Kontrol Keliling dan Pendekatan Persuasif, Langkah Lapas Kelas IIB Jombang Ciptakan Suasana Aman dan Kondusif

Trolling menyusuri kamar dan lingkungan blok hunian, petugas juga menyapa dan berbincang dengan warga binaan

Jombang, Briannova.or.id – Lapas Kelas IIB Jombang Kanwil Kemenkumham Jatim melaksanakan kontrol keliling (Trolling) sebagai langkah antisipasi dan deteksi dini  terhadap gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan. Kontrol keliling (Trolling) dilakukan oleh Wakarupam bersama petugas bankam, staf KPLP dan anggota jaga. Minggu (10/03/2024)

Kontrol keliling (Trolling) dimulai dengan menyusuri brandgang. Selain itu, petugas juga melakukan pengecekan lingkungan sekeliling apakah ada yang perlu diperbaiki yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.

Beranjak dari bradgang, Trolling dilanjutkan menuju blok hunian warga binaan. Sambil menyusuri kamar dan lingkungan blok hunian, petugas juga menyapa dan berbincang dengan warga binaan.Tak hanya menanyakan kabar dalam kesempatan tersebut petugas menghimbau warga binaan untuk selalu menjaga ketertiban dan kebersihan.

Wakarupam bersama petugas bankam, staf KPLP dan anggota jaga ketika melakukan Trolling

Perlu diketahui kegiatan trolling merupakan kegiatan wajib dan harus dilakukan oleh petugas pengamanan secara rutin minimal 1 jam sekali. Selain sebagai upaya deteksi dini, kegiatan Trolling juga sebagai langkah pendekatan persuasif petugas dengan warga binaan.

Kalapas Jombang, Margono A.Md.IP., SH., MH menyampaikan, Trolling dan pendekatan Persuasif sangat penting dilakukan oleh seluruh jajaran pengamanan.

“Mengingat keterbatasan personil jajaran pengamanan, maka kami melakukan mitigasi resiko dengan Trolling sambil melaksanakan pendekatan persuasif kepada warga binaan agar bersama sama menjaga keamanan dan ketertiban, merangkul mereka dan mendengarkan keluh kesahnya,” ucap Margono.

“Sesuai arahan Kakanwil Kemenkumham Jawa Timur, Bapak Heni Yuwono untuk menjaga Lapas dalam keadaan aman dan kondusif, dengan kegiatan ini kami bisa melakukan deteksi dini dan resiko terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban bisa kami minimalisir,” pungkasnya. (mda)