Jambore Anak Jombang Dorong Anak Berani Bersuara dan Berkarya

Jombang, Briannova.or.id – Pemerintah Kabupaten Jombang menegaskan komitmennya untuk memberikan ruang lebih luas bagi anak dalam menyampaikan aspirasi, mengembangkan potensi, serta berpartisipasi dalam pembangunan daerah. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Jambore Anak Jombang yang menjadi ruang berkumpul sekaligus wadah ekspresi bagi anak-anak.

Wakil Bupati Jombang M. Salmanudin Yazid menyebutkan, Jambore Anak merupakan kegiatan rutin tahunan yang difasilitasi Forum Anak Jombang di bawah naungan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Jombang.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang berkumpul. Jambore memberikan kesempatan kepada anak untuk berinteraksi, belajar, bersosialisasi, mengembangkan kreativitas, menyampaikan pendapat, sekaligus menunjukkan potensi yang dimiliki.

“Anak-anak adalah bagian dari pembangunan daerah. Mereka berhak didengar, menyampaikan pendapat, serta turut memberikan gagasan terkait hal-hal yang menyangkut kehidupan dan masa depannya,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutan tersebut.

Pemerintah Kabupaten Jombang pun mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang ramah anak. Aspirasi anak dinilai perlu didengar, difasilitasi, dan menjadi salah satu pertimbangan dalam proses pembangunan daerah.

Dalam sambutannya, Pemkab Jombang juga menyinggung konsep anak sebagai pelopor dan pelapor yang dikembangkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Sebagai pelopor, anak diharapkan mampu menjadi contoh sekaligus penggerak di lingkungan sekitarnya untuk menciptakan kehidupan yang aman, nyaman, sehat, dan ramah anak.

Sedangkan sebagai pelapor, anak didorong memiliki keberanian dan kepedulian untuk menyampaikan atau melaporkan ketika menemukan tindakan yang mengarah pada kekerasan, diskriminasi, eksploitasi, maupun bentuk pelanggaran terhadap hak anak.

Pesan lain yang menjadi perhatian adalah pencegahan perkawinan di usia anak. Pemerintah meminta anak-anak memanfaatkan masa mudanya untuk belajar, berkarya, bermain, membangun persahabatan, mengembangkan potensi, serta mempersiapkan diri meraih cita-cita.

“Jangan pernah mengambil keputusan untuk menikah di usia anak,” pesan tersebut menegaskan.

Pemkab Jombang juga berharap seluruh anak dapat terus melanjutkan pendidikan, setidaknya hingga 13 tahun. Pendidikan dinilai tidak hanya berorientasi pada ijazah, tetapi juga menjadi proses pembentukan pengetahuan, keterampilan, karakter, dan kesiapan menghadapi masa depan.

Caption Foto : Foto bersama

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, Dr. Eko Redjo Sunariyanto, S.Pd., M.Pd., menekankan pentingnya memberikan ruang ekspresi kepada seluruh anak tanpa membedakan latar belakang maupun kondisi mereka.

Peserta Jambore Anak tidak hanya berasal dari anak-anak pada umumnya, tetapi juga melibatkan anak dari sekolah luar biasa (SLB). Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang yang lebih inklusif bagi anak.

Menurut Eko, keberadaan anak-anak dari berbagai kondisi dalam satu kegiatan menjadi penting agar seluruh anak Indonesia memperoleh kesempatan yang sama untuk berekspresi dan mendapatkan haknya.

Motivasi utama kegiatan tersebut, kata dia, adalah memastikan semua anak mendapatkan ruang untuk menunjukkan kemampuan dan mengekspresikan dirinya, sekaligus memperoleh layanan pendidikan yang baik.

Ia berharap semangat tersebut benar-benar dipahami oleh seluruh pihak, mulai dari orang tua, pemerintah, hingga masyarakat. Anak-anak, termasuk anak berkebutuhan khusus, perlu mendapatkan ruang ekspresi yang tepat agar potensi mereka dapat berkembang.

Kesadaran tersebut dinilai penting karena anak-anak hari ini merupakan bagian dari generasi yang akan menentukan masa depan Indonesia.

“Harapannya betul-betul disadari semuanya, orang tua, pemerintah, kemudian masyarakat, bahwa mereka pun harus diberikan tempat ekspresi yang pas. Karena tahun 2045, mereka mungkin ada di antaranya,” ujarnya.

Melalui Jambore Anak, pemerintah berharap tercipta ekosistem yang semakin mendukung tumbuh kembang anak, sekaligus memastikan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan untuk belajar, berkreasi, menyampaikan aspirasi, dan mempersiapkan diri menjadi bagian penting dari pembangunan Indonesia di masa mendatang. Pungkasnya (vir)