Tanam Tembakau Menjadi Upaya Pemkab Jombang Tingkatkan Kualitas Hasil Panen

Jombang, Briannova.or.id – Mendorong peningkatan kualitas dan produktivitas komoditas unggulan pertanian, salah satunya tembakau, Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Pertanian melaksanakan sosialisasi dan turun tanam tembakau musim tanam tahun 2025 pada lahan demplot agropreneur muda, bertempat di Desa Tanjungwadung Kecamatan Kabuh Kabupaten Jombang. Rabu (21/05/25)

“Upaya peningkatan kualitas dan produktivitas komoditas unggulan pertanian juga untuk mendampingi petani dalam memahami tata kelola budidaya tembakau yang baik, mulai dari pemilihan bibit, pola tanam, pemupukan, hingga proses pascapanen,”jelas Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang Much. Rony.

Ia juga menyebutkan, Pemkab Jombang menginginkan petani tembakau tidak hanya menanam, tapi juga paham bagaimana meningkatkan kualitas hasil panen, maka nilai jual tembakau bisa naik dan kesejahteraan petani meningkat.

Dengan menjadi salah satu komoditas unggulan, tembakau mendapatkan perhatian khusus melalui pendanaan dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau. Kabupaten Jombang dikenal sebagai salah satu penghasil tembakau lokal terbesar di Jawa Timur.

Perlu diketahui, luas tanam tembakau di Jombang pada tahun 2024 mencapai 6.154 ha, dengan produktivitas daun basah mencapai 17-20 ton per ha, yang merupakan angka yang cukup tinggi di tingkat Jawa Timur.

“Kami selaku Pemkab Jombang guna meningkatkan kesejahteraan petani tembakau terlihat dari alokasi anggaran APBD tahun 2025 untuk sarana dan prasarana budidaya serta peningkatan kapasitas SDM petani. Tanaman tembakau tumbuh baik pada musim kemarau, karena tidak memerlukan banyak air,” ucap Rony.

Menurutnya sesuai perkiraan cuaca dari BMKG Karangploso Malang, musim kemarau yang seharusnya dimulai pada bulan April dipastikan mundur akibat gelombang El Niño. Untuk mengantisipasi hal ini, Dinas Pertanian hari ini mengadakan sosialisasi tentang penanaman tembakau dengan menggandeng Badan Riset Inovasi Nasional dan BMKG.

Sementara, Bupati Jombang Warsubi mengapresiasi atas semangat para petani di wilayah utara brantas dalam menjaga eksistensi komoditas tembakau. Tembakau adalah komoditas khas yang perlu kita jaga dan kembangkan. Dengan itu, Pemerintah daerah berkomitmen memberikan dukungan, baik melalui penyuluhan, bantuan sarana produksi, maupun akses pasar.

“Saya menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, petani, dan pihak swasta untuk memperkuat ekosistem tembakau di Jombang. Petani tidak boleh berjalan sendiri. Butuh kolaborasi agar rantai produksi dari hulu ke hilir bisa lebih efisien dan menguntungkan,” sebutnya.

Warsubi menyebutkan, Program tanam tembakau yang saat ini digalakkan juga bagian dari upaya pemerintah menggerakkan sektor pertanian berbasis kearifan lokal. Tidak hanya bicara soal hasil panen, tapi juga memberdayakan masyarakat desa agar mandiri secara ekonomi melalui pertanian. Dan kegiatan sosialisasi dan tanam ini juga menjadi ajang diskusi antara petani dan para pemangku kebijakan. Pungkas Bupati Jombang Warsubi. (vir)