Konsultasi Gizi Online Hingga Produksi Biskuit Sehat Menjadi Inovasi Baru RSUD Jombang

Jombang, Briannova.or.id – Guna meningkatkan mutu pelayanan, RSUD Jombang terus melakukan inovasi dan hal tersebut mendapatkan sambutan yang hangat dari masyarakat Jombang.

Hal tersebut dikarenakan RSUD Jombang memiliki aktivitas usaha yang utama pada pelayanan jasa kesehatan terdiri dari rawat jalan dengan 22 poli spesialistik (reguler) dan poli eksekutif, kemudian Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan rawat inap dengan 522 tempat tidur.

Selain itu, RSUD Jombang juga memiliki inovasi dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan prima bagi seluruh masyarakat di Kabupaten Jombang tanpa membedakan latar belakang pasien. Semua pasien, baik pasien umum, pasien BPJS maupun pasien dengan asuransi tertentu memiliki hak yang sama untuk mendapatkan layanan kesehatan yang cepat dan tepat. Senin (16/09/24)

“Kami merupakan rumah sakit rujukan Regional Jawa Timur bagian tengah dan juga sebagai rumah sakit Pendidikan. Sehingga melakukan inovasi adalah sebuah keniscayaan,” Jelas Direktur RSUD Jombang DR dr Ma’murotus Sa’diyah. M.kes.

DR dr Ma’murotus Sa’diyah. M.kes yang sering disapa dengan Ning Eyik menambahkan bahwa rumah sakit dengan segala fasilitas layanan kesehatannya dituntut tepat dalam memberikan pelayanan medis dan tetap menjaga mutu pelayanan. Maka dari itu RSUD Jombang akan terus melakukan inovasi.

Salah satu inovasi yang dilakukan oleh RSUD Jombang bernama Sikozion (Konsultasi Gizi Online). Aplikasi ini merupakan salah satu terobosan RSUD Jombang dari instalasi gizi. Yakni sebagai upaya pencegahan dini untuk gangguan metabolik.

Sementara, Kepala Instalasi Gizi RSUD Jombang Evi Cahyaningtyas Dwi Hariani, S.Gz menjelaskan, munculnya inovasi ini bermula saat pandemi Covid-19 atau sekitar tahun 2021 awal. Saat itu terjadi adanya pembatasan dengan pasien, sehingga akhirnya ahli gizi RSUD Jombang membuat WAG (WhatsApp Grup) untuk memberikan pendampingan kepada pasien Covid-19.

“Dengan melalui WAG pasien bisa menyampaikan keluhan-keluhan yang dialami. Setelah itu terus berproses hingga tercetuslah aplikasi konseling gizi online yang dinamakan Sikozion. Dan aplikasi ini diluncurkan pada peringatan Hari Gizi Nasional pada 2022,” ucapnya.

Perlu diketahui, Sikozion mendapat sambutan hangat dari masyarakat, serta banyak yang memanfaatkan aplikasi ini untuk konsultasi secara gratis. Bahkan, bukan hanya dari Jombang, pasien yang melakukan konsultasi online ada berasal dari Jabodetabek (Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi).

Tidak hanya itu, dalam aplikasi Sikozion terdapat menu yang cukup lengkap, di antaranya konsultasi gizi, kalkulator gizi, serta artikel menarik seputar Kesehatan. Dan yang paling banyak dikonsultasikan saat ini yaitu proses penurunan berat badan alias diet.

Evi menegaskan kembali bahwa konsultasi gizi di Sikozion secara gratis. Pasien bisa langsung membuka laman https://sikozion.rsudjombang.com. Melalui laman ini, pasien bisa mendapat banyak menu yang bisa dipilih untuk dikonsultasikan.

“Selain konsultasi gizi, di laman yang kami buat juga terdapat kalkulator gizi. Hal ini bisa kalian lakukan dengan lanjut ke fitur lain dan bisa mengatur jadwal dengan baik melalui chat WA ataupun melalui panggilan video (video call). Dan kami memiliki pelayanan instalasi gizi yang didukung tenaga kesehatan mumpuni sejumlah 16 ahli gizi,” sebutnya.

Senada, Kepala Bidang Penunjang Medis dan Non-medis RSUD Jombang Siti Munawaroh menambahkan dirinya juga tak henti memberikan support kepada jajarannya untuk terus melakukan inovasi.

Menurut Siti, pada Bidang Penunjang terdapat lima instalasi, di antaranya instalasi gizi, sanitasi lingkungan, instalasi pemeliharaan sarana, ada CSR, serta instalasi farmasi. Selain Sikozion, masing-masing instalasi tersebut terus melakukan inovasi.

“Semisal di instalasi sanitasi lingkungan melakukan inovasi dengan mengubah limbah organik menjadi pupuk cair. Jadi limbah dari instalasi gizi diolah oleh instalasi sanitasi lingkungan. Tentu saja, kami berharap inovasi-inovasi tersebut melahirkan berbagai layanan kesehatan yang efektif dan efisien kepada pasien,” katanya.

Inovasi lain yang hadir dari instalasi gizi adalah biskuit sehat untuk penderita ginjal dan diabetes. Instalasi ini memproduksi dua jenis biskuit, yang dinamakan Reprona dia dan Reprona. Biskuit ini ukurannya selebar tiga jari dan bentuknya menyerupai logo RSUD Jombang. Warnanya hijau muda dan coklat.

Reprona berasal dari singkatan Rendah Protein dan Rendah Natrium untuk pasien gangguan ginjal. Sedangkan Reprona Dia adalah camilan untuk penderita gangguan ginjal yang disebabkan komplikasi diabetes.

“Pasien-pasien tersebut harus mengkonsumsi makanan yang rendah natrium. Maka kami memproduksi camilan yang rendah protein, rendah natrium dan rendah kalium. Ini sangat aman bagi penderita gangguan ginjal,” lanjutnya.

Evi melanjutkan, Biskuit sehat tersebut diberikan untuk pasien gangguan ginjal yang menjalani rawat inap. Karena selama ini, sejumlah pasien yang menjalani rawat inap masih mengkonsumsi biskuit di pasaran. Padahal, biskuit tersebut mengandung natrium tinggi. Sehingga sangat berbahaya bagi penderita gangguan ginjal. Makanya dari instalasi gizi memproduksi biskuit sehat Reprona dan Reprona Dia. Camilannya sehat, rasanya lezat. Pungkasnya. (vir)