Jombang, Briannova.or.id – Menjadi agenda tiap tahun menjelang Hari Raya Idul Fitri, Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Sosial Kabupaten Jombang menggelar simbolisasi penyaluran bantuan sosial bertempat di Lapangan Pemkab Jombang.
Penyaluran bantuan sosial ini diberikan kepada Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) dan kepada Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) yang dilakukan 2 (dua) sesi penyaluran, sesi pertama sebagai simbolisasi di Lapangan Pemkab Jombang dan sesi kedua disalurkan melalui kecamatan masing-masing.
“Untuk hari ini penerima manfaat ada sekitar 1.049 KPM yang dibagikan sebagai simbolisasi di Lapangan Pemkab Jombang, sedangkan untuk sisanya akan dibagikan ke masing-masing kecamatan. Jadi total keseluruhannya ada 3.636 KPM,” jelas Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jombang melalui Kepala Bidang Perlindungan Jaminan Sosial (Linjamsos) Albarian Risto Gunarto.
Jumlah penerimaan bantuan awalnya berjumlah 4.000, setelah di verifikasi melalui desa-desa masing-masing menjadi 3.646. Verifikasi tersebut guna memastikan bahwa yang bersangkutan masih tinggal di desa tersebut, tidak meninggal, dan tidak pindah.
Ia menyebutkan, untuk pengambilan bantuan saat simbolisasi dilakukan dengan menukar KTP menjadi kupon, tetapi untuk di setiap kecamatan hanya dilakukan dengan menukar KTP saja.
Menurutnya, bantuan yang diberikan berupa beras seberat 5 kilogram dan uang tunai sebesar Rp 100.000. Kamis (20/03/25)
“Bantuan ini sudah berlangsung sejak tahun 2010, jadi tujuan diadakannya ini yaitu menjadi agenda tahunan kami, dan hal ini dalam rangka menjaga inflansi di Kabupaten Jombang dapat mengurangi daya beli masyarakat. Jadi masyarakat terutama para PMKS yang notabenenya adalah warga miskin atau kurang mampu tidak mengeluarkan uang untuk membeli beras paling tidak sampai di Hari Raya nanti,” sebut Risto.
Sementara, Salah satu penerima bantuan yang berprofesi sebagai tukang becak berdomisili Mojongapit Sugiyoto menyampaikan sangat merasa senang dengan adanya bantuan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Jombang. Dan semoga. disetia tahunnya tetap diadakan bantuan sosial seperti ini.
Ia juga menceritakan tentang awal mula pendaftaran saat menerima bantuan, “dulu saya saat awal menerima bantuan mendaftar dengan atri dan setelah itu dari tahun ke tahun sudah langsung di data di desa saya, jadi saya dapat menerima bantuan setiap tahunnya,” pungkasnya. (vir).



















