Warning: opendir(/home/briannov/public_html/wp-content/mu-plugins): Failed to open directory: Permission denied in /home/briannov/public_html/wp-includes/load.php on line 981
briannova.or.id | Portal Berita Online
Senin, Agustus 10, 2026
Beranda blog

Gerak Jalan Rojo Jadi Momentum Satukan Insan Pendidikan Jombang

Jombang, Briannova.or.id – Gerak Jalan Rojo 2026 tak hanya menjadi panggung perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Di Kabupaten Jombang, kegiatan tersebut dimanfaatkan jajaran pendidikan untuk memperkuat komunikasi, membangun kebersamaan, sekaligus menyatukan visi dalam menyiapkan generasi penerus.

Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Jombang ikut ambil bagian dalam kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten Jombang, Sabtu (8/8/2026). Keterlibatan itu melibatkan kepala sekolah SMA dan SMK negeri maupun swasta melalui Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), pengawas sekolah, hingga Dharma Wanita Persatuan.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Jombang Eko Redjo Sunariyanto mengatakan, momentum peringatan kemerdekaan menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai elemen tanpa sekat kewenangan pemerintahan.

Menurutnya, kebersamaan dalam kegiatan seperti Gerak Jalan Rojo penting untuk memperkuat hubungan antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, serta insan pendidikan di daerah.

“Momentum peringatan kemerdekaan menjadi kesempatan untuk memperkuat kebersamaan tanpa melihat batas kewenangan antara pemerintah provinsi maupun kabupaten,” ujar Eko saat ditemui di SMAN Ngoro, Sabtu (8/8/2026).

Cabdindik Jatim Wilayah Jombang sendiri menerjunkan dua regu dalam Gerak Jalan Rojo tahun ini. Namun, keterlibatan dari lingkungan pendidikan jauh lebih luas karena sejumlah sekolah di bawah naungan Cabdindik turut mengirimkan peserta.

Kepala sekolah, pengawas, hingga Dharma Wanita Persatuan ikut meramaikan kegiatan tersebut. Bagi Eko, banyaknya unsur pendidikan yang terlibat menunjukkan bahwa Gerak Jalan Rojo dapat menjadi ruang bertemunya para pemangku kepentingan pendidikan di Jombang.

“Harapannya, Rojo ini menjadi salah satu sarana untuk mempersatukan seluruh elemen, khususnya elemen pendidikan. Termasuk momentum kita bertemu dengan stakeholders yang ada di Kabupaten Jombang,” katanya.

Lebih dari sekadar berjalan bersama, Eko melihat momentum tersebut sebagai kesempatan untuk mempererat komunikasi dan menyamakan langkah dalam membangun pendidikan.

Ia menilai, kerja sama lintas sektor menjadi penting karena hasil dari proses pendidikan hari ini akan menentukan masa depan Jombang, Jawa Timur, hingga Indonesia.

Para pelajar yang saat ini belajar di sekolah-sekolah Jombang, lanjut Eko, merupakan calon generasi yang nantinya akan mengambil peran sebagai pemimpin.

“Kita berharap ini sebagai media untuk mempererat, mempersatukan, menyamakan visi. Karena yang diopeni oleh teman-teman yang ada di sekolah adalah anak-anak Jombang yang sekian tahun ke depan mereka akan menjadi pemimpin-pemimpin masa depan Jombang, Jawa Timur, dan Indonesia,” paparnya.

Dengan keterlibatan Cabdindik Jatim Wilayah Jombang bersama MKKS SMA/SMK dan unsur pendidikan lainnya, Gerak Jalan Rojo 2026 akhirnya memiliki makna lebih luas. Kegiatan yang berangkat dari semangat perayaan kemerdekaan itu sekaligus menjadi ruang memperkuat sinergi dan membangun kesamaan visi di bidang pendidikan.

Bagi dunia pendidikan Jombang, kebersamaan tersebut bukan hanya soal meramaikan sebuah kegiatan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi yang kelak akan melanjutkan estafet kepemimpinan. (vir)

Gerak Jalan Rojo Jombang 2026 Meriah, Diikuti 162 Regu

Caption Foto : Bupati Jombang Warsubi saat memberangkatkan peserta gerak jalan ROJO tahun 2026

Jombang, Briannova.or.id– Gerak Jalan Rojo di Kabupaten Jombang kembali menyemarakkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Tahun ini, antusiasme peserta melonjak. Sebanyak **162 regu** ambil bagian dalam agenda tahunan yang digelar Pemerintah Kabupaten Jombang tersebut.

Jumlah itu meningkat cukup tajam dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya yang hanya diikuti **112 regu**. Bahkan, peningkatan peserta terjadi di tengah waktu persiapan yang relatif terbatas.

Gerak Jalan Rojo 2026 diberangkatkan langsung Bupati Jombang Warsubi di depan Pusdiklat Pramuka, Kecamatan Ngoro, Sabtu (8/8/2026). Dalam kegiatan tersebut, Warsubi didampingi Wakil Bupati Jombang Salmanudin Yazid, Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang Agus Purnomo, jajaran Forkopimda, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Bagi Pemkab Jombang, Gerak Jalan Rojo bukan sekadar perlombaan. Kegiatan ini menjadi ruang untuk mempertemukan masyarakat dalam suasana olahraga sekaligus menanamkan nilai kedisiplinan, kekompakan, kebersamaan dan semangat kebangsaan.

Warsubi mengatakan, kegiatan tersebut memang rutin digelar setiap momentum peringatan kemerdekaan Indonesia. Menurut dia, semangat peserta selama mengikuti gerak jalan dapat menjadi gambaran kecil dari nilai perjuangan para pendahulu bangsa.

“Gerak Jalan Rojo ini menjadi agenda rutin Pemerintah Kabupaten Jombang setiap peringatan Hari Kemerdekaan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan, mempererat kebersamaan, melatih kekompakan, dan menumbuhkan semangat kebangsaan,” kata Warsubi.

Ia meminta seluruh peserta tidak sekadar mengejar hasil perlombaan. Setiap langkah dalam kegiatan tersebut diharapkan menjadi bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan yang telah membawa Indonesia menuju kemerdekaan.

Warsubi juga menekankan pentingnya sportivitas selama perlombaan. Peserta diminta menjaga kekompakan regu, mengikuti ketentuan panitia, serta menghormati peserta lainnya.

“Jaga irama, jaga kekompakan, dan jaga semangat sampai garis finish,” tegasnya.

Menurut Warsubi, kekuatan sebuah regu tidak hanya bergantung pada kemampuan masing-masing individu. Kekompakan dan kerja sama seluruh anggota justru menjadi faktor penting untuk mencapai hasil terbaik.

“Tidak ada regu yang berhasil tanpa kerja sama. Karena itu, saling dukung, saling menguatkan, dan tunjukkan sportivitas dan kerja sama terbaik,” ujarnya.

Sementara itu, Staf Ahli Bupati Jombang Bidang Keuangan, Ekonomi, dan Pembangunan Sri Surjati menyebut peningkatan jumlah peserta menjadi salah satu catatan penting dalam pelaksanaan Gerak Jalan Rojo tahun ini.

Dari 112 regu pada tahun lalu, jumlah peserta meningkat menjadi 162 regu pada 2026. Menurut Sri, peningkatan tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan olahraga sekaligus perayaan kemerdekaan.

“Jumlah peserta total tahun ini signifikan meningkat. Meskipun waktu sangat terbatas, tahun lalu jumlah 112, tahun ini Alhamdulillah 162 regu,” ungkapnya.

Dari total 162 peserta atau regu tersebut, sebanyak 22 merupakan regu kategori kehormatan. Kemudian 50 regu beregu putra, 16 regu beregu putri, 60 peserta perorangan putra, serta 14 peserta perorangan putri.

Pemkab Jombang berharap Gerak Jalan Rojo tidak berhenti sebagai agenda perlombaan tahunan. Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong budaya hidup aktif sekaligus memperkuat rasa persatuan di tengah masyarakat.

Sri Surjati mengatakan, Gerak Jalan Rojo juga diarahkan untuk memperkuat citra Jombang sebagai daerah yang sehat, aktif dan memiliki prestasi di bidang olahraga.

“Melalui Gerak Jalan Rojo, kami berharap semangat olahraga tidak berhenti pada perlombaan semata, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, membangun kebersamaan, serta menumbuhkan karakter masyarakat yang disiplin, sehat, aktif, dan memiliki semangat kebangsaan,” pungkasnya. (vir)

Ahmad Dhani Dorong Penyempurnaan Kurikulum Saat Sarasehan di Kampung Inggris Pare

Kediri, Briannova.or.id – Salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) Komisi X Ahmad Dani Prasetyo Sarasehan kebangsaan membidangi urusan pendidikan, olahraga, dan pariwisata di Brilliant Kampung inggtis Pare Kesiri Sabtu (25/7/2026)

Sarasehan mengambil tema Membangun generasi unggul melalui pendidikan, Kebudayaan dan Olahraga di hadiri oleh siswa Brilliant Masyarakat Adat.

Ia menegaskan komitmennya untuk terus mendorong penyempurnaan kurikulum pendidikan nasional. Hal tersebut disampaikannya saat menggelar reses di Kampung Inggris, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Sabtu (25/07/26).

Dalam dialog bersama masyarakat, Ahmad Dhani menilai dunia pendidikan perlu terus berbenah agar mampu menjawab perkembangan zaman.

Menurutnya, pemerintah saat ini sedang melakukan berbagai langkah pembaruan, termasuk mengevaluasi kurikulum agar kualitas pendidikan di Indonesia semakin baik.

Ia menyampaikan bahwa penyempurnaan kurikulum menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memaksimalkan sistem pendidikan. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan proses pembelajaran yang lebih relevan dengan kebutuhan generasi muda.

“Kita sedang berusaha memperbaiki kurikulum yang mungkin kurang begitu sempurna. Pemerintah sekarang banyak merubah dan memaksimalkan,” ujar Ahmad Dhani.

Selain pembaruan kurikulum, Ahmad Dhani juga menyinggung langkah Kementerian Kebudayaan yang melakukan koreksi terhadap sejumlah catatan sejarah. Menurutnya, penyempurnaan materi sejarah diperlukan agar generasi muda memiliki pemahaman yang lebih utuh mengenai identitas bangsa.

Ia menilai penguatan wawasan kebangsaan menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter generasi penerus di tengah derasnya arus globalisasi.

“Termasuk bahkan Menteri Kebudayaan sendiri banyak mengoreksi sejarah-sejarah sehingga pengetahuan soal kebangsaan generasi muda makin kohesif,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Dhani juga mengapresiasi keberadaan Kampung Inggris Pare yang selama puluhan tahun dikenal sebagai pusat pembelajaran bahasa Inggris. Menurutnya, kemampuan berbahasa asing memiliki peran strategis dalam membuka akses terhadap ilmu pengetahuan dan perkembangan dunia.

Ia berharap lembaga-lembaga pendidikan bahasa, seperti Kampung Inggris, terus melahirkan generasi muda yang mampu bersaing di tingkat internasional tanpa meninggalkan nilai-nilai kebangsaan.

“Pesan-pesannya ya karena ini Kampung Inggris, sekolah Inggris, semoga bahasa Inggris bisa membuka jendela pengetahuan dunia,” tuturnya.

Melalui berbagai upaya pembenahan di sektor pendidikan, Ahmad Dhani berharap kualitas sumber daya manusia Indonesia terus meningkat. Ia optimistis perpaduan antara kurikulum yang adaptif, penguatan karakter kebangsaan, serta penguasaan bahasa asing akan menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan global. Pungkasnya (vir)

Disdikbud Jombang Perkuat Sekolah Inklusif, Guru Dilatih Layani Semua Siswa

Jombang, Briannova.or.id – Komitmen menghadirkan pendidikan yang ramah bagi seluruh anak terus diperkuat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang. Melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Budaya Inklusif, ratusan guru dan kepala sekolah dasar dibekali pemahaman serta keterampilan untuk menciptakan lingkungan belajar yang menghargai keberagaman tanpa diskriminasi.

Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, mulai 22 hingga 26 Juni 2026, itu digelar di Aula 1 dan Aula 2 Disdikbud Kabupaten Jombang. Program ini menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah dalam memperkuat implementasi pendidikan inklusif di sekolah dasar.

Bimtek dibuka oleh Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Disdikbud Kabupaten Jombang, Rhendra Kusuma. Ia menegaskan bahwa pendidikan inklusif bukan sekadar program, melainkan komitmen untuk memastikan setiap anak memperoleh kesempatan belajar yang sama, termasuk peserta didik yang memiliki kebutuhan khusus.

Menurut Rhendra, keberhasilan sekolah inklusif sangat bergantung pada peran guru dan kepala sekolah dalam membangun budaya yang terbuka terhadap perbedaan. Sekolah reguler, katanya, harus mampu menjadi ruang belajar yang aman, nyaman, dan menerima seluruh peserta didik tanpa membedakan latar belakang maupun kondisi mereka.

“Pendidikan inklusif bukan hanya menjadi tanggung jawab guru pendamping khusus, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh warga sekolah. Guru dan kepala sekolah harus mampu memberikan pelayanan pendidikan yang setara kepada semua peserta didik,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan pendidikan inklusif tidak dapat dicapai hanya melalui pembelajaran di sekolah. Peran keluarga dinilai sama pentingnya dalam mendukung perkembangan anak.

Karena itu, strategi pembelajaran yang diterapkan guru di sekolah diharapkan dapat dipahami dan dilanjutkan oleh orang tua di rumah agar proses pendampingan anak berlangsung secara berkesinambungan.

“Keberhasilan pendidikan inklusif tidak hanya ditentukan di sekolah, tetapi juga di rumah. Orang tua perlu memahami dan menerapkan strategi yang diajarkan sehingga perkembangan anak dapat berjalan secara optimal,” tambahnya.

Melalui pelatihan tersebut, para peserta memperoleh penguatan mengenai konsep pendidikan inklusif, strategi pembelajaran yang adaptif, hingga cara membangun budaya sekolah yang menghargai keberagaman. Bekal tersebut diharapkan mampu diterapkan di masing-masing satuan pendidikan sehingga setiap siswa mendapatkan layanan pendidikan yang adil, nyaman, dan berkualitas.

Disdikbud Kabupaten Jombang berharap kegiatan ini mampu memperkuat kapasitas guru dan kepala sekolah dalam mewujudkan sekolah dasar yang benar-benar inklusif. Dengan lingkungan belajar yang terbuka dan tanpa diskriminasi, seluruh peserta didik memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang sesuai potensi yang dimiliki. Pungkasnya (vir)

Cetak Prestasi O2SN 2026, Atlet SD Sabet Tiga Gelar Provinsi

Jombang, Briannova.or.id – Kontingen Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) jenjang Sekolah Dasar Kabupaten Jombang kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat Provinsi Jawa Timur. Dari 10 atlet terbaik yang dikirim mewakili daerah, tiga di antaranya berhasil membawa pulang gelar juara pada ajang O2SN 2026.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga di lingkungan sekolah dasar mulai menunjukkan hasil positif. Selain menjadi ajang kompetisi, O2SN juga menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi sekaligus membangun karakter sejak usia dini.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Wor Windari, menjelaskan bahwa O2SN merupakan program pembinaan olahraga pelajar yang dilaksanakan secara berjenjang, dimulai dari tingkat sekolah, kecamatan, kabupaten, provinsi hingga nasional.

Menurutnya, keikutsertaan siswa dalam O2SN bukan semata mengejar kemenangan, tetapi menjadi bagian dari proses pembentukan karakter dan pencarian bibit atlet berbakat yang kelak dapat mengharumkan nama daerah maupun Indonesia di tingkat yang lebih tinggi.

“O2SN bertujuan mengembangkan bakat dan minat peserta didik di bidang olahraga. Melalui kompetisi ini, siswa dilatih memiliki sportivitas, disiplin, percaya diri, serta semangat bekerja keras. Selain itu, ajang ini juga menjadi wadah untuk menjaring calon atlet berprestasi yang diproyeksikan tampil di level nasional hingga internasional,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Rhendra Kusuma, menjelaskan bahwa seluruh peserta O2SN didaftarkan secara resmi oleh sekolah melalui dua sistem pendaftaran yang disediakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Seleksi tingkat Kabupaten Jombang sendiri digelar pada 6–8 Mei 2026 dengan mempertandingkan lima cabang olahraga, yakni atletik kids, bulutangkis, pencak silat, renang, dan senam untuk kategori putra maupun putri.

Dari hasil seleksi tersebut ditetapkan para juara yang berhak mewakili Kabupaten Jombang menuju tingkat Provinsi Jawa Timur. Sebanyak 10 atlet terbaik kemudian menjalani pembinaan intensif di sekolah masing-masing pada 5–15 Juni 2026 sebelum berlaga di tingkat provinsi.

Adapun atlet yang dipercaya membawa nama Kabupaten Jombang pada O2SN tingkat Provinsi meliputi Ibnu Hafizh dari SD Negeri Plandi 1 dan Zalfa Naqya Nadiya Putri dari SD Negeri Budugsidorejo pada cabang Atletik Kids. Kemudian Krisna Bramanta dari SD Negeri Jombatan 3 serta Verisa Kirana Anggraini dari SD Negeri Pulolor 1 pada cabang Bulutangkis.

Selanjutnya Akhdaniyal Ikhwanul Kirom dari SD Negeri Jombatan dan Naira Aninditya Astadewi dari SD Negeri Dukuhdimoro pada cabang Pencak Silat. Untuk cabang Renang diwakili Farel Ramdan Zaki Alvaro dari SD Islam Terpadu Al Ummah dan Felisa Oktiara Elena dari SD Negeri Kabuh. Sementara cabang Senam diwakili Achmad Maulana Fais Al-Asyhari serta Putri Jihan Aullia, keduanya berasal dari SD Negeri Denanyar 1.

Kompetisi O2SN tingkat Provinsi Jawa Timur berlangsung pada 30 Juni hingga 2 Juli 2026. Dalam ajang tersebut, kontingen Kabupaten Jombang berhasil mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara II Renang Putra, Juara II Atletik Kids Putra, serta Juara III Bersama Bulutangkis Putra.

Capaian tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi sekolah-sekolah di Kabupaten Jombang untuk terus meningkatkan pembinaan olahraga sejak dini. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, diharapkan semakin banyak atlet muda berbakat yang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional sekaligus mengharumkan nama Kabupaten Jombang di berbagai ajang olahraga pelajar. Pungkasnya (vir)

Penyaluran BLT DBHCHT Dorong Kesejahteraan Buruh di Jombang

Caption Foto : Bupati Jombang Warsubi saat menyalurkan BLT DHBCHT

Jombang, Briannova.or.id – Sebanyak 11.720 buruh tani tembakau, buruh tani cengkeh, dan buruh pabrik rokok di Kabupaten Jombang mulai menerima Bantuan Langsung Tunai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (BLT DBHCHT) Tahun 2026. Bantuan tersebut mulai disalurkan Pemerintah Kabupaten Jombang sebagai langkah memperkuat perlindungan sosial sekaligus menjaga daya beli masyarakat yang menggantungkan penghasilan pada sektor pertembakauan.

Penyaluran bantuan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Jombang, Warsubi, di Pendopo Kecamatan Ngusikan, Kamis (2/7/2026). Program ini menjadi salah satu bentuk pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk mendukung kesejahteraan masyarakat melalui program pembinaan lingkungan sosial.

Dalam sambutannya, Warsubi menegaskan bahwa BLT DBHCHT tidak sekadar bantuan tunai, melainkan bentuk perhatian pemerintah daerah kepada para pekerja yang selama ini menjadi bagian penting dalam rantai industri hasil tembakau di Jombang.

“BLT DBHCHT merupakan salah satu bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Jombang dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi para buruh tani tembakau dan buruh pabrik rokok di Kabupaten Jombang. Melalui program ini, pemerintah berupaya memberikan dukungan sosial dan ekonomi yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau sebagai bagian dari program pembinaan lingkungan sosial. Tujuannya tidak lain adalah untuk mendorong kesejahteraan masyarakat serta mewujudkan keadilan ekonomi bagi para penerima manfaat,” ujarnya.

Berdasarkan hasil verifikasi dan validasi yang dilakukan Dinas Sosial bersama Dinas Pertanian serta Dinas Tenaga Kerja, jumlah penerima BLT DBHCHT Tahun 2026 mencapai 11.720 orang.

Bantuan tersebut disalurkan secara tunai melalui PT BPR Bank Jombang. Proses pencairan berlangsung mulai 2 hingga 7 Juli 2026. Untuk buruh tani, penyaluran dilakukan di masing-masing kecamatan, sedangkan buruh pabrik rokok menerima bantuan di perusahaan tempat mereka bekerja.

“Bantuan tersebut disalurkan secara tunai melalui PT BPR Bank Jombang. Proses penyaluran dilaksanakan mulai hari ini hingga 7 Juli 2026 di masing-masing wilayah kecamatan bagi buruh tani, serta di perusahaan rokok bagi para buruh pabrik,” jelas Warsubi.

Ia berharap seluruh tahapan penyaluran berjalan secara tertib, transparan, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang berhak menerima.

Menurutnya, pemanfaatan DBHCHT harus mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, sekaligus menjadi instrumen perlindungan sosial yang berkelanjutan bagi para pekerja di sektor pertembakauan.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jombang, Agung Hariadi, S.T., M.M., mengatakan penyaluran BLT DBHCHT merupakan bagian dari program pembinaan lingkungan sosial di bidang kesejahteraan sosial yang difokuskan untuk mendukung pemulihan ekonomi masyarakat.

“Penyaluran BLT DBHCHT ini diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi para buruh tani tembakau, buruh tani cengkeh, dan buruh pabrik rokok sebagai penerima manfaat,” katanya.

Agung merinci, dari total 11.720 penerima manfaat, sebanyak 6.775 orang merupakan buruh tani tembakau yang tersebar di Kecamatan Kabuh, Kudu, Ngusikan, Plandaan, dan Ploso. Kemudian 1.182 orang merupakan buruh tani cengkeh di Kecamatan Wonosalam dan Bareng, sedangkan 3.763 lainnya merupakan buruh pabrik rokok dari berbagai perusahaan di Kabupaten Jombang.

Pemerintah Kabupaten Jombang berharap bantuan tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka pendek, tetapi juga meningkatkan daya beli sekaligus memberikan semangat bagi para pekerja untuk terus berkontribusi dalam menopang sektor pertembakauan yang menjadi salah satu penggerak perekonomian daerah.

“Kami berharap penyaluran bantuan ini dapat berjalan tertib, transparan, tepat sasaran, dan tepat manfaat. Bantuan yang diterima diharapkan mampu meningkatkan daya beli masyarakat dan menjadi penyemangat bagi para penerima untuk terus berusaha demi kesejahteraan keluarga,” pungkas Agung. (vir)

Dinsos Jombang Perkuat LKSA, Dorong Transparansi dan Kemandirian

Jombang, Briannova.or.id – Upaya memperkuat perlindungan anak dan meningkatkan kualitas pelayanan sosial terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Jombang. Melalui Dinas Sosial, pembinaan rutin bagi seluruh Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) kembali digelar sebagai langkah memperkuat tata kelola lembaga sekaligus mendorong kemandirian ekonomi bagi para warga binaan sosial.

Kegiatan yang berlangsung di Aula LKSA Muhammadiyah Jombang itu dihadiri sejumlah instansi terkait, mulai dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Badan Pusat Statistik (BPS), Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Kejaksaan Negeri Jombang, hingga para pengelola LKSA se-Kabupaten Jombang.

Pembinaan yang dilaksanakan setiap dua bulan sekali tersebut menjadi ruang bersama untuk mengevaluasi berbagai persoalan yang dihadapi lembaga sosial serta mencari solusi secara kolaboratif. Selain membahas pelayanan terhadap anak-anak asuh, forum ini juga menyoroti pelayanan sosial bagi lansia dan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang turut menjadi bagian dari tanggung jawab sejumlah lembaga kesejahteraan sosial.

Kepala Bidang Pemberdayaan Kelembagaan Sosial Dinas Sosial Jombang Diah Lantasi, menjelaskan bahwa sinergi antarinstansi menjadi kunci penting dalam memastikan pelayanan sosial berjalan optimal.

“LKSA tidak hanya berfokus pada anak-anak, tetapi juga berperan dalam pelayanan kelompok rentan lainnya seperti lansia dan ODGJ. Karena itu, koordinasi dan komunikasi yang baik sangat diperlukan agar setiap permasalahan dapat diselesaikan bersama,” ujarnya, Kamis (18/6/2026).

Dalam pembinaan tersebut, Dinas Sosial juga memberikan penekanan pada pentingnya tertib administrasi. Menurut Diah, pengelolaan bantuan dan pelaporan keuangan harus dilakukan secara akuntabel mengingat sebagian dukungan operasional lembaga berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi.

Ia menegaskan bahwa ketepatan administrasi bukan sekadar memenuhi kewajiban pelaporan, tetapi juga menjadi benteng utama untuk menjaga transparansi serta menghindari persoalan hukum di kemudian hari.

Selain memperkuat tata kelola, Dinas Sosial mendorong setiap LKSA untuk mulai mengembangkan sumber pendapatan mandiri. Salah satunya melalui pemberdayaan warga binaan sosial agar memiliki keterampilan produktif dan mampu menghasilkan produk bernilai ekonomi.

Namun demikian, upaya tersebut masih menghadapi tantangan besar, terutama dalam hal penerimaan pasar. Produk yang dihasilkan oleh ODGJ, misalnya, masih sering dipandang sebelah mata oleh sebagian masyarakat.

“Kami berharap ada dukungan nyata dari berbagai pihak untuk membantu membuka akses pasar. Produk yang dihasilkan warga binaan sebenarnya memiliki kualitas yang baik, namun masih terkendala stigma yang berkembang di masyarakat,” kata Diah.

Sementara itu, Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejaksaan Negeri Jombang Kusuma Wardani Raharjo, menilai pembinaan ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat legalitas dan profesionalisme lembaga sosial di daerah.

Menurutnya, Kejaksaan tidak hanya menjalankan fungsi penegakan hukum, tetapi juga memiliki tanggung jawab memberikan edukasi hukum kepada masyarakat, termasuk kepada pengelola LKSA.

Melalui kegiatan tersebut, para pengurus diberikan pemahaman mengenai aspek legalitas lembaga, pengelolaan bantuan sosial, administrasi kelembagaan, hingga perlindungan hak-hak anak yang harus menjadi prioritas utama dalam setiap pelayanan.

“Kami ingin membangun kesadaran hukum sejak awal. Dengan pemahaman yang baik, pengelola LKSA dapat menjalankan tugas sosial secara profesional, transparan, dan terhindar dari persoalan hukum di masa mendatang,” ujarnya.

Pembinaan ini diharapkan menjadi fondasi bagi terwujudnya LKSA yang semakin akuntabel, mandiri, dan berorientasi pada pemenuhan hak-hak anak. Di sisi lain, kolaborasi lintas sektor juga diharapkan mampu membuka peluang pemberdayaan ekonomi bagi kelompok rentan sehingga pelayanan sosial tidak hanya bersifat bantuan, tetapi juga menciptakan kemandirian dan keberlanjutan. Pungkasnya (vir)

Ratusan Warga Serbu Layanan Kesehatan Gratis IDI Jombang

Screenshot

Jombang, Briannova.or.id – Suasana halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Jombang tampak ramai sejak pagi, Minggu (07/06/26). Ratusan warga memanfaatkan layanan kesehatan gratis yang digelar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Jombang dalam rangka memperingati Hari Bhakti Dokter Indonesia (HBDI) ke-118.

Tak hanya pemeriksaan kesehatan umum, masyarakat juga mendapat kesempatan berkonsultasi langsung dengan sejumlah dokter spesialis tanpa dipungut biaya. Antusiasme warga terlihat dari antrean pemeriksaan laboratorium hingga layanan konsultasi kesehatan.

Ketua IDI Cabang Jombang, Hexawan Tjahja Widada, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata kehadiran tenaga medis di tengah masyarakat.

Menurutnya, momentum Hari Bhakti Dokter Indonesia bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan ajang memperluas akses layanan kesehatan bagi warga.

“Melalui kegiatan ini kami ingin masyarakat lebih mudah mendapatkan pemeriksaan kesehatan sekaligus edukasi medis secara langsung,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, IDI Jombang menyediakan pemeriksaan gula darah acak, kolesterol, hingga asam urat. Warga yang ditemukan memiliki keluhan kesehatan tertentu juga dapat langsung berkonsultasi dengan dokter spesialis anak, spesialis jantung, dan spesialis penyakit dalam.

Selain layanan pemeriksaan, para tenaga medis juga memberikan edukasi Bantuan Hidup Dasar (BHD). Edukasi ini diberikan agar masyarakat memahami langkah awal penanganan kondisi darurat seperti pingsan maupun henti napas sebelum pasien mendapatkan pertolongan lanjutan.

Kegiatan sosial tersebut turut menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jombang melalui aksi donor darah. Sebelum mendonor, peserta lebih dulu menjalani pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat dan layak donor.

Hexawan berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan karena dinilai mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan sejak dini.

Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Jombang yang telah memfasilitasi pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Semoga kolaborasi ini semakin mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dan membawa manfaat luas bagi warga Jombang,” pungkasnya. (vir)

Kemenag Jombang Jemput Bola Sertifikasi Halal, Tiga Pasar Jadi Sasaran Sosialisasi

Jombang, Briannova.or.id — Upaya memperkuat ekosistem produk halal terus digencarkan di Kabupaten Jombang. Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jombang turun langsung ke pasar tradisional melalui kegiatan Kampanye dan Sosialisasi Wajib Halal Oktober (WHO) 2026 yang digelar serentak di Pasar Ploso, Pasar Cukir, dan Pasar Peterongan, Kamis (04/06/26).

Kegiatan yang diinisiasi Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Provinsi Jawa Timur itu menyasar para pedagang pasar, pelaku UMKM, hingga masyarakat umum agar semakin memahami pentingnya sertifikasi halal menjelang penerapan wajib halal nasional Oktober 2026.

Kemenag Jombang menerjunkan unsur Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam), Penyelenggara Zakat dan Wakaf (Penzawa), serta para Penyuluh Agama Islam untuk mendampingi pelaksanaan sosialisasi di lapangan. Pendekatan jemput bola tersebut dilakukan agar pelaku usaha lebih mudah mengakses informasi dan layanan pengajuan sertifikasi halal.

Selain memberikan edukasi terkait kewajiban sertifikasi halal, petugas juga membuka konsultasi langsung mengenai prosedur pendaftaran, pendampingan sertifikasi, hingga tata cara pengurusan dokumen halal bagi pelaku usaha mikro dan kecil.

Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Jombang, Fitriah Susanti, mengatakan keberhasilan program Wajib Halal Oktober tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan keterlibatan banyak pihak.

“Sinergi pemerintah, pendamping halal, akademisi, komunitas usaha, hingga masyarakat menjadi kunci keberhasilan implementasi program ini,” ujarnya.

Menurutnya, sosialisasi yang menyentuh langsung pusat aktivitas ekonomi masyarakat seperti pasar tradisional menjadi langkah efektif untuk meningkatkan kesadaran pelaku usaha terhadap pentingnya jaminan halal produk.

Sementara itu, Pengawas Jaminan Produk Halal (PJPH) Kabupaten Jombang, Safiratuz Zahra ‘Aisy Kuncoro, menilai sertifikasi halal kini bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi sudah menjadi kebutuhan usaha di tengah meningkatnya kesadaran konsumen terhadap produk halal.

“Kepercayaan masyarakat terhadap produk akan semakin kuat ketika pelaku usaha memiliki sertifikat halal. Ini juga menjadi investasi jangka panjang untuk pengembangan usaha,” katanya.

Program WHO 2026 sendiri merupakan agenda nasional yang dilaksanakan serentak di berbagai daerah di Indonesia sebagai bagian percepatan implementasi Jaminan Produk Halal. Pemerintah menargetkan semakin banyak produk makanan, minuman, kosmetik, hingga barang gunaan memiliki kepastian halal sebelum pemberlakuan wajib sertifikasi secara nasional pada Oktober 2026.

Melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan tersebut, Kemenag Jombang menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi masyarakat dan pelaku usaha dalam membangun budaya halal yang semakin kuat di tengah masyarakat. Pungkasnya (vir)

Sembelih 10 Hewan Kurban, Kemenag Jombang Bagikan Daging untuk Warga Sekitar

Jombang, Briannova.or.id — Semangat berbagi dan kepedulian sosial mewarnai pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang pada momentum Iduladha tahun ini. Sebanyak 10 hewan kurban yang terdiri dari 3 ekor sapi dan 7 ekor kambing disembelih untuk kemudian didistribusikan kepada masyarakat sekitar kantor hingga wilayah yang membutuhkan bantuan daging kurban. Kamis (28/05/26)

Pelaksanaan penyembelihan hewan kurban tersebut menjadi bentuk nyata kebersamaan dan solidaritas keluarga besar Kemenag Jombang dalam menebarkan manfaat kepada masyarakat. Selain sebagai ibadah, kegiatan kurban juga diharapkan mampu memperkuat nilai kepedulian sosial antar sesama.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang, Dr. H. Arif Hidayatulloh, M.Pd.I menyampaikan bahwa jumlah hewan kurban tahun ini terdiri dari 3 sapi dan 7 kambing yang berasal dari partisipasi pegawai serta para donatur.

“Alhamdulillah tahun ini ada 10 hewan kurban, terdiri dari 3 sapi dan 7 kambing. Daging kurban nantinya dibagikan kepada masyarakat sekitar kantor, dan selebihnya juga didistribusikan ke daerah-daerah yang membutuhkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, agar proses distribusi berjalan tertib dan tepat sasaran, panitia sebelumnya telah membagikan kupon pengambilan kepada masyarakat penerima manfaat. Dengan sistem tersebut, pembagian daging kurban diharapkan berlangsung lebih teratur dan merata.

“Teknis pengambilan daging kurban menggunakan kupon yang sudah dibagikan sebelum hari pelaksanaan penyembelihan. Ini dilakukan agar pembagian lebih tertib dan masyarakat bisa menerima dengan nyaman,” tambahnya.

Menurutnya, momentum Iduladha bukan hanya tentang penyembelihan hewan kurban, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antara instansi pemerintah dengan masyarakat sekitar. Nilai keikhlasan, gotong royong, dan semangat berbagi menjadi pesan utama yang ingin diwujudkan dalam kegiatan tersebut.

Pihaknya juga berharap jumlah hewan kurban pada tahun mendatang dapat meningkat sehingga manfaat yang dirasakan masyarakat semakin luas.

“Kami berharap dengan adanya penyembelihan hewan kurban ini, tahun depan jumlahnya bisa lebih banyak lagi. Dan kita doakan bagi para pekurban semoga diberikan Allah rezeki yang banyak, berkah, dan terus dimudahkan dalam berbagi kepada sesama,” ucapnya.

Kegiatan penyembelihan hewan kurban di Kantor Kemenag Jombang ini pun mendapat sambutan positif dari masyarakat.

Selain membantu warga memperoleh daging kurban, kegiatan tersebut menjadi simbol hadirnya nilai kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat pada Hari Raya Iduladha. Pungkasnya (vir)

Recent Posts