Senin, April 13, 2026
Beranda blog

Keterlambatan Adanya Kendala Administrasi Pasca Pengangkatan Sejumlah Pembimbing Menjadi PPPK

Jombang, Briannova.or.id – Perubahan kebijakan terkait muatan lokal pendidikan keagamaan di Kabupaten Jombang memicu berbagai respons di kalangan pembina dan tenaga pendidikan. Menjawab hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Wor Windari, menegaskan bahwa lahirnya Peraturan Bupati Nomor 13 Tahun 2026 bukanlah bentuk penghapusan, melainkan penataan sistem yang menyesuaikan regulasi nasional. Minggu (05/04/26)

Menurut Wor Windari, perubahan dari Perbup Nomor 41 Tahun 2019 menjadi Perbup Nomor 13 Tahun 2026 merupakan konsekuensi dari kebijakan pemerintah pusat terkait penataan pegawai non-ASN. Ia menjelaskan bahwa Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 secara tegas mengatur bahwa instansi pemerintah tidak lagi diperbolehkan mengangkat tenaga non-ASN di luar ketentuan yang berlaku.

“Regulasi lama sudah tidak relevan dan bahkan bertentangan dengan aturan yang lebih tinggi. Maka harus dilakukan penyesuaian, termasuk dalam kewenangan penugasan pembimbing muatan lokal keagamaan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa keberadaan pembimbing muatan lokal keagamaan dan pendidikan diniyah yang sebelumnya melekat pada satuan pendidikan negeri perlu ditata ulang. Hal ini juga berkaitan dengan batasan kurikulum, di mana muatan lokal tidak bisa dimasukkan secara bebas dalam struktur intrakurikuler.

“Kalau dipaksakan masuk intrakurikuler, itu bertentangan dengan Permendikbudristek yang membatasi muatan lokal maksimal dua jam pelajaran. Maka solusi yang paling tepat adalah melalui skema ekstrakurikuler,” jelasnya.

Dalam regulasi baru, pendidikan keagamaan berbasis kearifan lokal tetap dilaksanakan, namun dikemas dalam kegiatan ekstrakurikuler. Wor Windari menegaskan bahwa kebijakan ini tidak mengurangi substansi pendidikan keagamaan di sekolah.

“Pendidikan agama dari kurikulum nasional tetap berjalan. Jadi tidak benar jika ada anggapan bahwa kebijakan ini menghilangkan atau merusak karakter siswa,” tegasnya.

Ia juga menyebut bahwa pemerintah daerah telah mengatur secara rinci pelaksanaan ekstrakurikuler keagamaan dalam Perbup Nomor 13 Tahun 2026, khususnya pada pasal 25 hingga 28. Dalam aturan tersebut, kepala satuan pendidikan diberikan kewenangan dalam penyediaan tenaga pembina, dengan alokasi waktu hingga empat jam per minggu untuk setiap rombongan belajar.

Sebagai tindak lanjut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan telah menerbitkan petunjuk teknis (juknis) pada 6 Maret 2026, sehari setelah peraturan bupati disahkan. Juknis tersebut mengatur pelaksanaan kegiatan di jenjang SD dan SMP, standar kompetensi pembina, hingga mekanisme pembinaan dan pengawasan.

Selain itu, pemerintah daerah juga tetap memberikan dukungan pembiayaan bagi pembina ekstrakurikuler keagamaan. Untuk jenjang SD, besaran bisaroh ditetapkan sebesar Rp30.000 per jam pelajaran, sedangkan untuk SMP sebesar Rp35.000 per jam pelajaran, disesuaikan dengan beban tugas mingguan.

Menanggapi isu keterlambatan pembayaran, Wor Windari mengakui adanya kendala administratif pasca pengangkatan sejumlah pembimbing menjadi PPPK. Hal ini menyebabkan perlunya pendataan ulang pembina yang aktif.

“Ini murni proses penyesuaian data. Insya Allah pembayaran akan kembali lancar pada bulan berikutnya karena data dari sekolah sudah final,” katanya.

Ia juga mengimbau semua pihak untuk memahami proses transisi tersebut dan tidak menarik kesimpulan secara generalisasi dari sebagian kecil kasus yang terjadi.

“Jangan sampai hanya karena beberapa kendala teknis, kemudian dinilai seolah-olah dinas tidak bekerja. Kami terus berupaya memastikan layanan pendidikan, termasuk keagamaan, tetap berjalan optimal,” pungkasnya. (vir)

Melalui Halalbihalal FKPPI Jombang Teguhkan Semangat Kebersamaan

Jombang, Briannova.or.id – Momentum Halalbihalal (HBH) 1447 Hijriah dimanfaatkan Keluarga Besar Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (FKPPI) Kabupaten Jombang untuk mempererat kebersamaan dan memperkuat soliditas organisasi.

Ketua Dewan Penasehat FKPPI Jombang, Fredy Lelono, menyampaikan pesan mendalam yang menekankan pentingnya persatuan dalam bingkai kekeluargaan. Ia mengajak seluruh anggota untuk menyatukan tekad serta terus meningkatkan jalinan silaturahmi sebagai fondasi utama organisasi.

“Melalui kegiatan ini, mari kita satukan tekad, tingkatkan silaturahmi, dan pererat kebersamaan dalam bingkai persatuan,” ujarnya.

Fredy juga menyampaikan apresiasi atas dukungan dan partisipasi seluruh anggota FKPPI yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai kebersamaan yang terbangun menjadi kekuatan penting dalam menjaga eksistensi dan peran organisasi di tengah masyarakat.

Selain itu, dalam suasana penuh kehangatan Idulfitri, pihaknya juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama pelaksanaan kegiatan maupun dalam interaksi organisasi sehari-hari.

“Terima kasih atas dukungan dan perhatian seluruh keluarga besar FKPPI. Kami juga memohon maaf atas segala kekurangan,” tambahnya.

Kegiatan Halalbihalal ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum refleksi untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga persatuan, solidaritas, dan semangat kebersamaan di lingkungan FKPPI Kabupaten Jombang.

Dengan semangat FKPPI Jaya, organisasi ini diharapkan terus berkontribusi positif bagi masyarakat serta menjadi wadah yang solid bagi para anggotanya. Pungkasnya (vir)

Pemkab Jombang Berangkatkan Arus Balik Gratis ke Jakarta, Prioritaskan Keselamatan Penumpang

Jombang, Briannova.or.id – Pemerintah Kabupaten Jombang kembali menunjukkan komitmennya dalam pelayanan publik melalui program angkutan arus balik Lebaran gratis tahun 2026. Program ini secara resmi diberangkatkan oleh Wakil Bupati Jombang, Salmanudin Yazid, dari Terminal Kepuhsari, Kamis (26/3/2026).

Didampingi Sekretaris Daerah Agus Purnomo serta jajaran kepala OPD, pelepasan peserta arus balik berlangsung tertib dengan antusiasme tinggi dari masyarakat yang hendak kembali ke Jakarta.

Program angkutan balik gratis ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Jombang melalui Dinas Perhubungan untuk memfasilitasi mobilitas warga pasca-Lebaran, sekaligus menekan beban biaya transportasi yang kerap meningkat pada periode arus balik.

Dalam keterangannya, Salmanudin Yazid menegaskan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan program ini. Seluruh armada bus yang digunakan telah melalui proses pemeriksaan kelayakan kendaraan (ram check) guna memastikan kondisi kendaraan aman dan siap jalan.

“Keselamatan tentu menjadi fokus utama. Seluruh armada sudah melalui pemeriksaan menyeluruh sehingga dipastikan aman digunakan,” ujarnya.

Selain membantu masyarakat secara ekonomi, program ini juga diharapkan mampu mengurangi kepadatan lalu lintas serta risiko kecelakaan, khususnya bagi pemudik yang biasanya menggunakan sepeda motor untuk perjalanan jarak jauh.

Pemkab Jombang pun berkomitmen untuk terus mengembangkan program ini secara berkelanjutan, baik dari sisi kualitas layanan, jumlah armada, hingga perluasan rute perjalanan agar semakin banyak warga yang dapat merasakan manfaatnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jombang, Sugianto, menjelaskan bahwa program Angkutan Lebaran (Angleb) gratis ini dirancang untuk meningkatkan keselamatan transportasi sekaligus menekan angka kecelakaan dan kemacetan selama periode mudik dan arus balik.

“Program ini membantu masyarakat, khususnya yang bekerja di wilayah padat seperti Jakarta, agar dapat melakukan perjalanan dengan aman, nyaman, dan biaya yang lebih terjangkau,” jelasnya.

Senada, Kepala Bidang Angkutan Dishub Jombang, Ari Bawa Tjahjadi, menambahkan bahwa pelaksanaan program telah melalui tahapan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta sejak awal Februari 2026.

Tahapan tersebut meliputi penentuan jadwal, lokasi penjemputan, jumlah armada, hingga kuota penumpang. Pendaftaran peserta dibuka secara daring sejak 18 Februari 2026 dengan rute utama Jakarta–Jombang dan Jombang–Jakarta.

Sebelum keberangkatan, seluruh kendaraan juga telah menjalani uji kelayakan mencakup kondisi fisik bus, kelengkapan administrasi, hingga pemeriksaan kesehatan kru.

Pemkab Jombang berharap program ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai solusi transportasi yang aman sekaligus berkontribusi dalam menekan angka kemacetan, kecelakaan, hingga dampak ekonomi seperti inflasi selama musim Lebaran. Pungkasnya (vir)

Pemkab Jombang Laporkan Tindak Lanjut LKPJ 2025, Infrastruktur dan Kesejahteraan Jadi Sorotan

Jombang, Briannova.or.id – Berbagai capaian serta tindak lanjut atas rekomendasi Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun 2025 dalam rapat paripurna DPRD Jombang di sampaikan langsung oleh Bupati Jombang Warsubi. Rabu (25/03/26)

Menurutnya, penyampaian tersebut merupakan bagian dari evaluasi kinerja pemerintah daerah sekaligus gambaran pelaksanaan program pembangunan sepanjang tahun 2025.

Ia menegaskan, Pemkab Jombang berkomitmen menindaklanjuti seluruh rekomendasi DPRD, salah satunya melalui program pembangunan rumah tidak layak huni. Sepanjang 2025, pemerintah daerah telah membangun sebanyak 128 unit rumah bagi masyarakat kurang mampu agar memiliki hunian yang layak.

Di sektor infrastruktur, lanjutnya, perbaikan jalan terus digencarkan, khususnya pada wilayah terdampak banjir dan jalur dengan beban kendaraan berat. Sejumlah ruas jalan yang telah ditingkatkan antara lain Blimbing–Gudo, Ceweng–Kallenyar, hingga Kabuh–Slaji. Selain itu, program Mandor Jalan juga direalisasikan dengan cakupan pemeliharaan mencapai 56,889 kilometer.

“Capaian ini turut mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Infrastruktur (IPI) Kabupaten Jombang menjadi 0,7197 pada tahun 2025, melampaui target yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Pada bidang pendidikan, ia menjelaskan bahwa pemerataan akses terus diperkuat melalui pembangunan ruang kelas baru, rehabilitasi fasilitas sekolah, serta bantuan kendaraan bagi guru di daerah terpencil seperti Plandaan, Kabuh, Wonosalam, dan Ngusikan. Selain itu, pemerintah daerah juga memberikan beasiswa kepada 30 mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.

Dari sisi ekonomi, pertumbuhan ekonomi Jombang pada 2025 tercatat mencapai 5,34 persen. Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga mengalami peningkatan signifikan melalui optimalisasi pajak daerah dan penerimaan opsen pajak kendaraan bermotor.

“Ketimpangan ekonomi tetap terjaga dengan Indeks Gini Ratio sebesar 0,302, lebih rendah dibanding rata-rata Provinsi Jawa Timur,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan bahwa sektor pertanian menunjukkan capaian strategis, di mana Kabupaten Jombang berhasil mencapai swasembada beras serta menempati peringkat ke-8 sebagai produsen Gabah Kering Giling (GKG) di Jawa Timur.

Dalam aspek sosial, Indeks Kesalehan Sosial (IKS) meningkat menjadi 88,61. Menurutnya, hal ini mencerminkan penguatan nilai solidaritas dan kepedulian masyarakat. Layanan kesehatan juga diperluas melalui program pemeriksaan kesehatan gratis di puskesmas.

Selain itu, Pemkab Jombang juga memberikan perlindungan bagi pekerja rentan dan petani melalui bantuan iuran BPJS Ketenagakerjaan kepada 13.500 penerima manfaat.

“Untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok, kami juga menggelar operasi pasar di 47 titik bekerja sama dengan Perumda Aneka Usaha Seger,” jelasnya.

Ia menambahkan, seluruh capaian tersebut merupakan bagian dari implementasi tahun pertama Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur berkelanjutan, serta tata kelola pemerintahan yang efektif dan efisien.

“Penyampaian ini juga merupakan bentuk pertanggungjawaban kepala daerah sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, di mana LKPJ disampaikan setiap tahun untuk mendapatkan rekomendasi perbaikan dari DPRD,” pungkasnya. (vir)

Khofifah Indar Parawansa Resmikan Revitalisasi 17 Sekolah di Jombang

Jombang, Briannova.or.id – Gubernur Khofifah Indar Parawansa meresmikan program revitalisasi dan rehabilitasi sarana prasarana sekolah menengah di Kabupaten Jombang. Peresmian tersebut dipusatkan di SMKN 1 Jombang, tepatnya di fasilitas Edotel, pada Rabu (11/3/2026).

Peresmian ditandai dengan pemotongan pita serta penandatanganan prasasti secara simbolis. Prasasti tersebut selanjutnya akan dipasang di masing-masing sekolah penerima program revitalisasi.

Dalam kesempatan itu, Khofifah menyampaikan bahwa revitalisasi dan rehabilitasi sarana prasarana pendidikan dilakukan untuk menghadirkan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan berkualitas bagi para siswa. Program ini juga menjadi bagian dari upaya penguatan fasilitas pendidikan di berbagai daerah di Jawa Timur.

“Program revitalisasi dan rehabilitasi ini mencakup perbaikan ruang kelas, laboratorium, sanitasi hingga fasilitas praktikum sesuai ketentuan Pemprov Jatim,” ujar Khofifah saat diwawancarai usai peresmian.

Ia menjelaskan, di Kabupaten Jombang terdapat 17 lembaga pendidikan yang menerima bantuan revitalisasi dan rehabilitasi fisik dengan total anggaran mencapai Rp13,9 miliar.

Khofifah berharap program tersebut dapat mendukung proses belajar mengajar sehingga mampu mendorong lahirnya berbagai prestasi dari para siswa.

Sementara itu, Bupati Jombang Warsubi yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Jombang menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap peningkatan kualitas pendidikan di daerahnya.

Menurutnya, dukungan revitalisasi, rehabilitasi, dan pembangunan sarana prasarana pendidikan menjadi langkah penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang lebih optimal.

“Kami menyambut baik program ini dan berkomitmen terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan, baik dari sisi sarana prasarana maupun mutu pembelajaran,” ujarnya.

Dengan fasilitas pendidikan yang semakin representatif, diharapkan tercipta ekosistem pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan. Hal tersebut juga diyakini dapat menambah semangat para guru dalam mendidik generasi muda.

Pemerintah daerah berharap program ini dapat turut meningkatkan kualitas pendidikan di Jawa Timur serta melahirkan sumber daya manusia unggul dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Pungkasnya (vir)

SPPG Mahardika Berbagi Ribuan Takjil dan Air Minum Tiber

Caption Foto : Pemilik SPPG Mahardika Selorejo, Mojowarno, Jombang bersama karyawan saat berbagi takjil kepada pengguna jalan

Jombang, Briannova.or.id – Suasana Ramadhan dimanfaatkan SPPG Mahardika Selorejo, Mojowarno, Jombang yang di nahkodai oleh Lutfi Kurniawan berbagi takjil kepada pengguna jalan Bersama para karyawan, dilanjutkan buka bersama.

Pemilik SPPG Mahardika, Lutfi Kurniawan membagikan takjil sebanyak 2000 paket yang terdiri dari makann ringan dan satu Butul air minum merk Tiber. Selasa (10/03/26)

“Sebanyak 2.000 paket takjil dibagikan kepada pengendara yang melintas di sekitar lokasi kegiatan. Antusiasme masyarakat yang tinggi sempat menyebabkan kepadatan lalu lintas hingga sekitar dua kilometer, ” ucap lutfi

Lutfi Kurniawan juga mengatakan bahwa kegiatan berbagi takjil tersebut merupakan agenda tahunan yang rutin dilakukan setiap bulan Ramadhan.

“Alhamdulillah kegiatan hari ini berjalan lancar. Kami bersama karyawan SPPG melaksanakan buka bersama sekaligus membagikan sekitar 2.000 paket takjil kepada para pengguna jalan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada para pengendara karena kegiatan tersebut sempat menimbulkan kemacetan di sepanjang jalan.

“Memang sempat terjadi kemacetan sekitar dua kilometer. Kami mohon maaf kepada para pengguna jalan, karena ini memang agenda rutin setiap tahun untuk berbagi takjil,” tambahnya.

Lutfi berharap kegiatan sosial tersebut dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang.

“Mudah-mudahan ke depan saya masih diberi umur panjang sehingga kegiatan berbagi seperti ini bisa terus dilakukan,” harapnya.

Caption Foto : Foto Bersama

Dalam kegiatan tersebut, SPPG Mahardika juga menyediakan minuman berbuka serta juga menjadi salah satu menu takjil dari produk Tiber yang telah lama digunakan oleh pihaknya.

Menurut Lutfi, dirinya sudah menjadi pelanggan air minum merk Tiber tersebut sejak beberapa tahun terakhir karena dinilai memiliki harga yang terjangkau dan kemasan yang menarik.

“Kalau saya pribadi sudah menggunakan Tiber sejak beberapa tahun lalu, sekitar 2023 sudah jadi langganan. Selain paketnya murah, kemasannya juga lebih bagus dibandingkan minuman lainnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, minuman merk Tiber tersebut juga kerap digunakan untuk kebutuhan karyawan dalam berbagai kegiatan internal perusahaan.

“Hampir setiap bulan kami juga menggunakan air minum Tiber untuk kebutuhan karyawan,” pungkasnya (vir)

46 Siswa SD di Jombang Tidak Ikuti TKA, Mayoritas Siswa Inklusi

Jombang, Briannova.or.id – Sebanyak 46 siswa Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Jombang tercatat tidak mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2026. Dari total 11.189 siswa yang terdata, sebanyak 11.143 siswa telah mendaftar sekaligus mengikuti tes tersebut.

Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Rhendra Kusuma, menjelaskan bahwa jumlah peserta TKA tersebut merupakan gabungan dari siswa SD negeri maupun swasta di wilayah Kabupaten Jombang.

“Total yang mengikuti TKA sebanyak 11.143 dari 11.189 siswa. Data itu mencakup sekolah negeri dan swasta,” ujar Rhendra, Selasa (03/03/26).

Menurut Rhendra, sebagian besar siswa yang tidak mengikuti TKA merupakan siswa berkebutuhan khusus atau siswa inklusi. Keputusan untuk tidak mengikuti tes tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan masing-masing peserta didik.

“Rata-rata memang siswa inklusi,” jelasnya.

Meski demikian, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang memastikan pelaksanaan TKA tetap berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Pendaftaran peserta TKA sendiri telah ditutup pada 28 Februari lalu.

Sebelumnya, siswa kelas VI SD negeri dan swasta di Kabupaten Jombang telah mengikuti uji coba atau tryout TKA pada 25–26 Februari. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan menghadapi pelaksanaan TKA jenjang SD tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada April mendatang.

Dalam pelaksanaan tryout, siswa tidak diwajibkan menggunakan laptop atau komputer. Peserta diperbolehkan mengerjakan soal menggunakan perangkat smartphone. Sementara itu, penyusunan soal dilakukan oleh guru-guru yang telah ditunjuk oleh Dinas Pendidikan.

Rhendra berharap pelaksanaan tryout dapat membantu siswa lebih siap menghadapi TKA. Selain itu, hasil uji coba juga dapat menjadi bahan evaluasi bagi sekolah untuk memetakan kemampuan akademik peserta didik. Pungkasnya (vir)

TKA SD Tetap Berjalan, Dua Sekolah Gunakan Sekolah Penyelenggara

Jombang, Briannova.or.id – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Jombang pada 20–30 April mendatang akan dilakukan berbasis komputer. Namun, keterbatasan sarana dan prasarana membuat dua sekolah harus menumpang pelaksanaan tes di sekolah lain.

Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Rhendra Kusuma, menjelaskan bahwa SDN Jombatan 1 Kecamatan Jombang akan melaksanakan TKA di SDN Jombatan 3. Sementara itu, SDN Pojoklitih 2 Kecamatan Plandaan akan mengikuti tes di SDN Pojoklitih 1.

Menurut Rhendra, pemindahan lokasi tersebut murni disebabkan keterbatasan fasilitas yang dimiliki sekolah, terutama perangkat komputer untuk pelaksanaan tes berbasis digital.

Meski demikian, pihaknya memastikan pelaksanaan TKA tetap berjalan sesuai standar. Dinas Pendidikan telah berkoordinasi dengan sekolah penyelenggara agar seluruh peserta dapat mengikuti tes dengan lancar dan nyaman.

Selain kesiapan fasilitas, sekolah juga diminta mempersiapkan siswa agar siap menghadapi TKA. Persiapan dilakukan melalui berbagai kegiatan yang melatih pemahaman siswa terhadap pola dan jenis soal yang akan diujikan.

Dalam pelaksanaannya, TKA SD menggunakan tiga bentuk soal, yakni pilihan ganda sederhana dengan satu jawaban benar, pilihan ganda kompleks dengan kemungkinan lebih dari satu jawaban benar, serta pilihan ganda kompleks model kategori yang mengharuskan siswa merespons beberapa pernyataan secara terpisah.

Sementara itu, dari total 11.189 siswa kelas IV SD di Kabupaten Jombang, tercatat sebanyak 11.143 siswa telah mendaftar mengikuti TKA. Artinya, terdapat 46 siswa yang tidak mengikuti tes tersebut.

Rhendra menyebut, sebagian besar siswa yang tidak mengikuti TKA merupakan anak berkebutuhan khusus atau siswa inklusi. Keputusan untuk tidak mengikuti tes diambil dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan masing-masing siswa. Pungkasnya (vir)

Kemendikdasmen Buka Pendaftaran TKA 2026 untuk SD dan SMP

Jombang, Briannova.or.id – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi membuka pendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2026 bagi siswa jenjang SD/MI/sederajat dan SMP/MTs/sederajat. Pendaftaran dibuka mulai 19 Januari hingga 28 Februari 2026.

Program asesmen ini diselenggarakan oleh Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) sebagai upaya menyediakan instrumen penilaian akademik yang terstandar, objektif, dan kredibel untuk mengukur capaian belajar siswa pada jenjang pendidikan dasar. Peserta yang dapat mengikuti TKA adalah siswa dari satuan pendidikan yang memenuhi persyaratan, terutama memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) yang valid.

Kepala BSKAP, Toni Toharudin, menyampaikan bahwa pembukaan pendaftaran menjadi tahapan awal dalam rangkaian pelaksanaan TKA 2026. Menurutnya, TKA dirancang sebagai instrumen asesmen yang adil dan terstandar untuk menggambarkan kemampuan akademik siswa secara lebih komprehensif.

Setelah proses pendaftaran, pelaksanaan TKA akan melalui beberapa tahapan, mulai dari simulasi, gladi bersih, hingga pelaksanaan utama. Simulasi untuk jenjang SMP dijadwalkan berlangsung pada 23 Februari hingga 1 Maret 2026, sedangkan simulasi untuk jenjang SD dilaksanakan pada 2 hingga 8 Maret 2026. Tahap gladi bersih akan digelar pada 9 hingga 17 Maret 2026.

Adapun pelaksanaan utama TKA dijadwalkan pada 6 hingga 16 April 2026 untuk jenjang SMP dan 20 hingga 30 April 2026 untuk jenjang SD. Bagi satuan pendidikan yang belum dapat mengikuti jadwal utama, pemerintah menyediakan jadwal susulan pada 11 hingga 19 Mei 2026.

Selanjutnya, proses pengolahan hasil TKA akan dilakukan pada 20 hingga 24 Mei 2026, sementara pengumuman hasil secara nasional dijadwalkan pada 25 Mei 2026.

Kemendikdasmen juga mengimbau seluruh satuan pendidikan untuk segera melakukan pendaftaran serta mempersiapkan berbagai aspek teknis, termasuk kesiapan data peserta dan infrastruktur pelaksanaan asesmen.

Di sisi lain, pemerintah juga telah menerbitkan Surat Edaran Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah mengenai Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Surat edaran tersebut menjadi pedoman bagi pemerintah daerah dan satuan pendidikan dalam menyelenggarakan proses penerimaan siswa baru secara tertib, transparan, dan akuntabel.

Melalui integrasi antara pelaksanaan TKA dan tahapan SPMB, pemerintah berharap hasil asesmen ini dapat dimanfaatkan sebagai salah satu dasar seleksi jalur prestasi akademik. Partisipasi aktif pemerintah daerah, sekolah, dan orang tua dinilai penting untuk memastikan pelaksanaan TKA berjalan optimal sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap sistem seleksi pendidikan nasional. Pungkasnya (vir)

BPKAD dan BPN Jombang Percepat Sertifikasi Aset Daerah

Jombang, Briannova.or.id – Pemerintah Kabupaten Jombang terus memperkuat pengamanan aset daerah melalui percepatan proses sertifikasi tanah milik pemerintah. Upaya ini dilakukan melalui sinergi antara Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Jombang dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Jombang.

Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mewujudkan tata kelola barang milik daerah yang tertib dan akuntabel, sebagaimana diatur dalam Permendagri Nomor 19 Tahun 2016 yang telah diperbarui melalui Permendagri Nomor 7 Tahun 2024. Dalam regulasi tersebut dijelaskan bahwa pengamanan aset daerah dilakukan melalui tiga aspek, yakni pengamanan fisik, administrasi, dan hukum.

Pengamanan fisik dilakukan dengan pemasangan tanda batas atau letak tanah, sementara pengamanan administrasi melalui penyimpanan dokumen bukti kepemilikan. Adapun pengamanan secara hukum ditempuh melalui proses sertifikasi tanah.

Untuk mempercepat proses tersebut, tim dari BPKAD bersama BPN Jombang secara intensif melakukan kunjungan lapangan guna melaksanakan pengukuran tanah sebagai tahapan awal pengajuan sertifikasi. Kegiatan pengukuran saat ini dilakukan di sejumlah lokasi, di antaranya di SDN Badang 1 Kecamatan Ngoro dan Kantor Kecamatan Wonosalam.

Proses pengukuran ini turut didampingi pihak sekolah serta perangkat desa setempat. Tahapan ini menjadi langkah awal pengajuan sertifikat hak pakai atas nama Pemerintah Kabupaten Jombang.

Secara prosedur, pengajuan sertifikat hak pakai diawali dengan proses pengukuran, dilanjutkan penerbitan Peta Bidang Tanah (PBT), pengajuan permohonan hak pakai, tahap penelitian berkas, hingga akhirnya diterbitkan sertifikat hak pakai oleh BPN.

Selain pengukuran, tim BPKAD dan BPN juga melakukan tahapan penelitian dengan mendatangi sejumlah desa guna melengkapi dokumen administrasi yang memerlukan tanda tangan pihak desa. Tahap penelitian tersebut dilakukan di beberapa desa, di antaranya Desa Karangmojo Kecamatan Plandaan, Desa Pacarpeluk Kecamatan Megaluh, Desa Plandi Kecamatan Jombang, Desa Dukuhklopo Kecamatan Peterongan, Desa Mlaras dan Desa Sumobito Kecamatan Sumobito, serta Desa Panglungan Kecamatan Wonosalam.

Tahapan penelitian ini menjadi proses akhir sebelum sertifikat hak pakai atas nama Pemerintah Kabupaten Jombang diterbitkan oleh BPN.

Melalui sinergi ini, diharapkan proses sertifikasi aset daerah di Kabupaten Jombang dapat berjalan lebih cepat sehingga pengamanan aset pemerintah daerah dapat dilakukan secara optimal. Pungkasnya (vir)

Recent Posts