Sabtu, September 26, 2026
Beranda blog

BAJA Rangkul Sesepuh, Perkuat Nasionalisme Lewat Sejarah Budaya

Pare, Briannova.or.id – Organisasi Masyarakat Barisan Jaga Indonesia Raya (BAJA) mulai menapaki langkah awalnya dengan membangun kedekatan bersama para sesepuh dan budayawan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya BAJA mengenalkan kembali sejarah, budaya, serta nilai kebangsaan kepada generasi muda.

Ketua Umum BAJA Wawan Sanjaya, S.Ikom,. SH., MH. menjelaskan, kegiatan yang dilakukan saat ini tidak hanya sebatas silaturahmi. BAJA ingin terlebih dahulu memahami sejarah dan akar budaya Nusantara sebelum menjalankan berbagai program organisasi.

Menurutnya, keberadaan para sesepuh dan budayawan menjadi bagian penting dalam perjalanan organisasi. Sebab, setiap program yang akan dijalankan diharapkan memiliki dasar sejarah dan kebudayaan yang kuat serta dapat diteruskan hingga generasi berikutnya.

“Sebelum kita memulai program harus sowan atau silaturahmi dulu. Karena kita wajib tahu sejarahnya dan bagaimana perjalanan budaya kita. Kami tidak ingin hanya membentuk program, tetapi tidak ada kelanjutannya. Kami ingin program ini bisa terus sampai anak cucu di masa datang,” ujarnya.

BAJA sendiri lahir dari keresahan terhadap kondisi nasionalisme dan jiwa kebangsaan yang dinilai mulai mengalami penurunan, khususnya di kalangan generasi muda.
Karena itu, organisasi tersebut ingin mendorong generasi muda kembali mengenal sejarah Nusantara sekaligus memahami keberagaman budaya yang menjadi bagian dari identitas Indonesia.

“Fokus kami bukan hanya politik. Memang kami harus mengawal, tetapi yang jelas bagaimana anak-anak muda kembali mengetahui pentingnya budaya dan sejarah Nusantara,” katanya.

Selain bergerak di bidang kebudayaan, BAJA juga membawa misi menjadi penghubung antara masyarakat dan pemerintah.

Wawan juga mengatakan, pihaknya ingin membantu memastikan berbagai program pemerintah dapat benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk di wilayah pelosok.

BAJA juga ingin menjadi ruang komunikasi ketika masyarakat mengalami kesulitan memperoleh informasi maupun akses terhadap program pemerintah.

Menurutnya, berbagai program pemerintah pada dasarnya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Namun, persoalan sosialisasi dan pelaksanaan di lapangan terkadang membuat program tersebut belum sepenuhnya diketahui atau dirasakan masyarakat. Karena itu, BAJA menyatakan siap menjalankan peran tersebut tanpa bergantung pada siapa pun yang memimpin pemerintahan.

“Siapa pun presidennya, BAJA pasti akan hadir sebagai jembatannya,” tegasnya.

Konsep keberagaman juga menjadi salah satu identitas utama BAJA. Organisasi ini tidak hanya menghimpun masyarakat dari berbagai agama, tetapi juga membuka ruang bagi perbedaan keyakinan, suku, dan ras.

BAJA tidak ingin membawa identitas satu agama tertentu dalam menjalankan programnya. Sebaliknya, para anggotanya diharapkan dapat memahami keberagaman yang ada di Indonesia.

“Kami ingin mempersatukan agama. Kami tidak ingin membawa nama agama dalam program yang akan dijalankan. Anggota BAJA merupakan perwakilan dari berbagai agama, tetapi bukan hanya agama, melainkan juga keyakinan, suku dan ras,” ungkapnya.

Pemahaman terhadap keberagaman tersebut diharapkan dapat memperkuat toleransi. BAJA juga berencana mendorong sosialisasi mengenai pentingnya toleransi antaragama di berbagai daerah.

BAJA terbentuk pada 2026 dan secara resmi baru berjalan sekitar tiga bulan. Meski masih tergolong organisasi baru, struktur BAJA disebut telah terbentuk di 12 provinsi.

Untuk tahap awal, kegiatan BAJA pada 2026 masih difokuskan di Jawa Tengah. Termasuk sejumlah agenda besar yang nantinya akan terlebih dahulu digelar di wilayah tersebut.

Sementara itu, agenda sosialisasi organisasi secara lebih luas direncanakan mulai berjalan pada awal 2027. Saat ini, BAJA lebih dahulu menjalankan program BAJA Sowan, yakni kegiatan silaturahmi dengan para sesepuh, budayawan, serta tokoh yang memahami adat istiadat dan sejarah daerah. Langkah tersebut menjadi bagian dari proses awal sebelum BAJA masuk pada program-program yang lebih luas.

Dalam perkembangannya, BAJA memiliki tiga wadah dengan fungsi berbeda. Pertama, BAJA Indonesia Raya yang menjadi wadah organisasi kemasyarakatan.
Kedua, BAJA Raya Nusantara yang berbentuk yayasan dan diarahkan untuk menjalankan berbagai program sosial.
Ketiga, BAJA Nusantara yang menjadi wadah bagi para budayawan sekaligus ruang untuk mengembangkan perhatian terhadap sejarah dan kebudayaan.

Untuk tahun depan, BAJA berencana memberikan perhatian lebih besar terhadap bidang pendidikan dan UMKM. Program tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya organisasi dalam memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Dengan fondasi yang diawali dari silaturahmi kepada para sesepuh dan budayawan, BAJA ingin membangun organisasi yang tidak hanya bergerak dalam program jangka pendek, tetapi memiliki kesinambungan hingga generasi mendatang. Pungkasnya (vir)

Turnamen Catur Indogrosir Malang Jadi Ajang Bangkitnya Semangat Pecatur

Screenshot

MALANG, Briannova.or.id – Suasana kompetisi catur kembali terasa di Kota Malang. Sebanyak 74 pecatur ambil bagian dalam Turnamen Catur 2026 yang digelar di Aula Indogrosir Malang, Kebonsari, Kecamatan Sukun.

Turnamen yang diselenggarakan Indogrosir Kebonsari Kota Malang tersebut mempertemukan peserta kategori umum dalam tujuh babak pertandingan. Kompetisi berlangsung menggunakan sistem Swiss Manager yang mengacu pada ketentuan Federasi Catur Internasional (FIDE) dan Percasi.

Wasit Nasional sekaligus Pelatih Nasional Pratama, Pungky Wahyu Febrian, mengatakan sistem Swiss Manager digunakan untuk mengatur pasangan pertandingan sekaligus menentukan peringkat peserta berdasarkan hasil yang diperoleh sepanjang turnamen.

“Pairing Swiss Manager digunakan untuk memasangkan lawan tanding secara adil. Sistem ini juga digunakan dalam menentukan peringkat dan juara,” ujar Pungky.

Pungky yang juga bertugas sebagai wasit pairing dalam turnamen tersebut menjelaskan, aplikasi Swiss Manager yang digunakan telah memiliki lisensi tersendiri dengan nama PUNGKY_LILIK_PM.

Menurutnya, penggunaan sistem tersebut membuat jalannya pertandingan lebih terstruktur. Setiap peserta mendapatkan lawan berdasarkan hasil pertandingan sebelumnya sehingga persaingan dapat berlangsung secara sistematis hingga babak terakhir.

Turnamen ini juga mendapat sambutan positif dari para peserta. Sejumlah pecatur mengaku senang karena kembali mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pertandingan catur setelah cukup lama tidak turun dalam kompetisi.

Antusiasme tersebut menjadi salah satu daya tarik tersendiri dalam pelaksanaan Turnamen Catur Indogrosir Malang. Selain menjadi arena persaingan, kegiatan ini sekaligus menjadi ruang bagi para pecatur untuk kembali bertemu, mengasah kemampuan, dan membangun pengalaman bertanding.

Dalam pelaksanaannya, turnamen dipimpin oleh A. Yahya, WNP, bersama jajaran wasit, di antaranya Harjono, WN, PNP, serta Pungky Wahyu Febrian, WN, PNP. Selain itu, terdapat pula Iqro Moesa Putra, MN, WNP, PN dalam jajaran perwasitan.

Tidak hanya mempertandingkan kategori umum, penyelenggara juga memberikan penghargaan khusus bagi peserta junior. Kategori Best Junior menjadi bagian dari upaya memberikan ruang bagi pecatur muda untuk menunjukkan kemampuan mereka di tengah persaingan peserta lainnya.

Turnamen yang berlangsung di Aula Indogrosir Malang tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya menjaga geliat olahraga catur, sekaligus membuka lebih banyak kesempatan bagi pecatur dari berbagai daerah untuk berkompetisi secara langsung.

Dengan sistem pertandingan yang terstruktur dan antusiasme peserta yang tinggi, Turnamen Catur Indogrosir Malang 2025 menjadi salah satu momentum kembalinya atmosfer kompetisi catur di tengah masyarakat. Pungkasnya (vir)

Bank Jombang Menerima Penghargaan TOP GRC Awards 2026

Jombang, Briannova.or.id – Komitmen PT BPR Bank Jombang (Perseroda) dalam memperkuat tata kelola perusahaan kembali mendapat pengakuan. Bank milik Pemerintah Kabupaten Jombang tersebut membawa pulang dua penghargaan dari ajang TOP GRC Awards 2026.

Dua penghargaan yang diraih yakni TOP GRC Awards 2026 #Star 4 atau bintang empat untuk Bank Jombang, serta penghargaan The Most Committed GRC Leader 2026 yang diberikan kepada Direktur Utama Bank Jombang, Dr Afandi Nugroho, SE, MM.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara puncak TOP GRC Awards 2026 yang berlangsung di Dian Ballroom, Hotel Raffles Jakarta. Penghargaan untuk Bank Jombang secara simbolis diterima Direktur Kepatuhan Bank Jombang, Suhariani, SE.

Direktur Utama Bank Jombang, Dr Afandi Nugroho, menyebut capaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan perusahaan dalam memperkuat penerapan Governance, Risk, and Compliance (GRC).

“Dua penghargaan ini menjadi capaian tersendiri bagi Bank Jombang dalam penguatan Governance, Risk, and Compliance (GRC),” ujar Afandi.

Penghargaan TOP GRC Awards 2026 #Star 4 menjadi bentuk apresiasi terhadap penerapan tata kelola, manajemen risiko, serta kepatuhan yang dijalankan Bank Jombang.

Menurut Afandi, penerapan GRC tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kepatuhan, tetapi telah ditempatkan sebagai bagian dari proses bisnis perusahaan untuk menjaga keberlangsungan usaha.

“Penerapan GRC ini menjadi bagian penting dalam mendukung keberlangsungan usaha. Aspek tata kelola, risiko, kepatuhan, dan pengendalian terus ditempatkan sebagai bagian dari proses bisnis perusahaan,” jelasnya.

TOP GRC Awards sendiri menjadi ajang penilaian, penghargaan, sekaligus pembelajaran di bidang Governance, Risk, and Compliance yang melibatkan perusahaan dan organisasi dari berbagai sektor di Indonesia.

Memasuki penyelenggaraan tahun ke-8 sejak pertama kali digelar pada 2019, TOP GRC Awards 2026 mengangkat tema “Sustainability by Design: A Journey Through Intelligent GRC.”

Tema tersebut menyoroti pentingnya membangun prinsip keberlanjutan sejak awal dan mengintegrasikannya ke dalam berbagai aspek organisasi. Mulai dari strategi, tata kelola, pengambilan keputusan, manajemen risiko, kepatuhan, pengendalian, proses bisnis, hingga budaya organisasi serta pemanfaatan data dan teknologi.

Afandi menegaskan, penghargaan yang diterima menjadi dorongan bagi Bank Jombang untuk melanjutkan penguatan tata kelola dan manajemen risiko.

“Untuk itu, penguatan GRC diharapkan menjadi fondasi bagi Bank Jombang dalam menghadirkan layanan perbankan yang terpercaya dan berkelanjutan. Sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat Jombang,” harapnya.

TOP GRC Awards 2026 diselenggarakan Majalah TopBusiness bersama sejumlah organisasi profesi, di antaranya Asosiasi GRC Indonesia, Indonesia Risk Management Professional Association (IRMAPA), Institute Compliance Professional Indonesia (ICoPI), Perkumpulan Profesional Governansi Indonesia (PaGI), dan LKN Astacita.

Penyelenggaraan ajang tersebut turut mendapat dukungan dari praktisi dan konsultan GRC serta kalangan akademisi, termasuk dari Universitas Indonesia dan Universitas Padjadjaran. Pungkasnya (vir)

Klub Catur Pionmas Jombang Kembali Borong Juara Diajang Porkab Catur

Jombang, Briannovo.or.id – Pekan Olahraga Kabupaten olahraga Catur tahun 2026 diikuti putra-putri berasal dari pelajar SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA se-Kabupaten Jombang.

Mereka mengikuti pertandingan pada kategori putra-putri mulai SD Bawah, SD atas, SMP/SMA dan Pra Porprov U 23 tahun 2026 pada Hari Minggu tangga 13 September 2026 bertempat di Warkop Laku Budi Jombang.

Di ajang Pekan Olahraga Kabupaten (PORKAB) Jombang, siswa siswi yang yang tergabung di klub catur piobmas jombang ikut serta memeriahkan pertandingan catur yang di adakan di Aula 1 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang.

Ketua klub catur Pionmas Jombang Wahyudi S ketika di konfirmasi menyampaikan, memang beberapa siswa siswi banyak yang ikut latihan di klub catur Pionmas “Cara melatih menggunakan Opening, Midel dan Ending. Tidak hanya itu, setiap latihan juga saya ajak mengikuti cara bermain catur untuk melatih kedisiplinan.

Ufaira Fitria Salsabila setelah rebut juara 1 diajang Kejuaraan Kabupaten saat ini kembali rebut juara 1 diajang PORKAB menceritakan karena tekun latihan di klub catur pionmas Jombang.

“Latihan di klub catur pionmas Jombang memang enak, mudah memahami materinya. Karena bisa mempertajam daya ingat dan konsentrasi Sehingga bisa memahami bahwa tujuan utama adalah melakukan skakmat,” sebutnya. 

Ufaira Salsabila Fitria kelahiran tanggal 8 Juli tahun 2016 anak ketiga dari pasangan orang tua bernama Kunawi dan Susiyah peserta pertandingan catur asal kabupaten Jombang berhasil meraih juara 1 di ajang Pekan Olahraga Kabupaten yang diadakan oleh percasi Jombang.

Ufaira Salsabila Fitria atlit olahraga catur asal Jombang yang masih duduk dibangku sekolah kelas 4 Madrasah Ibtidaiyah Urwatul Wutsqo yang berhasil meraih Juara 1 Kategori Sekolah Dasar kelas 4 – 6 menyampaikan, selalu menjaga semangat berlatih, bergaul dengan orang-orang yang juga bersemangat untuk maju atau memiliki tujuan yang sama di olahraga catur

Panduan yang di berikan oleh pelatih klub catur pionmas Jombang saya lakukan. Salah satunya setelah latihan catur saya istirahat yang cukup dan nutrisi sangat penting untuk menjaga fokus dan energi. Latihan catur saya jadikan sebagai latihan menyenangkan.

“Strategi saya latihan fokus pada proses, bukan hanya hasil, saya menikmati proses belajarnya. selalu fokus pada peningkatan straregi. Saya pelajari strategi yang diberikan pelatih di klub catur pionmas dengan mengevaluasi hasil latihan secara berkala dan memperbaiki kelemahan yang ada sehingga membentuk karakter yang kuat,” ucapnya.

Sementara itu, Susiyah ibu dari Ufaira Salsabila Fitria mengatakan, menjadi juara bukanlah hasil dari kebetulan, melainkan akumulasi dari disiplin tinggi dan semangat berlatih yang konsisten. Salah satu caranya menjaga semangat untuk meraih impian menjadi juara.

Menetapkan pondasi mental juara dengan menetukan tujuan, mencari motivasi pada diri sendiri mengapa ingin menjadi juara. Motivasi kuat akan membuat bertahan saat latihan terasa berat. Membangun mental melatih diri untuk bangkit kembali setelah kegagalan. Juara sejati adalah mereka yang pantang menyerah. Percaya pada kemampuan diri sendiri dan membangun disiplin melalui Rutinitas. Pungkasnya. 

Inilah Daftar Juara klub PION MAS Jombang:
Juara 1 kategori Sekolah Dasar kelas 4-6 Putri diraih oleh Ufaira Salsabila Fitria asal sekolah MI Urwatul Wutsqo, Juara 3 SD atas Putri diraih oleh Mikaila Habibah F asal sekolah SDN Jatipelem 1, Juara 3 kategori Sekolah Dasar kelas 1-3 diraih oleh Faza Amanda Dusturia asal sekolah MI Al-Urwatul Wutsqo, Peingkat 5 diraih oleh Muhammad Az Zuhri Shiddq asal sekolah MI Islamiyah Jogoroto, Peringkat 9 diraih oleh Zafran Al Raqilla asal sekolah SMP Negeri 2 Ngoro Jombang, Juara 2 kategori SD bawah Putra diraih oleh M Asrori El Khawarizmi asal sekolah SDN Jombatan 2 Kesamben, Juara 2 kategori SMP-SMA Putra diraih oleh Sandy Prasetyo Pujianto asal sekolah SMAN Kesamben, Juara 2 Porkab Jombang SMP-SMA Putri diraih oleh Anandita Azzahro asal sekolah SMAN Kesamben, peringkat 9 SD atas 4-6 Putra diraih oleh MH Rahmat Fadholi Asal sekolah SDN Jombatan 2, Juara Harapan 1 U 23 Putra diraih oleh Nam Muhammad Rizam Arzaqi Robby asal Universitas Muhammadiyah Surabaya. (vir)

PG Djombang Baru Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Berbagi Sembako

Jombang, Briannova.or.id – Kepedulian terhadap kesehatan dan kebutuhan masyarakat kembali ditunjukkan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) Pabrik Gula (PG) Djombang Baru. Perusahaan tersebut menggelar layanan kesehatan gratis bagi warga Sambong Permai, RW 5, sekaligus menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat di sekitar lingkungan pabrik.

Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (9/9/2026) itu menjadi salah satu upaya PG Djombang Baru untuk menghadirkan manfaat yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Melalui layanan kesehatan gratis, warga memperoleh kesempatan menjalani pemeriksaan kesehatan sekaligus mendapatkan pengobatan tanpa biaya. Program tersebut mendapat sambutan positif karena dinilai membantu masyarakat mendapatkan akses pelayanan kesehatan dengan lebih mudah.

Saib, Manajer Keuangan PG Djombang Baru, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan yang diarahkan untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Melalui berbagai kegiatan CSR, PG Djombang Baru berupaya memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Kami berharap layanan kesehatan gratis dan kegiatan berbagi sembako ini dapat memberikan manfaat sekaligus mempererat hubungan yang harmonis antara perusahaan dan masyarakat,” ujarnya kepada awak media usai kegiatan.

Selain layanan kesehatan, PG Djombang Baru juga membagikan sembako kepada masyarakat di lingkungan sekitar pabrik. Bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian perusahaan terhadap kebutuhan sosial warga.

Menurut Sai, kegiatan sosial tersebut tidak hanya dilakukan sebagai bentuk kepedulian sesaat. PG Djombang Baru berkomitmen melanjutkan berbagai program CSR di sejumlah bidang, mulai kesehatan, sosial hingga lingkungan.

Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan antara perusahaan dan masyarakat sekaligus memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan warga yang berada di sekitar wilayah operasional PG Djombang Baru.

Respons positif datang dari masyarakat Sambong Permai. Ketua RW 5, Agus Susilo, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan PG Djombang Baru kepada warganya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PG Djombang Baru yang telah memberikan layanan pengobatan gratis bagi warga Sambong Permai. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat dan kami berharap kepedulian seperti ini dapat terus berlanjut,” kata Agus.

Hal senada disampaikan Urifah, salah seorang warga Sambong Permai. Ia menilai layanan pengobatan gratis tersebut memberikan kemudahan bagi warga untuk memperoleh pemeriksaan kesehatan.

“Kami sangat berterima kasih kepada PG Djombang Baru. Adanya pengobatan gratis ini sangat membantu warga. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Bagi masyarakat, kehadiran program CSR semacam ini bukan sekadar bantuan. Layanan kesehatan dan pembagian sembako menjadi bentuk nyata kehadiran perusahaan di tengah lingkungan tempat mereka beraktivitas.

PG Djombang Baru pun diharapkan dapat terus memperluas program sosial yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung, sehingga keberadaan perusahaan mampu memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi lingkungan. Pungkasnya (vir)

Jambore Anak Jombang Dorong Anak Berani Bersuara dan Berkarya

Jombang, Briannova.or.id – Pemerintah Kabupaten Jombang menegaskan komitmennya untuk memberikan ruang lebih luas bagi anak dalam menyampaikan aspirasi, mengembangkan potensi, serta berpartisipasi dalam pembangunan daerah. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Jambore Anak Jombang yang menjadi ruang berkumpul sekaligus wadah ekspresi bagi anak-anak.

Wakil Bupati Jombang M. Salmanudin Yazid menyebutkan, Jambore Anak merupakan kegiatan rutin tahunan yang difasilitasi Forum Anak Jombang di bawah naungan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Jombang.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang berkumpul. Jambore memberikan kesempatan kepada anak untuk berinteraksi, belajar, bersosialisasi, mengembangkan kreativitas, menyampaikan pendapat, sekaligus menunjukkan potensi yang dimiliki.

“Anak-anak adalah bagian dari pembangunan daerah. Mereka berhak didengar, menyampaikan pendapat, serta turut memberikan gagasan terkait hal-hal yang menyangkut kehidupan dan masa depannya,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutan tersebut.

Pemerintah Kabupaten Jombang pun mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang ramah anak. Aspirasi anak dinilai perlu didengar, difasilitasi, dan menjadi salah satu pertimbangan dalam proses pembangunan daerah.

Dalam sambutannya, Pemkab Jombang juga menyinggung konsep anak sebagai pelopor dan pelapor yang dikembangkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Sebagai pelopor, anak diharapkan mampu menjadi contoh sekaligus penggerak di lingkungan sekitarnya untuk menciptakan kehidupan yang aman, nyaman, sehat, dan ramah anak.

Sedangkan sebagai pelapor, anak didorong memiliki keberanian dan kepedulian untuk menyampaikan atau melaporkan ketika menemukan tindakan yang mengarah pada kekerasan, diskriminasi, eksploitasi, maupun bentuk pelanggaran terhadap hak anak.

Pesan lain yang menjadi perhatian adalah pencegahan perkawinan di usia anak. Pemerintah meminta anak-anak memanfaatkan masa mudanya untuk belajar, berkarya, bermain, membangun persahabatan, mengembangkan potensi, serta mempersiapkan diri meraih cita-cita.

“Jangan pernah mengambil keputusan untuk menikah di usia anak,” pesan tersebut menegaskan.

Pemkab Jombang juga berharap seluruh anak dapat terus melanjutkan pendidikan, setidaknya hingga 13 tahun. Pendidikan dinilai tidak hanya berorientasi pada ijazah, tetapi juga menjadi proses pembentukan pengetahuan, keterampilan, karakter, dan kesiapan menghadapi masa depan.

Caption Foto : Foto bersama

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, Dr. Eko Redjo Sunariyanto, S.Pd., M.Pd., menekankan pentingnya memberikan ruang ekspresi kepada seluruh anak tanpa membedakan latar belakang maupun kondisi mereka.

Peserta Jambore Anak tidak hanya berasal dari anak-anak pada umumnya, tetapi juga melibatkan anak dari sekolah luar biasa (SLB). Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang yang lebih inklusif bagi anak.

Menurut Eko, keberadaan anak-anak dari berbagai kondisi dalam satu kegiatan menjadi penting agar seluruh anak Indonesia memperoleh kesempatan yang sama untuk berekspresi dan mendapatkan haknya.

Motivasi utama kegiatan tersebut, kata dia, adalah memastikan semua anak mendapatkan ruang untuk menunjukkan kemampuan dan mengekspresikan dirinya, sekaligus memperoleh layanan pendidikan yang baik.

Ia berharap semangat tersebut benar-benar dipahami oleh seluruh pihak, mulai dari orang tua, pemerintah, hingga masyarakat. Anak-anak, termasuk anak berkebutuhan khusus, perlu mendapatkan ruang ekspresi yang tepat agar potensi mereka dapat berkembang.

Kesadaran tersebut dinilai penting karena anak-anak hari ini merupakan bagian dari generasi yang akan menentukan masa depan Indonesia.

“Harapannya betul-betul disadari semuanya, orang tua, pemerintah, kemudian masyarakat, bahwa mereka pun harus diberikan tempat ekspresi yang pas. Karena tahun 2045, mereka mungkin ada di antaranya,” ujarnya.

Melalui Jambore Anak, pemerintah berharap tercipta ekosistem yang semakin mendukung tumbuh kembang anak, sekaligus memastikan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan untuk belajar, berkreasi, menyampaikan aspirasi, dan mempersiapkan diri menjadi bagian penting dari pembangunan Indonesia di masa mendatang. Pungkasnya (vir)

Nasabah Lama Bank Jombang Bawa Pulang Innova Zenix Gratis

Jombang, Briannova.or.id – Kepercayaan selama bertahun-tahun kepada PT BPR Bank Jombang (Perseroda) akhirnya membawa keberuntungan bagi Lilik Istiqomah. Nasabah yang telah bergabung sejak 2016 itu berhasil membawa pulang hadiah utama berupa satu unit Toyota Innova Zenix melalui program Simarmas (Simpanan Arisan Masyarakat).

Hadiah tersebut diberikan dalam pengundian penutupan program Simarmas Utama Rp10 juta Periode 18. Lilik menjadi nasabah yang beruntung setelah mengikuti sejumlah program layanan Bank Jombang selama bertahun-tahun.

Bagi Bank Jombang, keberhasilan Lilik mendapatkan hadiah utama bukan sekadar hasil pengundian. Momen tersebut sekaligus menjadi gambaran hubungan jangka panjang yang terbangun antara perbankan daerah dengan masyarakat.

Direktur Utama Bank Jombang Afandi Nugroho mengatakan, pemberian hadiah utama merupakan bentuk penghargaan kepada nasabah yang telah memberikan kepercayaan kepada Bank Jombang.

“Hadiah ini merupakan bentuk apresiasi kami kepada nasabah yang selama ini memberikan kepercayaan kepada Bank Jombang, khususnya melalui program Simarmas,” kata Afandi.

Menurut dia, Simarmas menjadi salah satu produk yang mendapatkan respons positif dari masyarakat. Program tersebut tidak hanya memberikan fasilitas simpanan, tetapi juga menghadirkan beragam keuntungan serta kesempatan memperoleh hadiah bagi peserta.

Antusiasme masyarakat terhadap Simarmas, lanjut Afandi, tidak terlepas dari tingkat kepercayaan nasabah yang terus berkembang. Karena itu, Bank Jombang berupaya mempertahankan hubungan tersebut melalui berbagai program yang memberikan manfaat sekaligus apresiasi kepada nasabah.

“Program Simarmas menjadi salah satu produk unggulan Bank Jombang yang terus mendapatkan antusiasme masyarakat karena menawarkan berbagai keuntungan serta hadiah menarik,” ujarnya.

Kisah Lilik menjadi salah satu contoh bagaimana hubungan antara nasabah dan Bank Jombang dapat berlangsung dalam jangka panjang. Sejak menjadi nasabah pada 2016, Lilik tercatat mengikuti berbagai layanan, mulai dari program kredit haji hingga program Simarmas Hoki.

Keikutsertaan yang berlangsung selama satu dekade tersebut akhirnya berbuah keberuntungan. Lilik bukan hanya mendapatkan manfaat dari produk perbankan yang diikutinya, tetapi juga berhasil memenangkan hadiah utama sebuah mobil.

“Lilik sudah menjadi nasabah sejak 2016. Ini menjadi salah satu contoh keberlanjutan hubungan antara Bank Jombang dan nasabah. Dari keikutsertaannya dalam program kredit haji hingga mengikuti Simarmas Hoki, kepercayaan itu akhirnya berbuah keberuntungan dengan membawa pulang hadiah utama sebuah mobil,” ungkap Afandi.

Di sisi lain, Bank Jombang juga tengah memperluas inovasi layanan melalui program Simarmas Hoki Batch II. Program tersebut dihadirkan sebagai bagian dari strategi perusahaan dalam memberikan nilai tambah sekaligus apresiasi kepada masyarakat.

Peluncuran program baru itu juga menjadi momentum bagi Bank Jombang setelah meraih Titanium Award dalam ajang 17th Infobank BPR Awards 2026.

Penghargaan tersebut diberikan atas konsistensi Bank Jombang dalam mempertahankan predikat kinerja keuangan “Sangat Bagus” selama 15 tahun berturut-turut, sejak 2012 hingga 2026.

Afandi berharap berbagai program apresiasi yang dihadirkan Bank Jombang dapat semakin memperkuat kepercayaan masyarakat. Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi modal penting dalam membangun hubungan yang berkelanjutan antara Bank Jombang dan para nasabah.

Dengan demikian, program Simarmas tidak hanya menjadi produk simpanan, tetapi juga menjadi ruang bagi Bank Jombang untuk menghadirkan manfaat dan apresiasi secara langsung kepada masyarakat. Pungkasnya (vir)

Ngopi Santai LPBI NU Bahas Upaya Cegah Bencana di Tengah Muktamar

Caption Foto : Foto bersama para penggiat kebencanaan NU dalam acara NGOPI yang digelar LPBI NU di shelter LPBI NU muktamar ke-35 NU

Jombang, Briannova.or.id – Secangkir kopi menjadi pembuka obrolan para pegiat kebencanaan Nahdlatul Ulama (NU) di tengah padatnya rangkaian Muktamar ke-35 NU di Jombang.

Namun, obrolan di Shelter LPBI NU Muktamar ke-35, kawasan Tambakberas, Jumat (28/08/26), itu bukan sekadar pertemuan santai. Di balik suasana ngopi yang cair, terselip pembahasan serius tentang perubahan iklim, ancaman bencana, kesiapsiagaan masyarakat hingga masa depan gerakan kemanusiaan LPBI NU.

Forum tersebut dikemas melalui NGOPI kepanjangan dari Ngaji Olahdaya Perubahan Iklim, yang digagas Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) PCNU Jombang.

Alih-alih menghadirkan forum dengan suasana formal, para pengurus LPBI NU dari berbagai daerah duduk bersama dan bertukar cerita mengenai persoalan kebencanaan yang mereka hadapi di wilayah masing-masing.

Dari Jawa Timur hingga luar pulau, pengalaman yang dibawa pun beragam. Ada daerah yang berhadapan dengan ancaman banjir, perubahan pola cuaca, persoalan lingkungan, hingga kebutuhan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat ketika bencana datang.

Pertemuan itu memperlihatkan satu hal: bencana tidak mengenal batas wilayah. Karena itu, penanganannya juga membutuhkan jejaring yang kuat dan kerja bersama lintas daerah.

Sejumlah pengurus LPBI NU hadir dalam forum tersebut, mulai dari PC LPBI NU Jombang, Mojokerto, Pasuruan, PW LPBI NU Jawa Timur, hingga perwakilan dari Denpasar Bali dan Kalimantan Timur.

Pengurus LPBI NU dari Blitar, Surabaya, Nganjuk, Kabupaten Malang, Mojokerto Kota, Tulungagung dan Ponorogo juga turut bergabung. Bahkan, Pengurus Besar LPBI NU ikut hadir sehingga diskusi berlangsung dengan perspektif yang lebih luas.

Bagi LPBI PCNU Jombang, pertemuan lintas daerah itu menjadi kesempatan untuk tidak hanya saling mengenal, tetapi juga saling belajar.

Setiap wilayah memiliki karakter ancaman bencana yang berbeda. Pengalaman dalam menghadapi kondisi tersebut kemudian menjadi pengetahuan yang dapat dibagikan dan dikembangkan bersama.

Di sisi lain, perubahan iklim menjadi persoalan yang semakin sulit dipisahkan dari risiko bencana. Perubahan pola cuaca dan kondisi lingkungan dapat memengaruhi tingkat kerentanan suatu wilayah.

Karena itu, penanganan bencana dinilai tidak cukup hanya mengandalkan respons ketika bencana sudah terjadi. Upaya pencegahan, pemetaan risiko, edukasi masyarakat dan penguatan kesiapsiagaan perlu dilakukan jauh sebelum keadaan darurat datang.

Pembahasan juga mengarah pada kebutuhan memperkuat profesionalisme manajemen kebencanaan di lingkungan LPBI NU.

Sebab, kerja-kerja kemanusiaan membutuhkan lebih dari sekadar kepedulian. Diperlukan sumber daya manusia yang memiliki kapasitas, sistem kerja yang terukur, koordinasi lintas sektor serta kemampuan mengambil keputusan secara cepat ketika berada dalam situasi darurat.

Ketua LPBI PCNU Jombang, Khoirul Hasyim, menyebut forum NGOPI tersebut bukan sekadar agenda silaturahmi. Ia berharap pertemuan itu menjadi pijakan awal untuk memperkuat kebermanfaatan LPBI NU di berbagai daerah.

“Sarasehan bertajuk Ngopi ini diharapkan menjadi stepstone untuk kemudian mampu mendorong kebermanfaatan peran LPBI NU se-Nusantara agar semakin bersemangat dan berdaya dalam berkhidmat kepada umat,” ujar Khoirul.

Menurutnya, berbagai gagasan yang muncul dalam pertemuan tersebut tidak akan berhenti sebagai bahan obrolan di tengah kegiatan Muktamar.

“Hasil sarasehan ini, setidaknya menjadi catatan-catatan penting yang akan menjadi rekomendasi kepada pengurus PB LPBI NU nantinya,” imbuhnya.

Dengan demikian, secangkir kopi menjadi pintu masuk bagi percakapan yang jauh lebih besar. Dari persoalan perubahan iklim, para pengurus LPBI NU berbicara tentang bagaimana masyarakat dapat lebih siap menghadapi bencana.

Dari pengalaman masing-masing daerah, mereka mencoba menemukan pola kerja yang bisa diperkuat bersama.

Bagi LPBI PCNU Jombang, forum tersebut juga menjadi bagian dari ikhtiar membangun budaya sadar bencana. Kesadaran itu diharapkan tidak hanya muncul ketika bencana terjadi, tetapi menjadi bagian dari keseharian masyarakat.

NGOPI pun menjadi gambaran bahwa khidmah kebencanaan dapat dimulai dari ruang sederhana. Tidak harus selalu melalui forum besar dan pembahasan yang kaku. Pungkasnya (vir)

Di Tengah Muktamar NU, Al-Qur’an Menggema dari Ujung Gang

Jombang, Briannova.or.id – Di tengah padatnya rangkaian Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, suasana berbeda terasa di sebuah ujung gang kawasan Tambakberas. Bukan suara persidangan atau riuh peserta muktamar yang terdengar, melainkan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang menggema dari Ujung Gang 3, Dusun Tambakrejo, Desa Tambakrejo, Kecamatan Jombang.

Sejak 25 hingga 31 Agustus 2026, para hafidz dan hafidzah berkumpul di tempat tersebut untuk mengikuti Semaan Al-Qur’an 30 Juz Bil Hifdzi. Kegiatan ini menjadi salah satu cara masyarakat ikut mengambil bagian dalam momentum besar Muktamar NU ke-35. Jumat (28/08/26)

Di balik lantunan ayat demi ayat yang dibacakan tanpa melihat mushaf, terselip doa agar perhelatan akbar NU tersebut berjalan lancar dan membawa kebaikan bagi organisasi, umat, serta bangsa Indonesia.

Ketua Dewan Pembina sekaligus inisiator Majelis Riyadhoh Al Qur’an, H. Gugus Joko Waskito, mengatakan semaan tersebut sengaja digelar sebagai bentuk partisipasi sekaligus ikhtiar batin menyambut Muktamar NU.

“Semaan Al-Qur’an sekaligus menjadi ikhtiar batin untuk mendoakan kelancaran dan kesuksesan pelaksanaan Muktamar, perjalanan NU ke depan, serta kebaikan bangsa Indonesia,” ujar Gugus saat ditemui.

Menurutnya, doa yang dipanjatkan tidak hanya ditujukan untuk kelancaran pelaksanaan Muktamar. Para peserta juga mendoakan para muassis NU, para ulama, seluruh peserta Muktamar, Nahdlatul Ulama, hingga bangsa Indonesia.

Gugus berharap perjuangan para pendiri NU senantiasa mendapatkan rahmat dan keberkahan dari Allah SWT. Ia juga berharap hasil Muktamar nantinya mampu membawa NU semakin bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa.

Bagi masyarakat Nahdliyin, semaan Al-Qur’an bukan sekadar kegiatan membaca dan menyimak ayat suci. Tradisi tersebut telah lama hidup dalam keseharian masyarakat dan menjadi bagian dari ekspresi keberagamaan warga NU.

Dalam pelaksanaannya, para hafidz melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an dari hafalan, sementara jamaah menyimak bacaan hingga seluruh rangkaian 30 juz selesai. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama.

Momentum Muktamar NU ke-35 pun menjadi kesempatan bagi Majelis Riyadhoh Al Qur’an untuk kembali menghadirkan tradisi tersebut di tengah masyarakat.

“Semaan Al-Qur’an ini bagian dari tradisi NU. Kita ingin tradisi ini hadir di tengah Muktamar. Kalau Muktamar adalah ikhtiar organisasi untuk menentukan arah NU ke depan, maka semaan ini menjadi ikhtiar batin kita melalui Al-Qur’an dan doa,” jelasnya.

Menurut Gugus, Muktamar tidak hanya berkaitan dengan persidangan, pembahasan organisasi, maupun proses pengambilan keputusan. Di balik seluruh agenda tersebut, diperlukan pula suasana spiritual agar rangkaian Muktamar berlangsung aman, tertib dan teduh.

Ia berharap lantunan Al-Qur’an dan doa yang dipanjatkan dari sebuah tempat sederhana di kawasan Tambakberas itu ikut memberikan kesejukan bagi suasana Muktamar.

“Supaya adem situasi Muktamar NU, lancar dan sukses. Kita ingin ikut mengambil bagian dengan cara yang kami bisa, membaca Al-Qur’an dan mendoakan. Mudah-mudahan Allah memberikan kelancaran dan hasil terbaik untuk NU serta bangsa Indonesia,” tuturnya.

Bagi Majelis Riyadhoh Al Qur’an, khidmah untuk Muktamar tidak selalu harus dilakukan melalui forum resmi. Ada banyak cara yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengambil bagian dalam momentum tersebut.

“Ada yang mengambil bagian melalui kepanitiaan, ada yang hadir dalam forum organisasi, sementara Majelis Riyadhoh Al Qur’an memilih mengambil bagian dengan menghidupkan tradisi Al-Qur’an dan memanjatkan doa,” tandas Gugus.

Dari ujung gang yang sederhana itu, doa-doa terus dipanjatkan. Untuk para muassis dan ulama NU, seluruh peserta Muktamar, Nahdlatul Ulama, umat, serta Indonesia.

Harapannya sederhana, tetapi sarat makna: agar Muktamar NU ke-35 berjalan adem, aman, lancar dan sukses, serta menghasilkan keputusan yang membawa maslahat bagi NU, umat dan bangsa Indonesia. Pungkasnya (vir)

APMNU Ungkap Peran Penting Perempuan NU Hadapi Era Digital

Jombang, Briannova.or.id — Asosiasi Profesor Muslimat Nahdlatul Ulama (APMNU) menegaskan pentingnya memperkuat peran intelektual perempuan NU dalam menghadapi perubahan zaman, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Jumat (28/08/26)

Ketua Umum Asosiasi Profesor Muslimat Nahdlatul Ulama (APMNU) Prof. Dr. Hj. Amany Burhanuddin Umar Lubis, M.A., mengatakan kehadiran profesor dan akademisi perempuan NU perlu diarahkan untuk memberikan kontribusi nyata terhadap berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat.

Hal itu menjadi salah satu pesan penting dalam keterlibatan APMNU pada rangkaian Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur yang berlangsung pada tanggal 27–31 Agustus 2026.

Menurut Amany, perubahan zaman menghadirkan tantangan baru yang membutuhkan respons berbasis keilmuan. Karena itu, APMNU menghadirkan forum akademik dan keagamaan sebagai ruang untuk mempertemukan ilmu pengetahuan, pengalaman sosial, perspektif keislaman, serta kebutuhan masyarakat.

“APMNU untuk Muslimat NU yang berilmu, berdaya, dan terus memberi manfaat bagi umat, bangsa, dan peradaban,” menjadi semangat yang ditekankan dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Salah satu isu yang mendapat perhatian adalah transformasi digital dan penggunaan kecerdasan buatan (AI).Perkembangan teknologi dinilai tidak hanya membawa peluang, tetapi juga menghadirkan tantangan baru bagi keluarga, pendidikan, dan generasi muda.

Karena itu, APMNU mengangkat tema Positive Parenting dan penggunaan AI secara bijak dalam Seminar Nasional APMNU. Pembahasan tersebut diarahkan untuk melihat bagaimana keluarga dan lembaga pendidikan dapat mendampingi generasi muda agar mampu memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab.

Kontribusi APMNU tidak berhenti pada forum seminar. Organisasi yang menghimpun profesor dan akademisi Muslimat NU tersebut juga menggelar Majelis Bahtsul Masail APMNU.

Forum tersebut membahas dua isu yang dinilai dekat dengan persoalan masyarakat saat ini, yakni Pola Asuh untuk Generasi Cerdas Digital dan Strategi Menciptakan Lingkungan Bebas Kekerasan Seksual.

Pembahasan dilakukan dengan mempertemukan berbagai perspektif, mulai dari fikih, akademik, kedokteran hingga realitas sosial. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya APMNU agar persoalan kekinian tidak hanya dilihat dari satu sudut pandang.

Hasil pembahasan kemudian dirumuskan melalui proses tashawwur al-mas’alah dan istinbath hukum Islam sebelum rekomendasi dibacakan oleh Ketua APMNU.

Bagi APMNU, keterlibatan akademisi perempuan NU dalam forum semacam ini menjadi bagian dari penguatan tradisi keilmuan di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Perempuan NU dinilai memiliki ruang yang semakin luas untuk berkontribusi, bukan hanya dalam bidang sosial dan pemberdayaan masyarakat, tetapi juga dalam pengembangan pemikiran Islam, pendidikan, teknologi, serta penyelesaian persoalan sosial.

Amany menekankan pentingnya menghadirkan perempuan NU yang memiliki kapasitas keilmuan sekaligus mampu merespons perubahan yang terjadi di masyarakat.

Melalui rangkaian kegiatan di Muktamar ke-35 NU, APMNU berupaya mempertemukan tradisi pesantren, keilmuan akademik, pengalaman sosial Muslimat NU, dan kebutuhan masyarakat di era transformasi digital.

Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya memperluas kontribusi profesor dan akademisi perempuan NU agar tidak hanya berada di ruang akademik, tetapi juga memberikan gagasan dan solusi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.

Muktamar ke-35 NU sendiri berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, dengan mengusung tema Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmah untuk Kemaslahatan Bangsa.

Sementara, Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur, Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M., mengatakan pihaknya telah mendorong keberadaan Satgas Pencegahan Kekerasan di lingkungan perguruan tinggi, khususnya perguruan tinggi swasta (PTS) di Jawa Timur.

Menurut Dyah, keberadaan Satgas menjadi pondasi untuk melakukan langkah preventif agar potensi kekerasan dapat dicegah sebelum berkembang menjadi kasus yang lebih serius.

“Satgas itu sebagai pondasi kekuatan bagaimana menyelesaikan kekerasan yang ada selama ini,” ujar Dyah.

Ia menjelaskan, LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur sebelumnya turut membersamai perguruan tinggi dalam pembentukan Satgas Pencegahan Kekerasan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sistem perlindungan bagi seluruh warga di lingkungan pendidikan.

Bagi Dyah, keberadaan Satgas bukan hanya berkaitan dengan penanganan kasus. Lebih penting, Satgas harus menjadi instrumen pencegahan dan membangun kesadaran agar kekerasan tidak menjadi sesuatu yang dianggap biasa.

Dyah mengingatkan agar kekerasan tidak berkembang menjadi budaya yang merugikan generasi muda, keluarga, maupun lingkungan pendidikan.

Menurut dia, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk memastikan lingkungan belajar dapat memberikan rasa aman bagi seluruh warga kampus.

“Ini jangan sampai kekerasan menjadi budaya yang tidak baik untuk putra-putri kita, keluarga kita, perguruan tinggi atau pendidikan yang ada di Jawa Timur dan seluruh Indonesia,” ucapnya.

Dyah berharap keberadaan Satgas tidak berhenti sebagai struktur kelembagaan, tetapi benar-benar menjadi kekuatan baru dalam membangun sistem pencegahan kekerasan di lingkungan pendidikan.

“Dari satgas-satgas itu yang menjadi strategi, peluang dan kekuatan baru bahwa kekerasan itu nanti tidak ada,” sebutnya.

Upaya tersebut sejalan dengan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas dari kekerasan. Perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat untuk mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan masa depan generasi muda.

Karena itu, pencegahan kekerasan perlu dilakukan secara bersama-sama melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, keluarga, dan masyarakat.

Penguatan Satgas diharapkan menjadi salah satu langkah strategis untuk memastikan persoalan kekerasan dapat diantisipasi sejak awal sekaligus membangun budaya pendidikan yang lebih aman, sehat, dan berkeadaban.

Pesan utama yang dibawa LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur adalah mencegah sebelum terjadi. Dengan sistem pencegahan yang kuat, lingkungan perguruan tinggi diharapkan tidak hanya mampu menangani persoalan kekerasan, tetapi juga mampu meminimalkan potensi kekerasan sejak dini. Pungkasnya (vir)

Recent Posts