Warning: opendir(/home/briannov/public_html/wp-content/mu-plugins): Failed to open directory: Permission denied in /home/briannov/public_html/wp-includes/load.php on line 981
briannova.or.id | Portal Berita Online | Halaman 2
Selasa, Agustus 11, 2026
Beranda blog Halaman 2

Bersamaan Musim Giling, PG Tjoekir Salurkan Hewan Qurban ke Desa Sekitar

Jombang, Briannova.or.id – Bersamaan dengan musim giling, PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) Pabrik Gula Tjoekir kembali menyalurkan hewan qurban kepada masyarakat di sekitar lingkungan pabrik. Kegiatan tahunan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan kemitraan dan keharmonisan antara perusahaan dengan warga desa penyangga. Rabu (27/05/26)

General Manager PT SGN PG Tjoekir, Abdul Aziz Purmali menyampaikan bahwa momentum penyaluran qurban tahun ini terasa istimewa karena dilaksanakan menjelang musim produksi gula dimulai.

Menurutnya, hewan qurban yang disalurkan merupakan amanah dari seluruh karyawan PG Tjoekir untuk masyarakat sekitar, khususnya musholla dan masjid yang berada di wilayah terdekat pabrik.

“Ini kegiatan tahunan, tetapi bagi saya menjadi momentum yang baik karena dilaksanakan menjelang musim giling. Ini amanah dari seluruh karyawan untuk kami serahkan kepada perwakilan musholla dan masjid yang berada di lingkungan terdekat PG Tjoekir,” ujarnya.

Mayoritas penerima qurban berasal dari Desa Cukir dan Desa Jatirejo, dua wilayah yang selama ini menjadi bagian penting dalam keberlangsungan operasional pabrik gula.

Abdul Aziz Purmali menegaskan, dukungan masyarakat sekitar memiliki peran besar dalam menjaga kelancaran proses produksi.

Ia berharap hubungan harmonis yang telah terjalin selama ini dapat terus diperkuat melalui kegiatan sosial dan keagamaan seperti penyaluran qurban.

“Mudah-mudahan hubungan kemitraan dan keharmonisan yang sudah baik ini semakin baik bersama masyarakat desa. Tanpa dukungan mereka, kami tidak bisa berproduksi dengan baik, tidak bisa mendukung swasembada gula dan sebagainya,” katanya.

Penyaluran qurban dilakukan kepada sejumlah musholla dan masjid di wilayah Jatirejo, Cukir, Bendet hingga Kwaron. Di wilayah Jatirejo, penerima di antaranya Musholla Al Ibrahim, Musholla Toriqul Huda, Musholla Al-Ihsan, Musholla Al-Kautsar, Masjid At Taqwa, Musholla Al-Kayis, Musholla Al-Azizah, Musholla Al-Hikmah, serta Masjid Al-Awwabin.

Sementara di wilayah Cukir, qurban disalurkan kepada Masjid Roudhotul Arifin, Musholla Al-Mansur, Musholla Al-Ikhlas, Musholla At-Tauhid, Musholla Al-Barokah, Musholla Al-Karim, Musholla Al-Mubarrok, Masjid Nurul Falah, Musholla At-Taqwa Bumirejo, dan Musholla Minanurrohman.

Selain itu, penerima lainnya yakni Musholla Al-Hidayah di Nglaban, Bendet serta Musholla An-Nur di Sokopuro, Kwaron.

Melalui kegiatan tersebut, PG Tjoekir ingin memastikan keberadaan perusahaan tidak hanya berfokus pada sektor industri gula, tetapi juga memberi manfaat sosial bagi masyarakat sekitar, terutama menjelang Hari Raya Idul Adha dan musim giling 2026.

Perlu diketahui, jumlah hewan qurban yang diserahkan ke masjid dan musholla terdekat ada sejumlah 22 ekor kambing dan 1 ekor sapi diserahkan ke Baznas. Pungkasnya (vir)

Ufaira Juara 1 Olahraga Catur Karena Latihan di Klub Catur PIONMAS Jombang

Jombang, Briannova.or.id – Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) olahraga Catur tahun 2026 diikuti 200 atlet putra-putri, berasal dari pelajar SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA se-Kabupaten Jombang. Mereka mengikuti pertandingan pada 14 kategori putra-putri mulai KU-7, KU-9, KU-11, KU-13, KU-15, KU-17, hingga KU-19

Di ajang kejurkab siswa siswi yang yang tergabung di klub catur piobmas jombang ikut serta memeriahkan pertandingan catur yang di adakan di Aula 1 Dinasbpendisikan Jombang.

Ketua klub catur Pionmas Jombang Wahyudi S ketika di konfirmasi menyampaikan, memang beberapa siswa siswi banyak yang ikut latihan di klub catur Pionmas

“Cara melatih menggunakan Opening, Midel dan Ending. Tidak hanya itu, setuap latihan juga saya ajak mengikuti cara bermain catur untuk melatih kedisiplinan,” ucapnya.

Sementara itu juara 1 diajang kejurkab tahun 2026 bernama Rahma Nova Salsabila menyampaikan, saya bisa huara 1 karena disiplin latihan. Sedangkan Istiana juara 1 U 17 Putri menyampaikan, ikut Latihan di Klub Catur Pionmas sudah lama dan tekun belajar bermain catur.

Ufaira Fitria Salsabila bisa juara 1 menceritakan karena tekun latihan di klub catur pionmas Jombang. Latihan di klub catur pionmas Jombang memang enak, mudah memahami materinya. Karena bisa mempertajam daya ingat dan konsentrasi sehingga bisa memahami bahwa tujuan utama adalah melakukan skakmat

 

Daftar Juara klub PION MAS Jombang:
1. Jonathan Narendra Kusuma (KU7 -Putra) Juara 3
2. M. Asrori El Khawarizmi (KU9 – Putra) Juara 1
3. Ufaira Salsabilla Fitria (KU11 – Putri) Juara 1
4. Haridl Azuan Syabistari (KU17 – Putra) Juara 1
5. Istianah (KU17 – Putri) Juara 1
6. Dzaky Ahmad Fairizzidan Alfaraby (KU19 – Putra) Juara 2
7. Rahma Nova Salsabila (KU19 – Putri) Juara 1
8. Whiwhin Eka Zuniarti (KU19 – Putri) Juara 2
9. Dinda Ayu Mutiara (KU19 – Putri) Juara Harapan 1
10 harapan 2 ( U 9 ) diraih oleh Faza Amanfa Dusturia

Sesuai Arahan Pemerintah, Pabrik Gula Tjoekir Wujudkan Swasembada Gula Nasional

Jombang, Briannova.or.id Dinas Pertanian Kabupaten Jombang terus menggenjot percepatan program tanam bongkar ratoon guna mengejar target perluasan lahan tebu tahun 2026. Upaya tersebut dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak mulai dari pemerintah daerah, pabrik gula, APTR, hingga kelompok tani.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, M. Rony, mengatakan kegiatan tanam bongkar ratoon bukan sekadar seremoni pertanian, melainkan bentuk percepatan sekaligus penyemangat bagi seluruh pemangku kepentingan agar target tanam tebu segera tercapai.

Menurutnya, sinergi seluruh stakeholder sangat dibutuhkan untuk mempercepat realisasi target yang telah ditetapkan pemerintah. Mulai dari pemerintah daerah, pihak pabrik gula, asosiasi petani tebu rakyat, hingga kelompok tani didorong bergerak bersama agar capaian tanam dapat segera terpenuhi.

Dalam kegiatan yang digelar hari ini, luas lahan yang ditanami mencapai sekitar 3,5 hektare. Sementara itu, target bongkar ratoon yang dipatok tahun ini mencapai 3.000 hektare dan perluasan lahan sebesar 200 hektare. Hingga saat ini realisasinya telah mencapai sekitar 2.600 hektare.

Artinya, masih terdapat kekurangan sekitar 400 hektare yang harus segera dipenuhi agar target 2026 dapat tercapai sepenuhnya.

Rony mengungkapkan, salah satu kendala utama yang dihadapi saat ini adalah persoalan perizinan lahan di kawasan sekitar hutan dan wilayah Perhutani yang sebenarnya memiliki potensi besar untuk pengembangan tanaman tebu.

Ia menyebut, pihak terkait sebelumnya telah mengirimkan surat kepada dinas kehutanan hingga kementerian di tingkat pusat untuk proses perizinan tersebut. Namun hingga kini izin yang diharapkan belum juga turun.

Padahal, apabila izin pemanfaatan lahan itu segera diterbitkan, potensi perluasan areal tebu di Kabupaten Jombang diyakini mampu memenuhi target yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

Selain itu, Rony menegaskan pola tanam tebu yang dikembangkan saat ini tidak menggunakan sistem tumpang sari dengan tanaman lain seperti jagung. Hal itu dilakukan agar produktivitas tebu dapat lebih optimal dan fokus pada peningkatan hasil panen.

Sementara, General Manager (GM) PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) Pabrik Gula (PG) Tjoekir Abdul Azis Purmali menyebutkan, program bongkar ratoon merupakan program pemerintah dalam mewujudkan swasembada gula nasional.

“Bongkar ratoon menjadi solusi penting dalam meremajakan tanaman tebu yang produktivitasnya mulai menurun akibat keprasan berulang,” ucapnya.

la menegaskan, program bongkar ratoon ini menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan produktivitas tebu rakyat. Dengan bibit unggul dan pola tanam yang lebih baik, kami optimistis hasil panen petani akan semakin meningkat.

“Kami berharap melalui program ini para petani lingkungan wilayah kerja PG Tjoekir semakin semangat dalam berkolaborasi dan bersinergi, petani bisa sejahtera serta bisa mewujudkan swasembada gula nasional sesuai dengan arahan pemerintah,” Pungkasnya (vir)

Lulusan MTsN 16 Jombang Dibekali Agar Tetap Menjaga Akhlakul Karimah

Caption Foto : Kepala MTsN 16 Jombang, Hj. Emi Tahmidah, S.Pd., M.A. saat memberikan sambutan

Jombang, Briannova.or.id – Suasana haru dan penuh doa mewarnai kegiatan pelepasan siswa kelas IX MTsN 16 Jombang. Dalam momen tersebut, para siswa tidak hanya dilepas untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, tetapi juga dibekali pesan moral agar tetap menjaga akhlakul karimah dan nama baik almamater. Kamis (21/05/26)

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang, Dr. H. Arif Hidayatulloh, M.Pd.I, menegaskan bahwa inti utama dari kegiatan tersebut adalah mendoakan para siswa agar menjadi generasi yang saleh, berilmu, dan bermanfaat bagi agama, bangsa, serta negara.

Dalam sambutannya, Arif Hidayatulloh mengajak seluruh wali murid dan guru untuk bersama-sama mendoakan masa depan para siswa. Ia berharap lulusan MTsN 16 Jombang mampu meraih cita-cita setinggi mungkin dan menjadi kebanggaan keluarga maupun madrasah.

“Raihlah cita-cita setinggi langit, bahagiakan kedua orang tua, almamater, bangsa, dan negara. Harapan besar keluarga dan bangsa ada di tangan kalian,” ujarnya.

Ia juga berpesan agar para siswa tetap memegang teguh ilmu dan nilai-nilai yang telah diajarkan guru selama menempuh pendidikan di madrasah, terutama dalam menjaga akhlak.

Menurutnya, kepintaran tanpa akhlakul karimah tidak akan membawa kebahagiaan hidup. Karena itu, ilmu pengetahuan harus berjalan beriringan dengan iman dan perilaku yang baik agar mampu mengantarkan seseorang menuju kesuksesan dunia maupun akhirat.

Selain memberikan motivasi kepada siswa, Arif juga menyampaikan apresiasi kepada wali murid yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya di MTsN 16 Jombang. Ia turut mendoakan agar para orang tua diberikan umur panjang, rezeki yang berkah, dan kemudahan dalam melanjutkan pendidikan anak-anak mereka.

Ucapan terima kasih juga diberikan kepada Kepala MTsN 16 Jombang, Hj. Emi Tahmidah, S.Pd., M.A., yang dinilai berhasil membawa madrasah semakin maju dan berprestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik.

Sementara itu, Kepala MTsN 16 Jombang, Hj. Emi Tahmidah, menyampaikan rasa syukur sekaligus haru karena telah diberi amanah mendampingi para siswa selama tiga tahun terakhir.

Ia mengaku perjalanan mendidik para siswa bukanlah proses yang mudah. Berbagai dinamika dan tantangan selama mendampingi siswa menjadi bagian dari perjalanan pendidikan di madrasah.

“Kami mohon maaf sebesar-besarnya apabila selama tiga tahun mendampingi putra-putri panjenengan masih banyak kekurangan dan kesalahan,” tuturnya di hadapan wali murid.

Menurut Emi, tidak mungkin perjalanan pendidikan selama tiga tahun berjalan tanpa kendala maupun ujian. Karena itu, ia berharap hubungan baik antara pihak madrasah dan wali murid tetap terjalin dengan saling membuka pintu maaf.

Dalam kesempatan tersebut, Emi juga memberikan semangat kepada para siswa agar terus melanjutkan pendidikan dan tetap bangga menjadi bagian dari MTsN 16 Jombang. Ia menyebut para siswa kelas IX sebagai anak-anak hebat karena telah menyelesaikan proses pendidikan hingga tuntas.

Meski kegiatan pelepasan telah digelar, pengumuman kelulusan resmi tetap menunggu jadwal pemerintah yang akan diumumkan pada 2 Juni mendatang melalui laman resmi dan media sosial MTsN 16 Jombang.

“Insya Allah lulus semuanya,” ucap Emi yang langsung diamini para wali murid dan siswa dengan penuh harapan. (vir)

Siswa SD Jombang Adu Bertutur, Literasi Budaya Lokal Menguat

Jombang, Briannova.or.id – Suasana Pendopo Kabupaten Jombang tampak berbeda pada Selasa (12/05/26). Satu per satu siswa SD/MI tampil percaya diri di hadapan dewan juri, membawakan cerita rakyat dengan ekspresi, intonasi, hingga gerak tubuh yang memikat perhatian para penonton.

Melalui Lomba Bertutur Tingkat SD/MI Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Jombang berupaya membangun budaya literasi sejak usia dini sekaligus menanamkan kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal.

Kegiatan yang digelar oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jombang tersebut berlangsung selama dua hari, mulai 12 hingga 13 Mei 2026, dengan menghadirkan 50 peserta didik kelas 4 SD/MI dari berbagai sekolah di Kabupaten Jombang.

Tak sekadar menjadi ajang kompetisi, lomba ini juga menjadi ruang belajar bagi anak-anak untuk melatih kemampuan komunikasi, keberanian tampil di depan umum, hingga menyusun cerita dengan baik.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jombang, Thonsom Pranggono, mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mencari bibit unggul yang nantinya akan mewakili Jombang pada tingkat Provinsi Jawa Timur.

“Melalui lomba bertutur ini, anak-anak tidak hanya belajar berbicara di depan umum, tetapi juga mengenal dan mencintai budaya lokal melalui cerita rakyat,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang, Agus Purnomo, yang hadir mewakili Bupati Jombang, menekankan pentingnya inovasi dalam meningkatkan minat baca masyarakat, terutama generasi muda.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakannya, Agus Purnomo mendorong Dinas Perpustakaan agar terus menghadirkan program yang dekat dengan kebutuhan masyarakat, termasuk memperluas akses bacaan hingga ke lingkungan pondok pesantren.

“Anak-anak dilatih menyusun kata, membangun rasa percaya diri, dan berani tampil. Menang atau kalah adalah bagian dari proses belajar,” kata Agus Purnomo.

Dukungan terhadap penguatan literasi juga datang dari Bunda Literasi Kabupaten Jombang sekaligus Ketua TP PKK Kabupaten Jombang, Yuliati Nugrahani Warsubi, yang turut hadir memberikan semangat kepada para peserta.

Kegiatan pembukaan semakin meriah dengan penampilan monolog dari siswi SMA Negeri 3 Jombang, Hibah Mahbubiyahtun Nabilah, yang berhasil menarik perhatian para tamu undangan.

Dalam perlombaan tersebut, peserta dinilai berdasarkan kemampuan performa, teknik bertutur, penguasaan materi, hingga kreativitas bercerita. Uniknya, peserta tidak diperbolehkan menggunakan alat musik pengiring. Seluruh efek bunyi hanya boleh dihasilkan dari anggota tubuh peserta.

Adapun dewan juri yang terlibat berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari unsur pendidikan, komunikasi hingga budayawan, yakni Anom Antono, Nina Muthmainnah, dan Sujai.

Para pemenang nantinya akan memperoleh trofi, piagam penghargaan, dan uang pembinaan jutaan rupiah yang akan diserahkan pada Festival Literasi Kabupaten Jombang Oktober 2026 mendatang.

Tak hanya itu, juara pertama juga dipastikan menjadi wakil Kabupaten Jombang pada ajang Lomba Bertutur tingkat Provinsi Jawa Timur. Pungkasnya (vir)

Tradisi Riyaya Unduh-Unduh Mojowarno Perkuat Persaudaraan Antarumat Beragama

Jombang, Briannova.or.id – Di tengah semarak budaya Jawa yang masih terjaga kuat, jemaat Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Mojowarno kembali menggelar tradisi tahunan Riyaya Unduh-Unduh 2026. Perayaan yang berlangsung di Mojowarno, Kabupaten Jombang, Minggu (10/5/2026) malam itu berlangsung meriah sekaligus sarat makna spiritual dan kebersamaan.

Sejak sore hari, masyarakat mulai memadati area kegiatan. Nuansa syukur begitu terasa ketika jemaat mengikuti ibadah bersama sambil membawa aneka hasil bumi, mulai dari padi, sayuran, buah-buahan hingga makanan tradisional. Hasil panen tersebut menjadi simbol rasa terima kasih atas rezeki dan berkah yang diterima sepanjang tahun.

Ketua Panitia Riyaya Unduh-Unduh GKJW Mojowarno, Rudi Prasetyo Adi mengatakan, tradisi tahunan ini bukan sekadar seremoni keagamaan, tetapi juga bentuk pelestarian budaya dan penguatan nilai sosial di tengah masyarakat.

“Rangkaian kegiatan dimulai dari ibadah syukur, kemudian kirab hasil bumi, pertunjukan seni budaya, pelelangan hasil persembahan jemaat, hingga ditutup pagelaran wayang kulit semalam suntuk,” ujarnya saat ditemui di Lapangan SMPK YBPK Mojowarno.

Menurutnya, hasil pelelangan persembahan jemaat nantinya digunakan untuk mendukung pelayanan gereja sekaligus kegiatan sosial kemasyarakatan. Tradisi Unduh-Unduh juga menjadi momentum mempererat persaudaraan antarumat beragama di Kabupaten Jombang.

“Melalui kegiatan ini kami ingin menanamkan nilai gotong royong, kepedulian sosial, serta rasa syukur dalam kehidupan bermasyarakat. Kebersamaan seperti ini penting untuk terus dijaga,” katanya.

Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang acara berlangsung. Kehangatan warga yang berbaur menikmati kirab budaya hingga pertunjukan seni tradisional menciptakan suasana penuh kekeluargaan. Kentalnya nuansa budaya Jawa membuat perayaan Riyaya Unduh-Unduh tahun ini terasa semakin hidup dan bermakna.

Wakil Bupati Jombang, Salmanuddin Yazid yang turut hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi kepada keluarga besar GKJW Mojowarno atas konsistensinya menjaga tradisi budaya dan harmoni sosial di tengah masyarakat.

Menurutnya, pagelaran wayang kulit yang menjadi puncak acara bukan hanya hiburan rakyat, tetapi juga warisan budaya yang sarat nilai kehidupan.

“Wayang kulit mengandung banyak pesan moral dan tuntunan hidup. Ini merupakan budaya bangsa yang harus terus dijaga dan dilestarikan,” ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten Jombang, lanjut Salmanuddin, mendukung penuh berbagai kegiatan budaya yang mampu memperkuat persatuan dan menjaga keharmonisan masyarakat.

Ia berharap Riyaya Unduh-Unduh tidak hanya menjadi agenda tahunan gereja, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan lintas masyarakat untuk memperkuat toleransi, persaudaraan, serta menjaga kondusivitas daerah.

“Kebersamaan dan keharmonisan antarumat harus terus dirawat. Jika masyarakat guyub, maka keamanan dan ketertiban juga akan tetap terjaga sehingga Jombang senantiasa kondusif,” pungkasnya. (vir)

Wisuda UPJB Jombang, Rektor Tekankan Lulusan Harus Adaptif dan Berintegritas

Caption Foto : Rektor UPJB Jombang, Prof. Dr. Dra. Munawaroh, M.Kes. saat sambutan

Jombang, Briannova.or.id – Universitas PGRI Jombang kembali menegaskan komitmennya mencetak sumber daya manusia unggul dan siap menghadapi tantangan zaman melalui prosesi wisuda tahun 2026. Dalam momentum tersebut, kampus menyoroti pentingnya kemampuan adaptasi, daya tahan moral, hingga kontribusi nyata lulusan bagi masyarakat dan bangsa.

Rektor UPJB Jombang, Prof. Dr. Dra. Munawaroh, M.Kes. menegaskan bahwa lulusan perguruan tinggi saat ini tidak cukup hanya memiliki kecerdasan akademik, namun juga harus mampu beradaptasi dengan perubahan serta memiliki integritas moral yang kuat.

“Lulusan perguruan tinggi dituntut tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan adaptasi dan daya tahan moral,” ujarnya dalam sambutan wisuda.

Menurutnya, sebagai bagian dari sistem pendidikan tinggi nasional, Universitas PGRI Jombang terus melakukan transformasi untuk menjawab tantangan zaman di bidang pendidikan. Kampus mengembangkan ekosistem pembelajaran modern melalui penguatan kurikulum berbasis capaian pembelajaran dan project based learning yang menempatkan mahasiswa sebagai pusat proses pembelajaran.

Transformasi tersebut, lanjutnya, sejalan dengan arah kebijakan pendidikan tinggi yang berbasis inovasi, pengalaman, serta pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran.

Capaian akreditasi institusi dengan predikat Baik Sekali beserta sejumlah program studi yang memperoleh capaian serupa menjadi indikator peningkatan mutu pendidikan yang berjalan konsisten di lingkungan kampus.

“Proses akreditasi bukan sekadar penilaian administrasi, tetapi refleksi institusional untuk peningkatan kualitas berkelanjutan,” tambahnya.

Tak hanya itu, tahun 2025 juga menjadi momentum penting bagi perkembangan kualitas sumber daya manusia di lingkungan kampus. Universitas PGRI Jombang mencatat penambahan dua guru besar baru, sehingga total guru besar di kampus tersebut kini menjadi lima orang.

Di bidang penelitian dan pengabdian masyarakat, kampus juga menunjukkan peningkatan signifikan. Sebanyak 17 dosen berhasil memperoleh hibah penelitian nasional yang mencerminkan meningkatnya kapasitas riset institusi.

Selain fokus pada publikasi ilmiah, UPJB Jombang juga memperluas dampak pengabdian masyarakat hingga tingkat internasional melalui berbagai kolaborasi perguruan tinggi luar negeri.

Kerja sama dengan institusi nasional dan internasional dinilai membuka peluang mobilitas akademik, pertukaran pengetahuan, hingga penguatan reputasi kampus di tingkat global.

Prestasi mahasiswa pun turut menjadi sorotan dalam wisuda tersebut. Sebanyak tujuh kelompok mahasiswa berhasil memperoleh pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), bahkan satu kelompok lolos ke tingkat nasional dengan capaian dosen pembina terbaik nasional.

Rektor menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa Universitas PGRI Jombang tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga mampu berkarya dan bersaing di tingkat nasional.

“Dunia saat ini tidak lagi menanyakan apa gelar Anda, tetapi apa kontribusi Anda,” tegasnya.

Ia pun berpesan agar para wisudawan menjadi pembelajar sepanjang hayat, inovator, serta problem solver yang tetap menjunjung integritas dan etika dalam kehidupan bermasyarakat.

Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur, Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M. turut menyampaikan apresiasi atas capaian Universitas PGRI Jombang dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi.

Ia mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan yang dinilai siap memberikan dampak positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara melalui kompetensi yang diperoleh selama menempuh pendidikan.

Menurutnya, lulusan perguruan tinggi harus mampu menjadi agen perubahan yang dapat mengoptimalkan peluang serta kekuatan baru di tengah perkembangan zaman.

“Kami berharap para sarjana mampu mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh di perguruan tinggi untuk masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Dyah Sawitri juga mengapresiasi Universitas PGRI Jombang yang dinilai terus menghasilkan karya nyata dalam dunia pendidikan tinggi serta konsisten meningkatkan kualitas SDM unggul Indonesia. Pungkasnya (vir)

Buka Giling, PG Tjoekir Bidik Produksi Gula 40 Ribu Ton

Jombang, Briannova.or.id – Tradisi tebu manten menjadi penanda dimulainya musim giling di Pabrik Gula (PG) Tjoekir, Kabupaten Jombang, yang dikemas dalam Selamatan Buka Giling 2026. Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga momentum memperkuat sinergi antara pemerintah, pabrik gula, dan petani tebu untuk mendorong peningkatan produksi gula nasional.

Bupati Jombang Warsubi turut hadir dalam acara tebu manten yang menjadi simbolis pembukaan musim giling, kegiatan tersebut berlangsung di Graha Karya PG Tjoekir. Senin (04/05/26)

Dalam sambutannya, Warsubi menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak agar musim giling tahun ini berjalan optimal. Ia berharap target produksi tidak hanya tercapai, tetapi juga meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

“Mulai dari bahan baku hingga produk akhir harus dijaga kualitasnya. Ini penting agar hasil produksi meningkat, baik dari sisi kuantitas maupun mutu,” ujarnya.

Ia juga menyoroti peran strategis petani tebu sebagai mitra utama industri gula. Menurutnya, peningkatan rendemen dan kualitas tebu akan berdampak langsung pada kesejahteraan petani serta pertumbuhan ekonomi daerah.

Sementara itu, GM PG Tjoekir Abdul Azis Purmali mengungkapkan bahwa tahun 2026 menjadi tantangan baru bagi pihaknya. Setelah pada tahun sebelumnya mampu menggiling 506.000 ton tebu dan menghasilkan 34.000 ton gula, tahun ini target dinaikkan secara signifikan.

“Target kami di 2026 adalah memproduksi 40.000 ton gula dengan rendemen 7,2 hingga 7,3 persen. Untuk itu dibutuhkan sekitar 542.000 ton tebu,” jelasnya.

Ia menambahkan, pencapaian target tersebut membutuhkan dukungan penuh dari seluruh stakeholder, terutama petani tebu sebagai pemasok utama bahan baku. Menurutnya, semangat kebersamaan yang tercermin dalam tradisi tebu manten menjadi simbol kuat untuk menyatukan komitmen tersebut.

Rencananya, musim giling PG Tjoekir akan dimulai pada Jumat Legi, 23 Mei 2026. Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, manajemen optimistis target produksi dapat tercapai sekaligus mendukung program swasembada gula nasional.

Tradisi tebu manten sendiri menjadi bagian penting dalam budaya industri gula di Jawa, sebagai simbol harapan akan kelancaran proses produksi dan hasil panen yang melimpah. Pungkasnya (vir)

Festival 16.30 Bangkitkan Tirta Wisata Lewat Energi Pemuda

Jombang, Briannova.or.id – Pemerintah Kabupaten Jombang terus berupaya meningkatkan daya tarik destinasi wisata daerah dengan melibatkan generasi muda. Melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar), Pemkab menggelar Festival 16.30 bertema Energi Muda Mengubah Dunia di kawasan Tirta Wisata, Sabtu (25/04/26).

Kegiatan ini menghadirkan beragam agenda menarik yang memadukan unsur olahraga, lingkungan, hiburan, dan budaya. Mulai dari senam bersama, penebaran benih ikan, mancing bersama, hingga pertunjukan seni budaya yang disambut antusias masyarakat.

Kepala Disporapar Kabupaten Jombang, Nur Evva Maylia, mengatakan Festival 16.30 dirancang sebagai wadah bagi pemuda usia 16 hingga 30 tahun untuk berkreasi dan berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Menurutnya, sekitar 23 persen penduduk Kabupaten Jombang merupakan kelompok usia muda. Potensi tersebut dinilai sangat besar untuk mendorong pertumbuhan sektor pariwisata apabila dikelola secara maksimal.

“Generasi muda memiliki energi besar yang bisa menjadi penggerak kemajuan wisata daerah,” ujarnya.

Selain kegiatan utama di lokasi acara, festival ini juga menghadirkan program city tour yang mengajak peserta mengunjungi sejumlah titik strategis di Jombang, seperti TPA, Pendopo Kabupaten, hingga klenteng. Peserta berasal dari berbagai komunitas pemuda, di antaranya pemuda pelopor, paguyuban Guk Yuk, Purna Paskibraka, serta perwakilan atlet daerah.

Nur Evva menambahkan, penyelenggaraan festival di Tirta Wisata diharapkan mampu menghidupkan kembali kawasan tersebut sebagai salah satu ikon wisata yang pernah populer di kalangan masyarakat.

Ia menyebut, setelah beberapa kali digunakan sebagai lokasi kegiatan publik, jumlah kunjungan masyarakat ke Tirta Wisata mulai menunjukkan peningkatan.

Ke depan, Disporapar berencana menggelar event serupa secara rutin setiap dua bulan sekali sebagai ruang terbuka bagi anak muda untuk menampilkan potensi, kreativitas, dan bakat mereka. Pungkasnya (vir)

MBG di 18 Sekolah Cukir Diawasi Ketat, Kualitas Menu Jadi Prioritas

Jombang, Briannova.or.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Cukir terus dijalankan dengan pengawasan ketat. Mitra Dapur SPPG Cukir 2 memastikan seluruh proses produksi hingga distribusi makanan ke sekolah dilakukan sesuai standar nasional dan petunjuk teknis pemerintah.

Perwakilan yayasan Mitra Dapur SPPG Cukir 2, Nur Laila Al Andi, menyampaikan bahwa pihaknya saat ini melayani 18 sekolah negeri maupun swasta dengan total 2.188 siswa sebagai penerima manfaat.

Menu yang disajikan setiap hari juga telah disesuaikan dengan ketentuan dari Badan Gizi Nasional (BGN). Pada distribusi hari ini, siswa menerima nasi putih, ayam koloke, mapo tofu, tumis kecambah, sawi, wortel, serta buah kelengkeng.

“Total ada 2.188 penerima manfaat dari 18 sekolah negeri maupun swasta,” ujarnya, Selasa (23/04/26).

Ia menjelaskan, sistem distribusi dilakukan melalui prosedur berlapis. Saat makanan tiba di sekolah, dilakukan serah terima resmi yang dituangkan dalam berita acara. Setelah itu, Penanggung Jawab (PIC) MBG di masing-masing sekolah wajib melakukan pengecekan kualitas makanan.

Pemeriksaan tersebut meliputi kelayakan menu dari sisi rasa, warna, aroma, hingga tekstur. Hasil penilaian dituangkan dalam lembar Laporan Uji Organoleptik dengan skala nilai 1 sampai 5 yang telah disediakan BGN.

“Sebelum dibagikan kepada siswa, makanan dibuka lebih dulu untuk dicek PIC sekolah. Jika dinyatakan layak, baru didistribusikan,” jelasnya.

SPPG Cukir 2 juga menerapkan kebijakan tegas apabila ditemukan menu yang tidak memenuhi standar konsumsi. Makanan tersebut tidak akan dibagikan dan diganti pada distribusi hari berikutnya.

“Jika ada menu yang dinilai tidak layak, maka akan di-skip dan diganti pada menu berikutnya setelah pemberitahuan kepada penerima manfaat,” katanya.

Sebagai contoh, apabila buah yang diterima dalam kondisi terlalu matang atau rusak, maka penggantian dilakukan keesokan harinya dengan porsi ganda setelah berkoordinasi dengan sekolah.

Selain itu, pihaknya menganjurkan agar makanan dikonsumsi langsung di lingkungan sekolah sesuai SOP BGN. Langkah ini dinilai penting agar sisa makanan bisa menjadi bahan evaluasi terhadap tingkat kesukaan siswa dan kualitas menu yang disajikan.

Dari hasil evaluasi hari ini, secara umum makanan dinyatakan aman dan layak konsumsi. Namun masih terdapat masukan terkait rasa tumisan yang dianggap kurang gurih, serta minat siswa yang masih rendah terhadap beberapa jenis sayuran.

Ke depan, SPPG Cukir 2 berencana menggelar rapat koordinasi rutin bersama seluruh PIC sekolah guna menyamakan persepsi dan meningkatkan kualitas menu MBG, sehingga kebutuhan gizi siswa dapat terpenuhi secara optimal. Pungkasnya (vir)

Recent Posts