Disdikbud Jombang Perkuat Sekolah Inklusif, Guru Dilatih Layani Semua Siswa

Jombang, Briannova.or.id – Komitmen menghadirkan pendidikan yang ramah bagi seluruh anak terus diperkuat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang. Melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Budaya Inklusif, ratusan guru dan kepala sekolah dasar dibekali pemahaman serta keterampilan untuk menciptakan lingkungan belajar yang menghargai keberagaman tanpa diskriminasi.

Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, mulai 22 hingga 26 Juni 2026, itu digelar di Aula 1 dan Aula 2 Disdikbud Kabupaten Jombang. Program ini menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah dalam memperkuat implementasi pendidikan inklusif di sekolah dasar.

Bimtek dibuka oleh Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Disdikbud Kabupaten Jombang, Rhendra Kusuma. Ia menegaskan bahwa pendidikan inklusif bukan sekadar program, melainkan komitmen untuk memastikan setiap anak memperoleh kesempatan belajar yang sama, termasuk peserta didik yang memiliki kebutuhan khusus.

Menurut Rhendra, keberhasilan sekolah inklusif sangat bergantung pada peran guru dan kepala sekolah dalam membangun budaya yang terbuka terhadap perbedaan. Sekolah reguler, katanya, harus mampu menjadi ruang belajar yang aman, nyaman, dan menerima seluruh peserta didik tanpa membedakan latar belakang maupun kondisi mereka.

“Pendidikan inklusif bukan hanya menjadi tanggung jawab guru pendamping khusus, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh warga sekolah. Guru dan kepala sekolah harus mampu memberikan pelayanan pendidikan yang setara kepada semua peserta didik,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan pendidikan inklusif tidak dapat dicapai hanya melalui pembelajaran di sekolah. Peran keluarga dinilai sama pentingnya dalam mendukung perkembangan anak.

Karena itu, strategi pembelajaran yang diterapkan guru di sekolah diharapkan dapat dipahami dan dilanjutkan oleh orang tua di rumah agar proses pendampingan anak berlangsung secara berkesinambungan.

“Keberhasilan pendidikan inklusif tidak hanya ditentukan di sekolah, tetapi juga di rumah. Orang tua perlu memahami dan menerapkan strategi yang diajarkan sehingga perkembangan anak dapat berjalan secara optimal,” tambahnya.

Melalui pelatihan tersebut, para peserta memperoleh penguatan mengenai konsep pendidikan inklusif, strategi pembelajaran yang adaptif, hingga cara membangun budaya sekolah yang menghargai keberagaman. Bekal tersebut diharapkan mampu diterapkan di masing-masing satuan pendidikan sehingga setiap siswa mendapatkan layanan pendidikan yang adil, nyaman, dan berkualitas.

Disdikbud Kabupaten Jombang berharap kegiatan ini mampu memperkuat kapasitas guru dan kepala sekolah dalam mewujudkan sekolah dasar yang benar-benar inklusif. Dengan lingkungan belajar yang terbuka dan tanpa diskriminasi, seluruh peserta didik memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang sesuai potensi yang dimiliki. Pungkasnya (vir)