Hari Pendengaran Sedunia, RSUD Jombang Gelar Pemeriksaan Telinga dan Pendengaran bagi Karyawan

Jombang, Briannova.or.id – RSUD Jombang melalui Poli THT menggelar kegiatan pemeriksaan kesehatan telinga dalam rangka memperingati Hari Pendengaran Sedunia.

Kegiatan tersebut menyasar karyawan dan karyawati rumah sakit sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan indera pendengaran. Kamis (16/04/26)

Kepala Seksi Pelayanan Medik dr. Sangidu menjelaskan, peringatan Hari Pendengaran Sedunia sejatinya jatuh setiap tanggal 3 Maret. Namun pelaksanaan kegiatan di RSUD Jombang baru bisa dilakukan setelah Ramadan.

“Peringatan Hari Pendengaran Sedunia sebenarnya tanggal 3 Maret 2026, tetapi karena kemarin bertepatan dengan bulan Ramadan, maka kegiatan baru bisa kami laksanakan hari ini,” ujarnya.

Ia mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian program internal rumah sakit.

Pemeriksaan meliputi kondisi telinga bagian luar, saluran telinga, hingga pengecekan gendang telinga dan fungsi pendengaran secara menyeluruh.

“Harapannya seluruh karyawan RSUD Jombang dalam kondisi sehat, khususnya kesehatan telinga dan pendengaran,” tambahnya.

Tidak hanya itu, rumah sakit juga telah menyiapkan agenda lanjutan berupa seminar kesehatan dalam rangka Hari Pendengaran Sedunia yang direncanakan digelar pada 5 Mei 2026.

Seminar tersebut akan mengundang tenaga kesehatan fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) 39 orang serta komunitas Gema Suara di Jombang 30 orang.

Tema yang diangkat yakni keterlambatan bicara atau speech delay, dengan menghadirkan narasumber lintas disiplin, mulai dari dokter spesialis anak, dokter spesialis THT, dokter spesialis Jiwa , psikolog dan tenaga pendukung lainnya.

Menurut dr. Sangidu, pendekatan kolaboratif sangat penting karena gangguan keterlambatan bicara dapat dipengaruhi berbagai faktor, termasuk gangguan pendengaran pada anak.

Dalam kegiatan pemeriksaan hari ini, peserta yang ditemukan memiliki gangguan telinga langsung mendapatkan tindakan medis awal. Jika membutuhkan penanganan lanjutan, maka akan dijadwalkan tindak lanjut sesuai kebutuhan.

“Kami ingin deteksi dini dilakukan secepat mungkin, sehingga bila ada gangguan bisa langsung ditangani,” pungkasnya. (vir)