Jumat, Maret 27, 2026
Beranda blog Halaman 2

Jaga Tata Kelola Pemerintahan, Pemkab Jombang Perpanjang Kerja Sama dengan Kejari

Jombang, Briannova.or.id – Pemerintah Kabupaten Jombang kembali memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum melalui perpanjangan kerja sama dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang. Kesepakatan bersama terkait penanganan masalah hukum bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) tersebut ditandatangani di Ruang Swagata Pendopo Kabupaten Jombang, Selasa (3/3/2026).

Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dilakukan langsung oleh Bupati Jombang Warsubi bersama Kepala Kejaksaan Negeri Jombang Dyah Ambarwati. Kegiatan tersebut juga disaksikan Wakil Bupati Jombang Salmanudin Yazid serta Sekretaris Daerah Agus Purnomo. Turut hadir para kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkab Jombang serta jajaran pejabat Kejaksaan Negeri Jombang.

Bupati Jombang Warsubi menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memastikan setiap kebijakan dan program pembangunan daerah berjalan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Menurutnya, dukungan dan pendampingan dari Kejaksaan sangat penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, transparan, dan akuntabel.

“Kami ingin memastikan seluruh kebijakan pembangunan di Kabupaten Jombang berada dalam koridor hukum yang jelas. Pendampingan dari Kejaksaan juga penting untuk menjaga aset daerah serta memastikan penggunaan APBD berjalan secara akuntabel,” ujar Warsubi.

Ia menambahkan, melalui kerja sama ini diharapkan potensi persoalan hukum dapat dicegah sejak dini, sehingga para aparatur sipil negara (ASN) dapat bekerja lebih tenang dan profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Jombang Dyah Ambarwati menyambut baik keberlanjutan kerja sama tersebut. Ia menegaskan bahwa peran Jaksa Pengacara Negara (JPN) dalam bidang Datun lebih menitikberatkan pada langkah pencegahan.

Menurutnya, Kejaksaan siap memberikan pendampingan dan konsultasi hukum kepada pemerintah daerah agar potensi penyimpangan dapat diminimalkan.

“Bidang Datun merupakan bagian dari upaya preventif. Kami lebih mengedepankan diskusi dan konsultasi sejak awal agar permasalahan hukum dapat dicegah sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar,” jelas Dyah.

Melalui kolaborasi ini, pemerintah daerah dan Kejaksaan diharapkan dapat terus memperkuat sinergi dalam mendukung pembangunan daerah, sekaligus mewujudkan visi Kabupaten Jombang sebagai daerah yang maju dan sejahtera bagi seluruh masyarakat. Pungkasnya (vir)

Kolaborasi Pemkab dan BAZNAS, 1.000 Anak Yatim di Jombang Dapat Tas Sekolah dan Uang Saku

Jombang, Briannova.or.id – Suasana religius dan penuh kebersamaan terasa di Masjid Agung Baitul Mukminin, Kabupaten Jombang, Selasa (3/3/2026) pagi. Pemerintah Kabupaten Jombang bersama BAZNAS Provinsi Jawa Timur, BAZNAS Kabupaten Jombang, serta AFCO Group menggelar kegiatan santunan bagi 1.000 anak yatim sekaligus meluncurkan Gerakan Jombang Berinfaq.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Jombang Warsubi bersama Wakil Bupati Salmanudin Yazid, jajaran Forkopimda, Ketua BAZNAS Jawa Timur KH Ali Maschan Moesa, Ketua BAZNAS Kabupaten Jombang Veri Rifdian Virdani, serta sejumlah kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkab Jombang.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 1.000 anak yatim menerima bantuan berupa tas sekolah, alat tulis, serta uang saku yang diharapkan dapat membantu kebutuhan pendidikan mereka.

Bupati Jombang Warsubi mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan sosial tersebut. Menurutnya, peluncuran Gerakan Jombang Berinfaq menjadi langkah bersama untuk memperkuat budaya berbagi di tengah masyarakat.

“Gerakan Jombang Berinfaq merupakan ikhtiar moral bersama. Persoalan sosial tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Kita ingin budaya berbagi semakin tumbuh demi kemaslahatan bersama,” ujar Warsubi.

Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan dana infaq yang transparan, akuntabel, serta sesuai dengan ketentuan syariah dan regulasi yang berlaku.

Menurutnya, langkah kecil yang dilakukan bersama melalui gerakan berbagi tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya besar dalam mewujudkan Jombang yang maju dan sejahtera bagi seluruh masyarakat.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Jombang Veri Rifdian Virdani menyampaikan bahwa kegiatan santunan ini merupakan wujud komitmen BAZNAS dalam menjalankan amanah umat. Ia juga menegaskan bahwa berbagai program pemberdayaan masyarakat terus dikembangkan oleh BAZNAS dan membutuhkan dukungan dari pemerintah daerah serta berbagai pihak.

Ketua BAZNAS Jawa Timur KH Ali Maschan Moesa dalam kesempatan tersebut memberikan motivasi kepada anak-anak yatim yang hadir. Ia mengingatkan bahwa keterbatasan tidak menjadi penghalang untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Ia mencontohkan perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW yang juga tumbuh sebagai anak yatim namun mampu menjadi pemimpin besar bagi umat manusia.

“Kita berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan semangat solidaritas sosial di Kota Santri. Semoga Jombang menjadi daerah yang Baldatun Toyyibatun Warobbun Ghofur,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung khidmat dengan lantunan sholawat yang mengiringi prosesi penyerahan santunan secara simbolis. Bupati Warsubi, Wakil Bupati Salmanudin, bersama pimpinan BAZNAS dan perwakilan AFCO Group turut menyapa langsung anak-anak yatim yang menerima bantuan. Pungkasnya (vir)

Raih Peringkat 16 Nasional Pengelolaan Sampah, Jombang Gelar Tasyakuran dan Beri Hadiah Umrah

Jombang, Briannova.or.id – Pemerintah Kabupaten Jombang menggelar tasyakuran atas raihan Penghargaan Kinerja Pengelolaan Sampah Tahun 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) RI. Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Jombang, Senin (2/3/2026) sore itu menjadi momentum syukur sekaligus apresiasi bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan sampah di daerah tersebut.

Acara tersebut dihadiri Bupati Jombang Warsubi, Wakil Bupati Salmanudin Yazid beserta istri, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jombang Yuliati Nugrahani Warsubi, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, staf ahli, para asisten, kepala perangkat daerah, serta pimpinan instansi vertikal.

Dalam evaluasi nasional, Kabupaten Jombang berhasil menempati peringkat ke-16 terbaik di Indonesia dari total 35 daerah penerima sertifikat Menuju Kabupaten/Kota Bersih dengan nilai capaian 65,47 persen. Penilaian tersebut didasarkan pada kinerja sistem pengelolaan sampah selama tahun 2025, yang mencakup kebijakan daerah, dukungan anggaran, hingga kesiapan infrastruktur pengelolaan sampah.

Bupati Jombang Warsubi menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, hingga para kader lingkungan dan masyarakat.

“Penghargaan ini adalah bukti nyata sinergi kita semua. Terima kasih kepada para kader lingkungan, tenaga kebersihan, serta seluruh masyarakat yang telah berperan dalam pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir,” ujar Warsubi.

Suasana haru sekaligus bahagia mewarnai acara tersebut ketika Bupati Warsubi mengumumkan hadiah ibadah umrah untuk lima petugas kebersihan yang tergabung dalam Satgas Penanganan dan Pengelolaan Sampah atau yang dikenal masyarakat sebagai Pasukan Kuning.

Hadiah tersebut akan diundi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dari total 459 anggota satgas yang bertugas di lapangan.

Menurut Warsubi, hadiah tersebut merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi para petugas kebersihan yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menjaga kebersihan Kota Santri.

“Keringat dan dedikasi panjenengan semua adalah kunci di balik bersihnya Jombang. Hadiah umrah ini menjadi bentuk rasa syukur sekaligus penghargaan bagi para pahlawan kebersihan,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati juga mensosialisasikan Program Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) melalui surat edaran kepada seluruh instansi pemerintah dan satuan pendidikan di Kabupaten Jombang.

Program tersebut mewajibkan pelaksanaan gerakan bersih lingkungan (kurve) secara rutin setiap hari Selasa dan Jumat. Pemerintah daerah juga menugaskan Inspektorat dan DLH untuk melakukan monitoring secara berkala guna memastikan pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular dapat berjalan optimal.

Tasyakuran tersebut semakin khidmat dengan tausiyah dari KH Nur Hadi yang akrab disapa Mbah Bolong, dilanjutkan doa bersama dan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur.

Kegiatan ditutup dengan buka puasa bersama antara jajaran pemerintah daerah, petugas kebersihan, serta para pegiat lingkungan dari berbagai wilayah di Kabupaten Jombang.

Kerja Kolektif Warga Berbuah Prestasi, Jombang Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih

Jombang, Briannova.or.id – Kabupaten Jombang kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Pada Rabu (25/2/2026), Pemerintah Kabupaten Jombang menerima penghargaan kinerja pengelolaan sampah dari Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) dalam acara yang digelar di Gedung Balai Kartini, Jakarta.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Bupati Jombang, Warsubi, dari Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq. Penghargaan ini diberikan setelah melalui proses evaluasi sepanjang tahun 2025 terhadap sistem pengelolaan sampah di berbagai daerah di Indonesia.

Penilaian meliputi sejumlah aspek penting, mulai dari kebijakan daerah, dukungan anggaran, ketersediaan sumber daya manusia, hingga kesiapan infrastruktur pengelolaan sampah.

Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, Kabupaten Jombang terpilih sebagai salah satu dari 35 daerah di Indonesia yang dinilai memiliki komitmen kuat dalam pengelolaan sampah berkelanjutan.

Dalam penghargaan tersebut, Kabupaten Jombang juga berhasil meraih Sertifikat Menuju Kabupaten/Kota Bersih dengan nilai 65,47, sekaligus menempatkan Jombang di peringkat ke-16 terbaik secara nasional. Pungkasnya (vir)

Direktur Baru Dilantik, Perumda Aneka Usaha Seger Jombang Siap Lebih Inovatif

Jombang, Briannova.or.id – Pemerintah Kabupaten Jombang resmi menetapkan pimpinan baru untuk Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Aneka Usaha Seger. Penyerahan Surat Keputusan (SK) Bupati tentang penetapan direktur baru digelar di Ruang Rapat Swagata Pendopo Kabupaten Jombang pada Rabu (25/02/26).

Dalam prosesi tersebut, Wakil Bupati Jombang Salmanudin menyerahkan langsung SK kepada Ivan Dwi Fibrian yang dipercaya memimpin Perumda Aneka Usaha Seger untuk masa jabatan 2026–2031.

Acara tersebut turut dihadiri Staf Ahli Bidang Keuangan, Ekonomi dan Pembangunan Sri Surjati, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Bambang Suntowo, sejumlah kepala perangkat daerah terkait, serta Dewan Pengawas Perumda Aneka Usaha Seger.

Sebelumnya, Kepala Bagian Perekonomian Setdakab Jombang Suparyono membacakan Surat Keputusan Bupati terkait penetapan direktur baru perusahaan daerah tersebut.

Dalam sambutan Bupati Jombang Warsubi yang dibacakan Wakil Bupati Salmanudin, disampaikan bahwa proses pemilihan direktur telah melalui tahapan seleksi yang transparan, profesional, dan akuntabel.

Menurutnya, jabatan direktur memiliki peran strategis dalam mendorong kemajuan perusahaan daerah sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap pembangunan daerah.

“Direktur memiliki peran penting sebagai motor penggerak perusahaan. Kami berharap kepemimpinan baru mampu membawa Perumda Aneka Usaha Seger menjadi lebih produktif, inovatif, serta mampu menjawab tantangan zaman melalui pemanfaatan teknologi,” ujar Salmanudin.

Pemerintah daerah juga berharap perusahaan daerah tersebut dapat semakin berkontribusi dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus memberikan pelayanan yang lebih baik dan terjangkau bagi masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kabupaten Jombang turut menyampaikan apresiasi kepada Mohammad Nasir atas dedikasi dan kontribusinya selama menjabat sebagai direktur sebelumnya.

Sementara itu, Direktur Perumda Aneka Usaha Seger yang baru, Ivan Dwi Fibrian, menyampaikan komitmennya untuk menjalankan amanah tersebut dengan sebaik-baiknya.

Ia juga berharap dukungan dari Dewan Pengawas serta seluruh pemangku kepentingan agar Perumda Aneka Usaha Seger dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi Kabupaten Jombang.

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan pemberian ucapan selamat, menandai dimulainya kepemimpinan baru di Perumda Aneka Usaha Seger dalam mendukung visi pembangunan Jombang Maju dan Sejahtera untuk Semua.

Bank Jatim Jombang Gelar Bazar Ramadhan, Dorong Promosi UMKM Lokal

Caption Foto : Pemimpin Bank Jatim Cabang Jombang Hanif Julhamsyah

Jombang, Briannova.or.id – Bank Jatim Cabang Jombang bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang menggelar Bazar Ramadhan Kareem di kantor Dikbud Jombang, Jalan Pattimura No. 5, pada 5–6 Maret 2026. Kegiatan ini menghadirkan sekitar 28 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pemimpin Bank Jatim Cabang Jombang Hanif Julhamsyah saat diwawancarai wartawan media online briannova mengatakan bazar tersebut merupakan bentuk dukungan Bank Jatim sebagai bank milik pemerintah daerah dalam membantu UMKM agar semakin berkembang.

“Kegiatan ini menjadi wadah bagi UMKM untuk mempromosikan produknya sekaligus mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kelas UMKM,” ujarnya.

Selain bazar, Bank Jatim juga menyediakan 200 paket tebus sembako murah serta memberikan edukasi literasi keuangan kepada pengunjung. Kegiatan ini juga dirangkai dengan lomba e-sport untuk pelajar SMP/MTs serta lomba banjari dan yel-yel bagi siswa SMA/SMK.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang Wor Windari melalui Kabid SMP Eko Sisprihantono mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai menjadi momentum memperkenalkan UMKM kepada masyarakat.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar UMKM lokal semakin berkembang,” katanya.

Ditempat yang sama, Kepala Sekolah SMPN 2 Jombang Etik Nurosidah, menambahkan partisipasi sekolah dalam bazar merupakan bentuk dukungan terhadap program Disdikbud dan perbankan dalam mendorong pertumbuhan UMKM di Jombang. Pungkasnya. (vir)

Gus Ipul Turun ke Jombang, Perkuat DTSEN Demi Pastikan Bansos Tepat Sasaran

Caption Foto : Menteri Sosial Syaifullah Yusuf saat wawancara didampingi sebelah kanan Bupati Jombang Warsubi dan sebelah kiri Wakil Bupati Jombang Salmanudin Yazid

Jombang, Briannova.or.id – Kunjungan kerja Syaifullah Yusuf ke Kabupaten Jombang menjadi momentum penting penguatan akurasi data sosial-ekonomi.

Menteri Sosial yang akrab disapa Gus Ipul menggelar sosialisasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) di Pendopo Kabupaten pada Sabtu (28/02/26) dengan melibatkan jajaran pemerintah daerah hingga perangkat desa.

Dalam keterangannya, Gus Ipul menegaskan bahwa DTSEN merupakan satu data terpadu yang menjadi rujukan nasional dalam penyaluran bantuan sosial. Karena itu, akurasi dan validitas data dari tingkat desa hingga pusat menjadi kunci utama agar bantuan benar-benar tepat sasaran.

“DTSEN adalah rujukan nasional. Peran aktif pemerintah daerah dan desa sangat dibutuhkan untuk memastikan data yang disajikan akurat,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya pemutakhiran data secara berkala guna meminimalisir kesalahan sasaran penerima bantuan serta menjamin keadilan sosial.

Selain itu, masyarakat juga diberi ruang partisipasi untuk melakukan pelaporan atau sanggahan apabila menemukan ketidaksesuaian data, baik melalui aplikasi Cek Bansos maupun layanan pengaduan 171 yang tersedia 24 jam.

Gus Ipul berharap, melalui sosialisasi ini data penerima manfaat di Kabupaten Jombang semakin valid sehingga penyaluran bantuan sosial dapat lebih efektif dan tepat guna.

Sementara itu, Bupati Jombang Warsubi menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Sosial atas berbagai program yang telah dirasakan masyarakat, mulai dari Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan sembako, hingga program perlindungan sosial lainnya.

Ia menyambut positif bimbingan teknis dan sosialisasi DTSEN yang dinilai mampu meningkatkan pemahaman serta kapasitas pemerintah daerah dalam memanfaatkan data tunggal sosial dan ekonomi nasional.

Menurutnya, DTSEN menjadi instrumen penting karena telah dipadankan dengan data kependudukan dan dikelompokkan berdasarkan tingkat kesejahteraan (desil). Dengan sistem tersebut, kondisi sosial-ekonomi warga Jombang dapat dipetakan lebih akurat untuk mendukung sinergi program pembangunan antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah.

“Dengan data yang terintegrasi, bantuan sosial dapat disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” tegasnya.

Pemkab Jombang berkomitmen mendukung target nasional pengentasan kemiskinan sebagaimana menjadi prioritas Presiden Republik Indonesia.

Tak hanya itu, Kolaborasi lintas pemerintah akan terus diperkuat, termasuk dalam penyatuan data dan pemberdayaan masyarakat.

Di akhir kegiatan, Bupati Warsubi juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh SDM pilar sosial di Kabupaten Jombang atas dedikasi mereka dalam mendampingi masyarakat. Ia berharap, melalui penguatan DTSEN, upaya peningkatan kesejahteraan sosial di Jombang dapat berjalan lebih optimal dan berdampak nyata bagi warga yang membutuhkan. Pungkasnya. (vir)

Hadi Atmadji Tegaskan Pokir DPRD Kunci Pembangunan Transparan dan Berkeadilan

Caption Foto : Ketua DPRD Kabupaten Jombang Hadi Atmaji

Jombang, Briannova.or.id – Perencanaan pembangunan daerah tak bisa berjalan sepihak. Dibutuhkan kolaborasi yang solid antara eksekutif dan legislatif agar kebijakan yang lahir benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Dalam konteks itulah, Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD memegang peran strategis sebagai penghubung antara aspirasi rakyat dan program Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Ketua DPRD Kabupaten Jombang Hadi Atmadji, menegaskan bahwa Pokir bukan sekadar usulan formal, melainkan representasi nyata suara masyarakat di tingkat akar rumput.

Menurutnya, sebagai wakil rakyat, anggota DPRD memiliki pemahaman langsung terhadap kebutuhan konstituen di daerah pemilihannya. Melalui mekanisme Pokir, perencanaan pembangunan tidak hanya bertumpu pada data teknokratik, tetapi juga berpijak pada realitas sosial di lapangan.

“Pokir memastikan bahwa pembangunan benar-benar mencerminkan kebutuhan nyata masyarakat,” tegasnya.

Tak hanya menjamin representasi rakyat, Pokir juga dinilai mendorong partisipasi publik dalam proses pembangunan. Aspirasi masyarakat dijaring melalui kegiatan reses yang dilakukan anggota DPRD di masing-masing daerah pemilihan. Mekanisme ini menjadi indikator demokrasi yang sehat, karena kebijakan yang dihasilkan lebih inklusif dan berorientasi pada kepentingan umum.

Di sisi lain, transparansi dan akuntabilitas juga menjadi perhatian utama. Seluruh usulan Pokir disampaikan melalui dokumen resmi dalam Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD-RI), sehingga prosesnya dapat ditelusuri secara terbuka. Dengan sistem tersebut, asal-usul dan tujuan penggunaan anggaran dapat dipantau, sekaligus meminimalisir potensi penyimpangan.

Lebih jauh, implementasi Pokir yang tepat sasaran diyakini mampu menciptakan keseimbangan dalam tata kelola pemerintahan. Keputusan pembangunan menjadi lebih adil dan akomodatif karena mempertimbangkan kebutuhan riil masyarakat.

Tak hanya berdampak pada tata kelola, Pokir juga berkontribusi terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Melalui pengakomodasian kebutuhan dasar seperti pendidikan dan kesehatan, pembangunan manusia dapat berjalan lebih terarah. Usulan yang tepat sasaran pun dinilai mampu menekan angka kemiskinan dan pengangguran, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Dengan pendekatan partisipatif, Pokir juga berpotensi meningkatkan efisiensi anggaran. Sumber daya yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal karena disusun berdasarkan kebutuhan prioritas masyarakat.

Melalui peran strategis tersebut, Pokir DPRD bukan hanya dokumen administratif, melainkan instrumen penting dalam memastikan pembangunan daerah berjalan lebih transparan, adil, dan berpihak kepada rakyat. Pungkasnya (vir)

Ribuan Siswa SD Jombang Semarakkan Tadarrus Al-Qur’an 2026 di Masjid Agung

Jombang, Briannova.or.id – Ribuan siswa Sekolah Dasar (SD) dari berbagai kecamatan di Kabupaten Jombang memadati Masjid Agung Baitul Mukminin dalam rangka kegiatan Tadarrus Al-Qur’an perdana tahun 2026. Agenda religius yang berlangsung mulai 23 Februari hingga 6 Maret 2026 ini menjadi momentum penguatan karakter keagamaan di lingkungan pendidikan dasar.

Kegiatan yang dipusatkan di masjid kebanggaan masyarakat Jombang tersebut diikuti siswa SD se-Kabupaten Jombang secara bergiliran. Suasana khidmat terasa sejak pembukaan, dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang menggema di dalam masjid.

Acara pembukaan secara resmi dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Wor Windari. Turut hadir Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam dari Kementerian Agama Kabupaten Jombang, Sekretaris Takmir Masjid Agung Baitul Mukminin, serta Ketua Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) bersama jajaran pengurus.

Dalam sambutannya, Wor Windari menegaskan bahwa keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari sinergi lintas lembaga. Ia menyebut kolaborasi antara Disdikbud, Takmir Masjid Agung, dan Kementerian Agama menjadi kunci terselenggaranya kegiatan secara tertib dan berdampak luas.

Menurutnya, Tadarrus Al-Qur’an bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari strategi penguatan pendidikan karakter religius di sekolah dasar. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya diasah kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga ditanamkan nilai keimanan, kedisiplinan, kebersamaan, serta kecintaan terhadap kitab suci sejak usia dini.

Pelaksanaan tadarrus yang berlangsung selama hampir dua pekan ini diharapkan mampu menciptakan atmosfer religius yang berkelanjutan di sekolah. Pemerintah daerah pun menargetkan kegiatan serupa dapat terus digelar secara rutin sebagai bagian dari komitmen membangun generasi muda Jombang yang cerdas secara intelektual sekaligus kuat dalam nilai spiritual. Pungkasnya (vir)

Cegah Kesalahan Data, Disdikbud Jombang Matangkan Pemutakhiran Dapodik SD 2026

Jombang, Briannova.or.id – Upaya memastikan akurasi data pendidikan terus diperkuat oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang. Rabu pagi (11/2/2026), dinas tersebut menggelar Sosialisasi dan Verifikasi Pemutakhiran Data Sarana dan Prasarana Sekolah Dasar (SD) yang dipusatkan di Aula 1 kantor Disdikbud Jombang.

Kegiatan ini diikuti para operator Data Pokok Pendidikan (Dapodik) SD dari seluruh wilayah Kabupaten Jombang. Forum tersebut menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh data yang tercatat benar-benar sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

Acara dibuka langsung oleh Kepala Bidang Pembinaan SD Disdikbud Jombang, Rhendra Kusuma. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa ketelitian dan tanggung jawab operator sekolah sangat menentukan kualitas data pendidikan daerah.

Menurutnya, data siswa maupun data kelembagaan yang terinput dalam sistem Data Pokok Pendidikan harus valid dan mutakhir. Pasalnya, data tersebut menjadi dasar dalam berbagai kebijakan strategis, mulai dari penyaluran bantuan hingga penerbitan ijazah elektronik.

“Data pada Dapodik harus benar-benar sesuai kenyataan. Itu menjadi acuan dalam pemberian bantuan, penerbitan e-ijazah, serta layanan pendidikan lainnya,” tegas Rhendra di hadapan peserta.

Ia mengingatkan, kesalahan atau ketidaksesuaian data berpotensi menghambat layanan kepada sekolah maupun peserta didik. Karena itu, peran operator Dapodik dinilai sangat vital dalam menjaga kredibilitas sistem pendataan pendidikan.

Sementara itu, materi teknis verifikasi disampaikan oleh Kepala Seksi Kelembagaan Sarana dan Prasarana SD, Ahmad Jalalludin. Ia memaparkan mekanisme pemutakhiran data sarana dan prasarana, termasuk validasi kondisi bangunan, ruang kelas, fasilitas pendukung, serta kelengkapan administrasi lainnya yang harus diperbarui secara berkala.

Melalui sosialisasi ini, Disdikbud Jombang berharap seluruh operator memiliki pemahaman yang sama mengenai pentingnya akurasi data. Dengan basis data yang valid dan terverifikasi, perencanaan program serta distribusi bantuan pendidikan di Kabupaten Jombang diharapkan dapat berjalan lebih tepat sasaran dan berdampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan. Pungkasnya (vir)

Recent Posts