Jombang, Briannova.or.id – Pemerintah Kabupaten Jombang kembali menunjukkan komitmennya dalam pelayanan publik melalui program angkutan arus balik Lebaran gratis tahun 2026. Program ini secara resmi diberangkatkan oleh Wakil Bupati Jombang, Salmanudin Yazid, dari Terminal Kepuhsari, Kamis (26/3/2026).
Didampingi Sekretaris Daerah Agus Purnomo serta jajaran kepala OPD, pelepasan peserta arus balik berlangsung tertib dengan antusiasme tinggi dari masyarakat yang hendak kembali ke Jakarta.
Program angkutan balik gratis ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Jombang melalui Dinas Perhubungan untuk memfasilitasi mobilitas warga pasca-Lebaran, sekaligus menekan beban biaya transportasi yang kerap meningkat pada periode arus balik.
Dalam keterangannya, Salmanudin Yazid menegaskan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan program ini. Seluruh armada bus yang digunakan telah melalui proses pemeriksaan kelayakan kendaraan (ram check) guna memastikan kondisi kendaraan aman dan siap jalan.
“Keselamatan tentu menjadi fokus utama. Seluruh armada sudah melalui pemeriksaan menyeluruh sehingga dipastikan aman digunakan,” ujarnya.
Selain membantu masyarakat secara ekonomi, program ini juga diharapkan mampu mengurangi kepadatan lalu lintas serta risiko kecelakaan, khususnya bagi pemudik yang biasanya menggunakan sepeda motor untuk perjalanan jarak jauh.
Pemkab Jombang pun berkomitmen untuk terus mengembangkan program ini secara berkelanjutan, baik dari sisi kualitas layanan, jumlah armada, hingga perluasan rute perjalanan agar semakin banyak warga yang dapat merasakan manfaatnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jombang, Sugianto, menjelaskan bahwa program Angkutan Lebaran (Angleb) gratis ini dirancang untuk meningkatkan keselamatan transportasi sekaligus menekan angka kecelakaan dan kemacetan selama periode mudik dan arus balik.
“Program ini membantu masyarakat, khususnya yang bekerja di wilayah padat seperti Jakarta, agar dapat melakukan perjalanan dengan aman, nyaman, dan biaya yang lebih terjangkau,” jelasnya.
Senada, Kepala Bidang Angkutan Dishub Jombang, Ari Bawa Tjahjadi, menambahkan bahwa pelaksanaan program telah melalui tahapan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta sejak awal Februari 2026.
Tahapan tersebut meliputi penentuan jadwal, lokasi penjemputan, jumlah armada, hingga kuota penumpang. Pendaftaran peserta dibuka secara daring sejak 18 Februari 2026 dengan rute utama Jakarta–Jombang dan Jombang–Jakarta.
Sebelum keberangkatan, seluruh kendaraan juga telah menjalani uji kelayakan mencakup kondisi fisik bus, kelengkapan administrasi, hingga pemeriksaan kesehatan kru.
Pemkab Jombang berharap program ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai solusi transportasi yang aman sekaligus berkontribusi dalam menekan angka kemacetan, kecelakaan, hingga dampak ekonomi seperti inflasi selama musim Lebaran. Pungkasnya (vir)




























