Jombang, Briannova.or.id – Pemerintah Kabupaten Jombang resmi memulai Program Bongkar Ratoon Tanam Tebu Perdana tahun tanam 2025/2026 di lahan milik Kodim 0814/Jombang, Desa Ceweng, Kecamatan Diwek, Sabtu (3/1/2026). Program ini menjadi bagian dari penguatan sektor pergulaan daerah sekaligus dukungan terhadap target swasembada gula nasional.
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Jombang Warsubi bersama Wakil Bupati Salmanudin Yazid, jajaran Forkopimda, Dandim 0814/Jombang Letkol Kav Dicky Prasojo, SEVP Pengembangan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) Putu Sukarmen, GM PG Tjoekir Abdul Aziz Purmali, Camat Diwek Agus Sholihuddin, para kepala desa se-Kecamatan Diwek, serta seluruh Danramil di wilayah Kabupaten Jombang.
Dalam kesempatan itu, Bupati Warsubi mengungkapkan bahwa kinerja sektor pergulaan di Jombang terus menunjukkan tren yang menggembirakan. Sepanjang 2024, luas tanam tebu tercatat mencapai 10.787 hektare dengan produksi sebesar 787.246 ton dan rendemen rata-rata 7,11 persen. Capaian tersebut dinilai lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurutnya, Program Bongkar Ratoon merupakan langkah penting untuk menjaga kesinambungan produksi sekaligus meningkatkan mutu tebu. Hingga saat ini, total usulan luasan program tersebut di Kabupaten Jombang mencapai 3.315,08 hektare.
“Dengan potensi lahan yang tersedia, semangat petani, serta dukungan dari pemerintah pusat dan provinsi, Jombang siap berkontribusi aktif dalam mewujudkan swasembada gula konsumsi nasional pada 2028,” tegasnya.
Sementara itu, Dandim 0814/Jombang Letkol Kav Dicky Prasojo menegaskan bahwa partisipasi TNI dalam program ini merupakan bagian dari upaya optimalisasi aset lahan yang dimiliki TNI. Di Kabupaten Jombang, sekitar tiga hektare lahan TNI dimanfaatkan untuk penanaman tebu.
“Meski luasnya tidak besar, kami berharap langkah ini dapat memberi dampak nyata dan menjadi contoh dukungan terhadap program strategis pemerintah,” ujarnya.
Di tempat yang sama, SEVP Pengembangan PT SGN Putu Sukarmen menjelaskan bahwa Program Bongkar Ratoon merupakan tindak lanjut arahan Kementerian Pertanian yang disampaikan pada 23 Desember 2025 terkait pengembangan tebu di Jawa Timur.
Ia menambahkan, pada musim tanam 2025/2026, Kabupaten Jombang direncanakan melakukan penanaman tebu di lahan seluas sekitar 3.300 hektare. Program ini diharapkan mampu mendorong peningkatan produktivitas sekaligus kualitas hasil tebu secara berkelanjutan. Pungkasnya (vir)



















