Jombang, Briannova.or.id – Jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Kemacetan dan kecelakaan pun berpotensi terjadi di tengah lonjakan mobilitas masyarakat. Berbagai pihak perlu meningkatkan kewaspadaan.
Survei Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan mencatat, sebanyak 107,63 juta orang atau 39,8 persen penduduk akan mudik dan berlibur pada Natal 2023 dan Tahun Baru 2024. Jumlah ini melonjak 143,6 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya.
Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Jombang gelar rapat teknis Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) yang dibuka langsung oleh Pj Bupati Jombang Sugiat. Bertempat di ruang Soero Adiningrat, Kantor Pemerintah Kabupaten Jombang. Kamis (7/12/2023)
Pj. Bupati Jombang Sugiat menyampaikan, Forum LLAJ hadir sebagai media kolaborasi yang bertujuan untuk menganalisis permasalahan lalu lintas (lalin), serta sebagai wadah untuk koordinasi antar instansi.
“Keberadaan Forum LLAJ ini sangat penting sekali. Ini merupakan tanggungjawab kita bersama untuk mewujudkan masa Nataru yang aman, kondusif dan nyaman,’’ tutur Sugiat.
Dia menuturkan, guna menciptakan layanan dan kelancaran lalu lintas, diperlukan langkah – langkah serta kebijakan untuk mengantisipasi permasalahan yang mungkin akan terjadi pada pelaksanaan penyelengaraan masa Natal 2023 dan Tahun Baru 2024.
“Perlunya menyiapkan posko pelayanan dan monitoring penyelenggaraan transportasi pada masa nataru. Menempatkan personil pada pos pengamanan, pos pelayanan, posko terpadu dan simpul transportasi yang melibatkan stakeholder (Dishub, TNI, Polri, Dinkes, BPBD, Satpol PP, dll). Selain itu, melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk merencanakan antisipasi kemungkinan permasalahan yang dapat mengganggu kelancaran arus lalu lintas terutama pada jalur yang berpotensi mengalami kepadatan,” terang Sugiat.
Sugiat menambahkan, kesiapan jalur alternatif harus dipersiapkan serta sarana dan prasarana dengan melakukan pengecekan jalur utama bersama forum LLAJ Kabupaten Jombang, untuk memastikan adanya pekerjaan fisik pembangunan/pemeliharaan jalan dan jembatan yang ada di ruas jalan utama dan alternatif untuk antisipasi rawan kemacetan, kecelakaan, rawan longsor dan bencana guna mendukung kelancaran dan mencegah kepadatan yang akan terjadi selama Nataru.
“Koordinasi dengan instansi terkait juga harus diperkuat untuk merencanakan antisipasi kemungkinan permasalahan yang dapat mengganggu kelancaran arus lalu lintas terutama pada jalur yang berpotensi mengalami kepadatan,’’ pungkasnya.
Perlu diketahui, pada masa Nataru juga akan dilakukan antisipasi tentang lalin yang ada di perlintasan Kereta Api (KA)yakni, Dishub akan menyiapkan personil petugas jalur lintasan pada setiap perlintasan kereta api di Wilayah Kabupaten Jombang. Dari total 22 perlintasan KA, ada 8 yang dikelola PT. KAI, 12 dikelola Dishub dan 2 tanpa palang pintu. (mda)



















