Jombang, Briannova.or.id – Pembukaan kejuaraan pencak silat SH Terate piala Dansatradar 222 Tahun 2023 dibuka langsung oleh Dansatradar 222 Letkol Lek Eka Yawendra Parama. Dihadiri Asisten, Segenap Kepala Dinas dan 325 atlet pencak silat. Bertempat di Gedung Olahraga (GOR) Merdeka Jalan Gus Dur nomor 4 Jombang. Jumat (14/10/2023)
Dansatradar 222 Letkol Lek Eka Yawendra Parama menyampaikan, setiap bangsa pasti memiliki warisan yang dapat dibanggakan, termasuk bangsa Indonesia yang terdiri dari ribuan suku, memiliki banyak warisan dari para leluhur baik berupa budaya, adat istiadat bahkan sampai pada pola hidup. Salah satu warisan Bangsa Indonesia tersebut adalah pencak silat.
“Selain itu, kisah heroik para pendekar pun kerap kita dengar dalam perjuangan melawan penjajahan. Sebagai warisan leluhur, pencak silat menjadi jati diri bangsa Indonesia dan sudah sepantasnya jika pencak silat diajarkan kepada seluruh warga masyarakat, dari usia dini serta kepada generasi muda penerus bangsa demi menjaga kelestarian pencak silat itu sendiri,” tuturnya.

Menurut Eka, dalam perkembangannya, pencak silat diharapkan dapat mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia baik dalam lingkup regional maupun internasional. Terlebih lagi, disadari atau tidak, saat ini sebagian besar generasi muda lebih senang menyalurkan kesenangan dan menghabiskan waktu produktif dengan bermain gadget. Boleh dikatakan sangat kecil bahkan tak ada kepedulian terhadap seni bela diri pencak silat.
“Oleh karena itu, melalui kesempatan ini saya mengucapkan terimakasih kepada tim panitia SH Terate Kabupaten Jombang yang telah meluangkan waktu, tenaga dan pemikirannya untuk melestarikan pencak silat,” paparnya.
Tidak hanya itu, dengan digelarnya kejuaraan Pencak Silat SH Teratai, diharapkan menjadi momentum yang dapat merangsang para pendekar dan praktisi pencak silat untuk lebih menghidupkan serta melestarikan pencak silat di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda. Kemudian menjadi upaya membina dan meningkatkan prestasi atlet pencak silat.
“Dalam kejuaraan ini, hal terpenting adalah semangat untuk mempererat persatuan dan kesatuan bangsa. menang atau kalah bukanlah suatu tujuan utama, melainkan untuk saling mengenal dalam bingkai persaudaraan, memperkaya hasanah pencak silat, membina dan melatih jiwa sportivitas serta menjunjung tinggi nilai-nilai luhur pencak silat,” ungkapnya.
“Semoga kejuaraan ini bisa menjadi agenda rutin sebagai upaya meningkatkan prestasi atlet pencak silat dan untuk melestarikan pencak silat khususnya di Kabupaten Jombang,” tandas Eka. (mda)



















