Lapas Kelas IIB Jombang Tunjang Kinerja dan Kualitas Keamanan

Petugas ketika melakukan perawatan senjata api dan amunisi dengan mengecek jumlah serta kondisi senjata api dan amunisi

Jombang, Briannova.or.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Jombang, Kanwil Kemenkumham Jawa Timur melalui jajaran Seksi Keamanan dan Ketertiban, melakukan perawatan dan pemeriksaan senjata api dan amunisi. Kamis (01/02/2024).

Perawatan dan pemeliharaan berlangsung pada pos atas 1, pos atas 2 dan pos atas 3 Lapas Jombang. Perawatan yang dilakukan secara berkala berfungsi untuk menunjang kinerja dan kualitas keamanan yang ada di Lapas, terutama petugas yang berada di pos jaga atau pos atas.

Kasi Adm. Kamtib Lapas Kelas IIB Jombang Hendri Kurniawan menyampaikan, tujuan perawatan dilakukan demi kenyamanan pada saat bertugas. Apabila terjadi hal yang tidak diinginkan atau yang mengancam keamanan Lapas maka senjata tersebut siap untuk digunakan.

“Perawatan dan pemeliharaan senjata api dilakukan guna memastikan senjata api dan amunisi dalam kondisi lengkap dan baik sehingga siap digunakan dan dapat menunjang keamanan di dalam Lapas,” ucap Hendri.

Di tempat sama, Kasubsi Keamanan Lapas Kelas IIB Jombang Edy Hariady menyampaikan, perawatan senjata api dan amunisi dilakukan dengan mengecek jumlah serta kondisi senjata api dan amunisi.

“Perawatan dan pemeliharaan harus dilakukan secara rutin untuk guna langkah antisipasi dan deteksi dini potensi gangguan Kamtib,” kata Edy.

Menurut Edy, hal ini sejalan dengan arahan Heni Yuwono selaku Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Timur yang mengatakan, dengan dilaksanakannya perawatan dan pemeliharaan alat keamanan secara rutin dan berkala diharapkan seluruh UPT Pemasyarakatan di Jawa Timur dapat selalu menjaga keamanan dan tata tertib baik di Lapas maupun Rutan.

“Terlebih lagi, kondisi over kapasitas yang menjadi ancaman gangguan kamtib di seluruh UPT Pemasyarakatan Indonesia maka kita tetap harus bisa menjaga kondusifitas di Lapas maupun Rutan untuk memberikan pembinaan yang baik untuk warga binaan,” pungkasnya. (mda)