Tak Hanya Memperkenalkan Tokoh Agama, Interkoneksi Wisata Religi Menjadi Langkah Awal Pengembangan 

PJ Bupati Jombang Teguh Narutomo saat sambutan

Jombang, Briannova.or.id– Menjadi salah satu langkah untuk mengembangkan pariwisata, Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Launching Interkoneksi Wisata Religi yang ada di Kabupaten Jombang dan dibuka secara langsung oleh Pj Bupati Jombang Teguh Narutomo.

Launching Interkoneksi wisata religi merupakan langkah awal luar biasa dalam mengembangkan pariwisata berbasis sejarah dan religi di Kabupaten Jombang yang akan memberikan dampak positif bagi kita semua.

Kabupaten Jombang merupakan salah satu kota santri terbesar di Indonesia karena memiliki sejarah panjang yang sangat erat kaitanya dalam bidang agama dan pendidikan, selain itu banyak tokoh ulama besar yang berkontribusi bagi perkembangan agama Islam dan perjuangan bangsa. Rabu (04/12/24).

“Di Jombang ini memiliki beberapa tokoh besar yang lahir dan berjuang di Jombang diantaranya adalah kyai haji Hasyim Asy’ari, kyai haji Abdul Wahab Hasbullah, kyai haji Bisri Syansuri dan kyai haji Romli Tamim,” jelas PJ Bupati Jombang Teguh Narutomo.

Tidak hanya itu saja, Kabupaten Jombang juga memiliki lebih dari 220 pondok pesantren, dengan 4 pondok pesantren besar yang sangat berpengaruh, yaitu pondok pesantren Tebuireng, pondok pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar, pondok pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, dan pondok pesantren Darul Ulum Rejoso Peterongan.

Perlu diketahui, program Interkoneksi Wisata Religi edukatif Kabupaten Jombang ini hadir sebagai solusi untuk menjaga dan memperkuat keterhubungan nilai sejarah dan spiritualisme yang ada di keempat pondok pesantren besar di Jombang.

“Melalui interkoneksi, wisatawan tidak hanya dapat berziarah tetapi juga belajar dan memahami lebih dalam tentang perjuangan para ulama dan tokoh agama yang ada di Jombang, serta bagaimana mereka memberikan kontribusi terhadap sejarah bangsa Indonesia,” ucapnya.

Selain itu, dengan program ini juga dapat membantu mempromosikan usaha kreaatif masyarakat dan UMKM di sekitar pesantren, sehingga bisa dikenal lebih luas oleh wisatawan.

“Saya berharap, dengan adanya program ini dapat meningkatkan daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Kabupaten Jombang, tidak hanya wisata religi yang bisa dijadikan sebagai wisata interkoneksi tetapi juga berbagai potensi wisata lain yang dimiliki oleh Kabupaten Jombang seperti wisata alam, budaya, dan kuliner,” harap Teguh.

Ditempat sama, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Bambang Nurwijanto ketika melaporkan kegiatan menyampaikan, interkoneksi untuk menjaga keterhubungan nilai sejarah dari ke-4 pondok besar yang merupakan bagian dari kekayaan budaya religi/pariwisata di Kabupaten Jombang.

Ia menambahkan, Tujuan Launching Interkoneksi Wisata Religi yaitu untuk mengenalkan 4 pondok pesantren besar, kemudian semua pondok pesantren yang ada di kabupaten Jombang sebagai tempat ibadah maupun situs sejarah wisata alam serta ziarah makam kepada masyarakat Jombang maupun luar Jombang.

Tak hanya itu saja, tujuan Launching tersebut untuk mengenalkan kepada masyarakat Jombang maupun luar Jombang tentang tokoh nasional, tokoh agama, dan tokoh pejuang dari kabupaten Jombang.

“Saya berharap dengan interkoneksi ini dapat menambah daya tarik masyarakat luar daerah untuk berkunjung atau berwisata ke Kabupaten Jombang,” pungkas Bambang. (vir)