Warga Jombang Diberi Motivasi Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Pendidikan 

Ketika Workshop Peningkatan Wawasan Berbasis Inklusi Sosial (Pewaris Smart) berlangsung

Jombang, Briannova.or.id – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kabupaten Jombang gelar Workshop Peningkatan Wawasan Berbasis Inklusi Sosial (Pewaris Smart) dengan tema : “Peran Mahasiswa Studi Luar Negeri Dalam Perspektif Kepentingan Nasional dan Daerah”. Workshop dinarasumberi staf pengajar FISIPOL Jurusan Ilmu Hubungan Internasional Universitas Darul ‘Ulum Jombang, Sdr. Bambang Widiarto Akbar, S.IP, M.Hi. dan dihadirkan pula mahasiswa dan mantan mahasiswa studi luar negeri yakni : Muhamad As’ad, S.Hum., MA alumni Leiden University, Belanda dan Immas Anjas mahasiswa aktif pada International Islamic Call College Libya.

Peserta workshop terdiri dari Universitas Darul ‘Ulum, Universitas Hasyim Asy’ari, Universitas Wahab Hasbullah Tambakberas, STKIP PGRI Jombang, Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum, STIE PGRI Dewantara, ITSKes ICME sedang dari kalangan pelajar berasal dari : MAN 1,2,3 dan 4, MA Salafiyah Syafi’iyah Tebuireng, MA Mamba’ul Ma’arif Jombang, MA Unggulan K.H. Abd.Wahab Hasbulloh Tambakberas, MA Unggulan Darul Ulum Rejoso – Peterongan, SMAN 2 Jombang, SMA Budi Utomo Perak, dan SMA Muhammadiyah 1. Bertempat di Perpustakaan Umum (Mastrip) Kabupaten Jombang Jl. dr.Soetomo No.15b Jombang. Senin (4/9/2023)

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kabupaten Jombang, Muntholip menyampaikan, workshop peningkatan wawasan tentang dunia pendidikan untuk memotivasi warga Jombang dalam hal meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan masyarakat. Karena tugas perpustakaan adalah mencerdaskan masyarakat sepanjang hayat, sehingga dengan sedikit sentuhan kegiatan Disperpusip Jombang.

“Masyarakat diharapkan dapat berkontribusi dalam merubah sebuah kondisi atau keadaan masyarakat menjadi lebih baik dengan meningkatnya kualitas literasi agar mampu berdaya saing dan memiliki karakter kuat. Salah satunya dengan meningkatkan kualitas pendidikan dan literasi masyarakat yang bisa dikatakan sebagai kunci utama kemajuan suatu negara/daerah,” tutur Muntholip.

Lanjut Muntholip, tujuan workshop ini pertama, disamping memberikan motivasi kepada peserta yang terdiri dari pelajar dan mahasiswa yang berkedudukan sebagai Ketua dan Sekretaris OSIS serta para aktifis mahasiswa di beberapa perguruan tinggi di Kabupaten Jombang.

“Tujuan kedua adalah para pelajar dan mahasiswa makin terbuka wawasannya peluang dan tantangan studi diluar negeri dan tentunya memahami perspektif (sudut pandang) kepentingan nasional dan daerah atas peran para mahasiswa yang studi di luar negeri, sehingga bisa menjadi “corong” untuk disebarluaskan ke pelajar dan mahasiswa lainnya yang kebetulan tidak mengikuti workshop karena terbatasnya ruang dan waktu,” ungkapnya.

Lanjut Muntholip, workshop berlangsung gayeng karena momen ini sangat diharapkan oleh peserta bahkan ada yang menginginkan Sister City” antara Kabupaten Jombang dengan kota – kota lain di luar negeri, dengan memanfaatkan mahasiswa/pelajar yang sedang studi di luar negeri untuk kepentingan dan kemajuan daerah.

“Gambaran hasil workshop diantaranya tentang cara mendapatkan bea siswa, fasilitasnya seperti tunjangan belajarnya maupun ketika menyikapi dalam hal ini negara atas nama kepentingan nasional maupun daerah membutuhkan keberadaan mereka. Hasil workshop diharapkan disebarluaskan ke siswa – siswa lainnya di sekolah – sekolah maupun mahasiswa perguruan tinggi dimana para peserta yang merupakan “pentolan” OSIS dan aktifis mahasiswa berasal, agar tujuan meningkatkan kualitas SDM yang berkarakter dan berdaya saing terwujud secara kuantitas dan kualitas melalui literasi,” tandas Muntholip. (mda)