Peringatan Hari Bhakti TNI AU ke-76 Diikuti Dengan Bakti Sosial

Jombang, Briannova.or.id – Satuan Radar 222 memperingati Hari Bhakti TNI AU ke-76 Tahun 2023 mengambil tema “Dengan Semangat Jiwa Patriot Hari Bakti 29 Juli 1947. TNI AU Bertekad Untuk Semakin Profesional, Modern, Dan Tangguh Sebagai Angkatan Udara Yang Disegani Di Kawasan”. Bertempat di Balai Desa Manduro Kecamatan Kabuh. Senin (31/7/2023)

Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab ketika sambutan menyampaikan, Hari Bhakti TNI AU bertujuan untuk mengenang kembali peristiwa penting bagi prajurit TNI AU. Dalam rangka Hari Bhakti TNI Angkatan Udara dilaksanakan kegiatan bakti sosial sebagai bentuk ungkapan rasa syukur yang diwujudkan dengan rasa kepedulian sesama dalam bentuk pelayanan masyarakat seperti donor darah, periksa mata dan pemberian sembako.

“Kegiatan ini sebagai momentum mempererat jalinan sinergitas silaturahmi TNI Angkatan Udara, Pemerintah Kabupaten Jombang dan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Jombang berharap sinergitas yang selama ini terjalin bisa diteruskan, ditingkatkan kepada masyarakat yang menerima bantuan khususnya Desa Manduro Kecamatan Kabuh di kecamatan Kabuh,” tutur Bupati.

Di tempat sama, Dansatradar 222 Ploso, Letkol Lek Eka Yawendra Parama menyampaikan, Tanggal 29 Juli ditetapkan sebagai Hari Bhakti TNI AU karena pada tanggal 29 Juli 1947 dilakukan operasi udara pertama TNI AU terhadap kedudukan Belanda dalam Perang Revolusi Kemerdekaan. Dalam peristiwa tersebut gugur tiga pahlawan Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI).

“Tiga pahlawan AURI tersebut bernama Komodor Muda Udara Agustinus Adisutjipto, Komodor Muda Udara Abdulrachman Saleh, dan Opsir Muda Udara I Adisumarmo. Saat ini, ketiganya dijadikan nama tiga bandara yang masing-masing berada di Yogyakarta, Malang, dan Solo sebagai bentuk penghormatan dan mengenang atas jasa-jasanya,” tutur Dansatradar.

Lanjut Dansatradar, serangan udara oleh AURI merupakan serangan balasan terhadap Belanda yang melancarkan Agresi Militer I pada 21 Juli 1947. Pada 29 Juli 1947 pagi hari, satu pesawat Guntei (pesawat pengebom ringan) dan dua pesawat Cureng (pesawat latih bersayap ganda) bekas penjajahan Jepang dikerahkan untuk menyerang markas Belanda di Semarang, Salatiga, dan Ambarawa.

“Dengan segala keterbatasannya, misi berhasil diselesaikan. Untuk menghindari sergapan pesawat pemburu Belanda P-40 Kitty Hwak (Curtiss), para kadet terbang rendah dan mendarat menyembunyikan pesawatnya. Sementara, pengaruh serangan udara pertama AURI menjadi cikal bakal operasi udara yang terus dikembangkan oleh TNI AU,” tambahnya.

Sementara, serangan para kadet berhasil membuat mental pasukan Belanda menjadi turun. Hal itu terbukti dengan dilakukannya pemadaman lampu di seluruh kota besar di Jawa Tengah pada malam hari untuk mencegah serangan. Di sisi lain, keberhasilan serangan udara pertama AURI mampu meningkatkan semangat juang dan menambah percaya diri bangsa Indonesia.

“Setelah serangan udara pertama AURI, pesawat Belanda menembak jatuh pesawat Dakota VT-CLA milik AURI yang membawa persediaan obat-obatan bagi kepentingan perjuangan. Pihak Belanda mengatakan bahwa penembakan pesawat Dakota VT-CLA sangat terpaksa dilakukan karena tidak memakai tanda palang merah dan tidak jelas tanda kebangsaannya,” ungkapnya.

Ketiga peristiwa tersebut, menjadi cikal bakal perjuangan TNI AU dalam mempertahankan dan menjaga kedaulatan NKRI. Selain itu, peringatan Hari Bhakti TNI AU ke-76 Tahun 2023 di Desa Manduro ini merupakan bakti sosial, donor darah dan pengobatan gratis kepada masyarakat Desa Manduro Kecamatan Kabuh.

“Kita tentunya ingin memberikan manfaat kepada masyarakat Desa Manduro yang kebetulan kurang mampu. Sehingga, keberadaan kami disini dicintai masyarakat sekitar. Sesuai dengan motto, ingin menjadi TNI yang tangguh sebagai angkatan udara yang disegani di kawasan,” pungkasnya.(mda)