Temu Bisnis Bentuk Komitmen Pemerintah Tingkatkan Kesejahteraan Petani Tembakau

Jombang, Briannova.or.id – Sebagai bentuk upaya guna mempererat hubungan antara petani dan pelaku industri khususnya di sektor tembakau, Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Pertanian Kabupaten Jombang gelar temu bisnis.

Temu Bisnis dihadiri oleh Anggota DPRD Kabupaten Jombang, sejumlah petani, dan perusahaan pengolahan tembakau.

Kabupaten Jombang adalah agraris karena mayoritas masyarakat menggantungkan hidup pada sektor pertanian dan perkebunan. Penguatan sektor pertanian menjadi prioritas penting pemerintah daerah.

Hal tersebut disampaikan oleh Staf Ahli Bidang Keuangan Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Kabupaten Jombang Srisurjati saat sambutan di Pendopo Kabupaten Jombang. Kamis (11/12/25)

Diadakannya tamu bisnis guna mempertemukan kepentingan petani, industri, akademisi, dan pemerintah dalam satu ekosistem agribisnis yang terintegrasi.

“Salah satu komoditas yang menjadi perhatian kami adalah tembakau. Kabupaten Jombang memiliki potensi besar baik dari sisi produksi maupun ekonomi tanaman tembakau,” sebutnya.

Staf Ahli Srisurjati menyebutkan, Pemkab Jombang terus berkomitmen meningkatkan kesejahteraan petani melalui alokasi anggaran APBD 2025. Dukungan diberikan melalui penyediaan sarana dan prasarana termasuk DBHCHT juga digunakan untuk pelatihan, pendampingan, serta penguatan kemitraan dengan industri rokok.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang M. Rony saat melaporkan kegiatan menyampaikan bahwa forum temu bisnis menjadu sarana bagi petani untuk memahami kebutuhan industri, terutama terkait standar mutu yang harus dipenuhi.

Ia menyebutkan, seluruh aspirasi petani yang muncul dalam diskusi akan dihimpun dan dimasukkan dalam perencanaan program disperta. Nantinya aspirasi dari petani akan diusulkan kepada DPRD.

“Kami melihat turunnya produksi tembakau tahun ini akibat tingginya curah hujan. BMKG sudah menginformasikan bahwa 2025 merupakan periode kemarau basah, sehingga pemerintah sejak awal menghimbau petani agar mengurangi penanaman,” ucapnya.

Rony berharap, di tahun yang akan datang akan semakin banyak generasi muda yang terlibat di sektor pertanian karena peluang pasar masih luas. Pemkab Jombang ingin adanya regenerasi petani karena sektor pertanian tetap menjanjikan jika dikelola dengan baik.

Ditempat sama, Anggota DPRD Kabupaten Jombang Anah Burhani menilai temu bisnis sangat efektif untuk meningkatkan kualitas SDM pertanian.

Menurutnya, pelatihan dan temu bisnis sangat penting untuk peningkatan SDM pertanian. Dengan demikian DPRD Jombang sangat mendukung penuh peningkatan kesejahteraan dan SDM masyarakat pada sektor pertanian dan perkebunan.

“Saya mengajak untuk seluruh masyarakat khususnya masyarakat untuk turun berperan aktif dalam kemajuan di sektor pertanian dan perkebunan, sehingga bisa mewujudkan Jombang maju dan sejahtera untuk semua,” pungkas Anas. (vir)