Jombang, Briannova.or.id – Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Jombang gelar pengukuhan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kabupaten Jombang Tahun 202r bertempat di Ruang Bung Tomo Pemkab Jombang.
Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dikukuhkan secara langsung oleh Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Jombang Bambang Nurwijanto. Selasa (24/09/24)
“Pada pertemuan kali ini saya mengukuhkan kepengurusan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sejumlah 15 desa yang terdiri dari 5 desa dari Kecamatan Ploso, 3 desa dari Kecamatan Diwek, 1 desa dari Kecamatan Tembelang, 1 desa dari Kecamatan Jogoroto, 1 desa dari Kecamatan Perak, 1 desa dari Kecamatan Kabuh, 1 desa dari Kecamatan Mojoagung, 1desa dari Kecamatan Gudo, dan 1 desa dari Kecamatan Bandarkedungmulyo,” jelas Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Jombang Bambang Nurwijayanto.
Pokdarwis yang dikukuhkan, diantaranya Pokdarwis Kencono Wungu dari Desa Losari Kecamatan Ploso, Pokdarwis Wisata Kedok Sandur dari Desa Ploso Kecamatan Ploso, Pokdarwis Pandowo Bawangan Desa Bawangan Kecamatan Ploso, Pokdarwis Jatigedong Eksotis Desa Jatigedong Kecamatan Ploso, Pokdarwis Edu Sabin dari Desa Rejoagung Kecamatan Ploso.
Selanjutanya yang dikukuhkan, yaitu Pokdarwis Prabu Muda Desa Bulurejo Kecamatan Diwek, Pokdarwis Kampung Samiler Desa Kayangan Kecamatan Diwek, Pokdarwis Kwaron Bangkit Desa Kwaron Kecamatan Diwek, Pokdarwis Kencana dari Desa Tampingmojo Kecamatan Tembelang, Pokdarwis Lukoyanti dari Desa Janti Kecamatan Jogoroto.
Tidak hanya itu saja, ada juga Pokdarwis yang dikukuhkan, diantaranya Pokdarwis Pegerwojo Jaya dari Desa Pagerwojo Kecamatan Perak, Pokdarwis Rongga Caung dari Desa Kedunglumpang Kecamatan Mojoagung, Pokdarwis Sumber Aji dari Desa Sumberaji Kecamatan Kabuh, Pokdarwis Wisata Desa Anugerah Alam Alpukat dari Desa Japanan Kecamatan Gudo, dan yang terakhir Pokdarwis Banjarsari Agro Community dari Desa Banjarsari Kecamatan Bandarkedungmulyo.
“Saya berharap, setelah pengukuhan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) ini pengurus dan anggota dapat meningkatkan pengembangan potensi pariwisata di desa masing-masing,” harap Bambang.
Ditempat sama, Salah satu Narasumber dari Pemilik Java In Paradise yang ada di Dusun Segunung, Desa Carangwulung, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang Achmad Yusuf saat diwawancarai menyampaikan mengangkat mengenai ekonomi kreatif sebagai pengembangan membuat suatu integrated tourism atau pariwisata terpadu yang dapat dimai dari segi peternakan, perkebunan, dan perikanan untuk dikemas menjadi satu wisata.
Ia menyebutkan, masing-masing desa pasti mempunyai potensi sendiri. Hal tersebut bisa dikemas dan mulai melakukan penataan yang bisa diangkat menjadi wisata sekaligus membuat program-program pengelolaan.
“Hal tersebut juga tergantung dari masing-masing desa bagaimana cara mereka untuk mengupasnya dengan memberikan pelatihan agar potensi yang sudah ada bisa dikemas menjadi satu sebagai nilai ekonomi,” sebutnya.
Menurutnya, pemasaran masing-masing potensi desa sudah cukup mudah melalui media sosial, media elektronik ataupun bisa melalui platform-platform yang tersedia. Jadi hal tersebut tinggal melakukan pendorongan saja untuk pengembangan dengan memberikan pelatihan-pelatihan di era digital.
“Saya berharap, kita semua bisa menginventarisir dari potensi yang sudah ada untuk dilakukan pengembangan agar di masing-masing desa bisa memiliki potensi sendiri sekaligus mempunyai ciri khas sendiri,” pungkas Achmad Yusuf. (vir)



















