Jombang, Briannova.or.id – Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana yang berpotensi terjadi pada musim penghujan di Kabupaten Jombang, Pemerintah Daerah Kabupaten Jombang bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang gelar rapat koordinasi kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Rapat ini digelar atas kesiapsiagaan Pemerintah Daerah sebagaimana Prakiraan Musim Hujan Tahun 2024-2025 yang diterbitkan pada bulan September 2024 oleh Stasiun Klirnatologi Jawa Timur, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika. Selasa (05/11/24)
“Dari data hasil rapat koordinasi tadi, rata-rata semua kecamatan yang ada di Kabupaten Jombang memiliki potensi terjadinya bencana alam,” jelas PJ Bupati Jombang Teguh Narutomo saat diwawancarai awak media.

Ia menyebutkan, untuk menangani bencana alam yang ada di Kabupaten Jombang, Pemerintah Kabupaten Jombang memiliki lembaga yang menangani terjadinya bencana alam dengan program-program serta anggaran yang sudah disusun.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Jombang sudah mempersiapkan 2 (dua) cluster persiapan, diantaranya pertama persiapan meminimalisir semua hal-hal yang berpotensi bencana dengan mengadakan latihan simulasi.
“Untuk cluster persiapan bencana alam yang kedua, yaitu Pemerintah Kabupaten Jombang akan melakukan persiapan ketika pasca bencana. Hal ini nantinya akan mengatur masyarakat dari saat bencana dan ketika pasca bencana,” ucapnya.
PJ Bupati Teguh berharap, dengan adanya rapat koordinasi kesiapsiagaan bencana alam dapat meminimalisir semua korban bencana alam, semua kerugian yang dialami setelah adanya bencana bagi masyarakat Jombang. Pungkasnya (vir)



















