketahui, peserta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMA Negeri Ploso tahun 2024 diikuti sebanyak 245 peserta. Terdiri dari 85 peserta didik baru putra dan 160 putri.

Dari 245 peserta, dibagi menjadi tujuh gugus. Setiap gugus terdiri dari 35 peserta didik baru. Sementara, nama gugus diambil dari nama-nama Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Pungkasnya. (mda)