Jombang, Briannova.or.id – Gerak Jalan Rojo 2026 tak hanya menjadi panggung perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Di Kabupaten Jombang, kegiatan tersebut dimanfaatkan jajaran pendidikan untuk memperkuat komunikasi, membangun kebersamaan, sekaligus menyatukan visi dalam menyiapkan generasi penerus.
Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Jombang ikut ambil bagian dalam kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten Jombang, Sabtu (8/8/2026). Keterlibatan itu melibatkan kepala sekolah SMA dan SMK negeri maupun swasta melalui Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), pengawas sekolah, hingga Dharma Wanita Persatuan.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Jombang Eko Redjo Sunariyanto mengatakan, momentum peringatan kemerdekaan menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai elemen tanpa sekat kewenangan pemerintahan.
Menurutnya, kebersamaan dalam kegiatan seperti Gerak Jalan Rojo penting untuk memperkuat hubungan antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, serta insan pendidikan di daerah.
“Momentum peringatan kemerdekaan menjadi kesempatan untuk memperkuat kebersamaan tanpa melihat batas kewenangan antara pemerintah provinsi maupun kabupaten,” ujar Eko saat ditemui di SMAN Ngoro, Sabtu (8/8/2026).
Cabdindik Jatim Wilayah Jombang sendiri menerjunkan dua regu dalam Gerak Jalan Rojo tahun ini. Namun, keterlibatan dari lingkungan pendidikan jauh lebih luas karena sejumlah sekolah di bawah naungan Cabdindik turut mengirimkan peserta.
Kepala sekolah, pengawas, hingga Dharma Wanita Persatuan ikut meramaikan kegiatan tersebut. Bagi Eko, banyaknya unsur pendidikan yang terlibat menunjukkan bahwa Gerak Jalan Rojo dapat menjadi ruang bertemunya para pemangku kepentingan pendidikan di Jombang.
“Harapannya, Rojo ini menjadi salah satu sarana untuk mempersatukan seluruh elemen, khususnya elemen pendidikan. Termasuk momentum kita bertemu dengan stakeholders yang ada di Kabupaten Jombang,” katanya.
Lebih dari sekadar berjalan bersama, Eko melihat momentum tersebut sebagai kesempatan untuk mempererat komunikasi dan menyamakan langkah dalam membangun pendidikan.
Ia menilai, kerja sama lintas sektor menjadi penting karena hasil dari proses pendidikan hari ini akan menentukan masa depan Jombang, Jawa Timur, hingga Indonesia.
Para pelajar yang saat ini belajar di sekolah-sekolah Jombang, lanjut Eko, merupakan calon generasi yang nantinya akan mengambil peran sebagai pemimpin.
“Kita berharap ini sebagai media untuk mempererat, mempersatukan, menyamakan visi. Karena yang diopeni oleh teman-teman yang ada di sekolah adalah anak-anak Jombang yang sekian tahun ke depan mereka akan menjadi pemimpin-pemimpin masa depan Jombang, Jawa Timur, dan Indonesia,” paparnya.
Dengan keterlibatan Cabdindik Jatim Wilayah Jombang bersama MKKS SMA/SMK dan unsur pendidikan lainnya, Gerak Jalan Rojo 2026 akhirnya memiliki makna lebih luas. Kegiatan yang berangkat dari semangat perayaan kemerdekaan itu sekaligus menjadi ruang memperkuat sinergi dan membangun kesamaan visi di bidang pendidikan.
Bagi dunia pendidikan Jombang, kebersamaan tersebut bukan hanya soal meramaikan sebuah kegiatan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi yang kelak akan melanjutkan estafet kepemimpinan. (vir)



















