Jombang, Briannova.or.id – Tradisi tebu manten menjadi penanda dimulainya musim giling di Pabrik Gula (PG) Tjoekir, Kabupaten Jombang, yang dikemas dalam Selamatan Buka Giling 2026. Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga momentum memperkuat sinergi antara pemerintah, pabrik gula, dan petani tebu untuk mendorong peningkatan produksi gula nasional.
Bupati Jombang Warsubi turut hadir dalam acara tebu manten yang menjadi simbolis pembukaan musim giling, kegiatan tersebut berlangsung di Graha Karya PG Tjoekir. Senin (04/05/26)
Dalam sambutannya, Warsubi menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak agar musim giling tahun ini berjalan optimal. Ia berharap target produksi tidak hanya tercapai, tetapi juga meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
“Mulai dari bahan baku hingga produk akhir harus dijaga kualitasnya. Ini penting agar hasil produksi meningkat, baik dari sisi kuantitas maupun mutu,” ujarnya.
Ia juga menyoroti peran strategis petani tebu sebagai mitra utama industri gula. Menurutnya, peningkatan rendemen dan kualitas tebu akan berdampak langsung pada kesejahteraan petani serta pertumbuhan ekonomi daerah.
Sementara itu, GM PG Tjoekir Abdul Azis Purmali mengungkapkan bahwa tahun 2026 menjadi tantangan baru bagi pihaknya. Setelah pada tahun sebelumnya mampu menggiling 506.000 ton tebu dan menghasilkan 34.000 ton gula, tahun ini target dinaikkan secara signifikan.
“Target kami di 2026 adalah memproduksi 40.000 ton gula dengan rendemen 7,2 hingga 7,3 persen. Untuk itu dibutuhkan sekitar 542.000 ton tebu,” jelasnya.
Ia menambahkan, pencapaian target tersebut membutuhkan dukungan penuh dari seluruh stakeholder, terutama petani tebu sebagai pemasok utama bahan baku. Menurutnya, semangat kebersamaan yang tercermin dalam tradisi tebu manten menjadi simbol kuat untuk menyatukan komitmen tersebut.
Rencananya, musim giling PG Tjoekir akan dimulai pada Jumat Legi, 23 Mei 2026. Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, manajemen optimistis target produksi dapat tercapai sekaligus mendukung program swasembada gula nasional.
Tradisi tebu manten sendiri menjadi bagian penting dalam budaya industri gula di Jawa, sebagai simbol harapan akan kelancaran proses produksi dan hasil panen yang melimpah. Pungkasnya (vir)



















