Jombang, Brianova.or.id – Bertepatan dengan Hari Jadi Jombang ke – 114, Dinas Pertanian Kabupaten Jombang gelar Bimtek Agropreneur Tembakau dengan tema membangun minat petani muda (milenials) dalam menjawab tantangan penerapan teknologi untuk menjaga keberlanjutan budidaya dan peningkatan produktivitas serta mutu tembakau di Kabupaten Jombang.
Bimtek tersebut dihadiri oleh PJ Bupati Jombang Teguh Narutomo, Pusat Riset Tanaman Perkebunan BRIN Prof. Dr. Djajadi M.SC., Putri Indonesia Intelegensia II 2024 Vita Everdina, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang Much. Rony, dan diikuti oleh petani milenials dan petani tembakau di Kabupaten Jombang.
“Mungkin selama ini Pemerintah Kabupaten Jombang memiliki visi yang kurang berpihak kepada para petani, dengan demikian kita sudab meluruskan visi tersebut yang nantinya akan ada banyak hal program meningkatkan kemajuan tembakau di Kabupaten Jombang,” jelas PJ Bupati Jombang Teguh Narutomo.
Ia menambahkan, Pemerintah Daerah Kabupaten Jombang akan memaksimalkan keberpihakannya kepada petani khususnya petani tembakau agar bisa semakin maju lagi.
Petani di Indonesia telah menjadi sentral Indonesia, maka dari itu Pemerintah Daerah Kabupaten Jombang berharap kepada anak-anak muda di Jombang untuk mulai mengembangkan diri di berbagai daerah karena sudah ada dibeberapa daerah yang melahirkan petani milenial. Dengan demikian Jombang akan dapat melahirkan petani petani milenial yang semakin banyak.
Sementara, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang Much. Rony menyampaikan tembakau di Kabupaten Jombang tidak hanya sekedar komoditas biasa-biasa saja, melainkan komoditas yang sudah mendarah daging.
Dengan demikian, para petani di daerah Utara Brantas wilayah penghasil tembakau teruta para petani tembakau memiliki tagline yaitu Mati Urip Nandir Mbakau. Hal tersebut mereka buat karena sudah menjadi budaya.
Tidak hanya sebagai budidaya biasa, tetapi tembakau sudah memiliki nilai-nilai budaya karena tidak hanya petani saja yang rutin menanam tetapi juga sebagai motivasi dan kektuatan para petani tembakau yang menanam tembakau dengan setia.
Rony juga menyebutkan, kegiatan Bimtek Agropreneur Tembakau menggunakana dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).
“Setelah diakadan bimtek ini, selanjutnya akan diadakan monitoring ke kelompok tani untuk melakukan penekanan kelompok, organisasi, yang dipersiapkan dalam menghadapi musim tanam tahun 2025. Nantinya Dinas Pertanian Jombang juga akan mengidentifikasi kebutuhan sarana dan prasarana budidaya dengan mengkoordinasikan dengan petugas pertanian,” pungkasnya. (vir).



















