Jombang, Briannova.or.id – Komitmen pelestarian warisan budaya daerah kembali ditegaskan Pemerintah Kabupaten Jombang melalui pementasan rekonstruksi kesenian tradisional **Gambus Misri Bintang Sembilan** asal Desa Kendalsari, Kecamatan Sumobito, Jumat (6/2). Pentas yang digelar di Gedung Kesenian Kabupaten Jombang itu sukses memukau ratusan penonton yang hadir.
Pementasan ini menjadi momentum kebangkitan kembali Gambus Misri setelah sempat vakum bertahun-tahun. Selain pertunjukan seni, acara juga dirangkai dengan dialog kebudayaan yang mengulas sejarah Gambus Misri serta lakon legendaris “Fajar Islam” yang mengisahkan dakwah Syeh Maulana Ishak di Kerajaan Blambangan—cerita yang menjadi ciri khas kesenian tersebut.
Acara dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang, Agus Purnomo. Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, jajaran Kepala OPD, Camat Sumobito, pegiat budaya, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Agus Purnomo menyampaikan apresiasi atas upaya rekonstruksi Gambus Misri Bintang Sembilan. Menurutnya, kebangkitan kesenian tradisional ini menjadi langkah penting menjaga identitas budaya daerah tanpa meninggalkan perkembangan zaman.
“Pelestarian Gambus Misri penting karena generasi muda belum sepenuhnya mengenal kesenian ini. Pemerintah Kabupaten Jombang berkomitmen untuk terus mendukung dan melindungi warisan budaya tak benda ini agar tetap lestari,” ujarnya.
Ia juga menyebut, Gambus Misri lahir dari lingkungan Pesantren Tebuireng sebagai pengembangan seni ludruk yang sarat dengan nuansa Islam.
Sementara itu, Pimpinan Gambus Misri Bintang Sembilan, Anasrul Hakim, menjelaskan bahwa kesenian ini telah ada sejak lama namun sempat terhenti. Sejak 2017, para pemuda bersama pelaku seni terdahulu mulai melakukan penelusuran dan perawatan kembali agar Gambus Misri dapat hidup di tengah masyarakat.
“Kami berharap dukungan dari berbagai pihak agar Gambus Misri bisa diterima generasi muda, khususnya Gen Z, sekaligus mampu memberikan keberlanjutan ekonomi bagi para pelaku seninya,” ungkapnya.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Jombang, Anom Antono, menegaskan bahwa Gambus Misri Bintang Sembilan merupakan satu-satunya kesenian sejenis di Kabupaten Jombang. Ia menyebut pelestarian ini merupakan implementasi dari Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan yang menegaskan peran pemerintah dalam melindungi dan mengembangkan objek pemajuan kebudayaan.
Melalui pementasan rekonstruksi ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang berharap identitas budaya daerah dapat terus hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang, sekaligus memperkuat posisi Jombang sebagai daerah yang kaya akan khazanah seni tradisional. Pungkasnya. (vir)



















