Jumat, Maret 27, 2026
Beranda blog Halaman 3

Perkuat Sinergi Sekolah Dasar, Disdikbud Jombang Sosialisasikan Arah Kebijakan 2026

Jombang, Briannova.or.id – Upaya memperkuat arah kebijakan pendidikan dasar tahun 2026 mulai dimatangkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang. Melalui Bidang Pembinaan Sekolah Dasar, dinas tersebut menggelar Sosialisasi Program Kerja Tahun 2026 selama dua hari, Selasa hingga Rabu (27–28 Januari 2026), bertempat di Gedung Kesenian Kabupaten Jombang.

Kegiatan ini diikuti para pengawas serta kepala sekolah dasar negeri dan swasta se-Kabupaten Jombang. Forum tersebut menjadi ruang konsolidasi penting untuk menyamakan langkah antara pemerintah daerah dan satuan pendidikan dalam menghadapi tahun anggaran dan program kerja yang baru.

Hari pertama sosialisasi dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar, Rhendra Kusuma. Dalam arahannya, ia menegaskan pentingnya penyelarasan antara anggaran di tingkat sekolah dengan program kerja bidang pembinaan SD.

Menurutnya, setiap kegiatan pendidikan membutuhkan dukungan pembiayaan yang terencana dan selaras dengan kebijakan dinas. Ia juga mengingatkan peran strategis kepala sekolah sebagai pemimpin satuan pendidikan. Kepemimpinan yang humanis dinilai menjadi kunci dalam menyatukan visi dan misi seluruh warga sekolah, meskipun latar belakang dan karakter individu berbeda-beda.

“Sinergi dan kesamaan persepsi sangat penting agar program 2026 dapat berjalan efektif,” tegasnya di hadapan peserta.

Tak hanya membahas aspek program kelembagaan dan sarana prasarana, sosialisasi ini juga menghadirkan Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Disdikbud Jombang, Supartini. Ia menyoroti pentingnya sinkronisasi antara program pembinaan SD—yang mencakup sarana prasarana, kelembagaan, pembinaan minat, bakat, dan kreativitas siswa, serta pengembangan karier—dengan pelayanan individu bagi guru dan tenaga kependidikan.

Keterpaduan antarbidang tersebut diharapkan mampu memperkuat kualitas layanan pendidikan dasar secara menyeluruh, baik dari sisi manajemen sekolah maupun pengembangan sumber daya manusia.

Melalui kegiatan ini, Disdikbud Kabupaten Jombang menargetkan seluruh sekolah dasar memiliki pemahaman yang utuh terhadap arah kebijakan 2026. Dengan perencanaan yang terstruktur dan sinergi yang kuat, pelaksanaan program di tingkat satuan pendidikan diharapkan berjalan lebih terarah serta berdampak nyata pada peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Jombang. Pungkasnya (vir)

Wajah Baru Sekolah Warnai Peringatan Isra’ Mi’raj di SD Negeri Mojotrisno

Jombang, Briannova.or.id – SD Negeri Mojotrisno di Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, menghadirkan suasana religius sekaligus penuh semangat baru dalam satu rangkaian kegiatan istimewa. Sekolah dasar tersebut menggelar peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang dirangkai dengan peresmian gedung kelas serta ruang UKS hasil program revitalisasi pemerintah, Jumat (9/1/2026) pagi.

Sejak pagi, halaman sekolah dipadati siswa, guru, serta para tamu undangan. Nuansa khidmat terasa ketika lantunan doa dan sholawat menggema, dilanjutkan tausiyah yang mengajak para siswa meneladani perjuangan Rasulullah SAW dalam memperkuat keimanan, kedisiplinan, dan semangat menuntut ilmu.

Momentum spiritual ini menjadi semakin bermakna karena bertepatan dengan peresmian fasilitas baru sekolah. Gedung kelas yang telah direvitalisasi dan ruang UKS yang kini lebih representatif diharapkan mampu menunjang proses belajar mengajar sekaligus meningkatkan layanan kesehatan siswa di lingkungan sekolah.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Wor Windari, Pengawas SD Kecamatan Mojoagung Tamunah, Kepala Desa Mojotrisno Nanang Sugiarto, serta Ketua Komite SD Negeri Mojotrisno Pambudi Handoyo. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menjadi wujud dukungan nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan di wilayah tersebut.

Peresmian gedung dilakukan secara simbolis melalui pemotongan pita oleh Wor Windari. Dengan diresmikannya fasilitas tersebut, ruang kelas dan UKS resmi dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pendidikan dan pelayanan siswa secara optimal.

Dalam sambutannya, Wor Windari menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara pihak sekolah, pemerintah, dan masyarakat yang berhasil menghadirkan lingkungan belajar yang lebih layak dan nyaman. Ia berharap fasilitas baru ini dapat dimanfaatkan secara maksimal demi mendorong peningkatan mutu pendidikan.

Melalui peringatan Isra’ Mi’raj yang sarat nilai spiritual dan peresmian gedung baru yang penuh harapan, SD Negeri Mojotrisno menegaskan komitmennya untuk terus berkembang. Dengan dukungan fasilitas yang memadai dan semangat religius yang terjaga, para siswa diharapkan semakin termotivasi untuk berprestasi dan meraih masa depan yang lebih cerah. Pungkasnya (vir)

LBH Konsumen Nasional Jombang Berkomitmen Melindungi Konsumen

Jombang, Briannova.or.id – Suparmin, S.H. selaku advokat dan pendiri Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Konsumen Nasional berkantor di Jalan Mastrip Kabupaten Jombang angkat bicara.

Menurutnya, LBH Konsumen Nasional benar-benar hadir sebagai wadah perlindungan hukum bagi masyarakat, khususnya konsumen yang merasa dirugikan atas pelanggaran hak-hak mereka.

Selain itu, Lembaga tersebut juga secara konsisten mendampingi masyarakat dalam sengketa penagihan yang tidak sesuai aturan, termasuk kasus yang melibatkan debt collector dari lembaga keuangan jika terbukti melanggar prosedur hukum dan hak konsumen.

Suparmin, S.H. menegaskan bahwa pada waktu kejadian, dirinya sedang tidak berada di kantor dan tidak mengetahui adanya keributan di lokasi. Ia juga mengklarifikasi bahwa orang yang berada di ruang kantor tersebut bukan anggota resmi LBH Konsumen Nasional dan tidak memiliki wewenang apapun dari lembaga, meskipun beberapa di antaranya pernah berada di kantor sebagai tamu.

“Siapa saja boleh datang ke kantor kami untuk konsultasi atau aduan hukum, tetapi bukan berarti kantor kami digunakan untuk kegiatan yang tidak sepatutnya,” tambah Suparmin, S.H.

Dalam pernyataannya, Suparmin, S.H. juga menegaskan bahwa LBH Konsumen Nasional secara tegas tidak mentoleransi praktik perampasan kendaraan di luar mekanisme hukum yang berlaku.

Dengan klarifikasi ini, Suparmin, S.H. berharap masyarakat mendapatkan gambaran yang lebih akurat mengenai fungsi serta komitmen LBH Konsumen Nasional dalam membela hak konsumen dan menolak segala bentuk penyalahgunaan nama atau fasilitas lembaga untuk tujuan yang bertentangan dengan hukum. Pungkasnya. (vir)

Sinkronkan Program Lintas Sektor, Disdikbud Jombang Bahas Prioritas Pembangunan 2027

Jombang, Briannova.or.id – Upaya mematangkan arah pembangunan pendidikan dan kebudayaan tahun 2027 mulai digodok. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang menggelar Forum Perangkat Daerah sebagai bagian dari penyusunan Rencana Kerja (Renja) Tahun 2027, Jumat (20/2/2026), di Aula 1 Disdikbud Jombang.

Forum ini mempertemukan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jombang untuk menyelaraskan program lintas sektor. Sinkronisasi dinilai penting agar perencanaan tidak berjalan parsial, melainkan terintegrasi dan saling mendukung.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Wor Windari, memaparkan langsung arah kebijakan dan prioritas program yang akan menjadi fokus pada 2027. Ia menegaskan, penyusunan Renja harus mengacu pada dokumen perencanaan daerah sekaligus menjawab kebutuhan riil masyarakat.

“Perencanaan bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi fondasi untuk memastikan program pendidikan dan kebudayaan benar-benar berdampak,” ujarnya di hadapan peserta forum.

Turut mendampingi jalannya kegiatan, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Abdul Majid. Sementara itu, pandangan strategis terkait sinkronisasi perencanaan disampaikan oleh M. Supakun, Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia pada Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Jombang.

Ia menekankan pentingnya keselarasan antarperangkat daerah agar target pembangunan dapat dicapai secara efektif dan terukur.

Melalui forum ini, penyusunan Renja Disdikbud Tahun 2027 diharapkan lebih komprehensif dan partisipatif. Pemerintah Kabupaten Jombang menargetkan perencanaan yang tidak hanya administratif, tetapi mampu mendorong peningkatan kualitas pendidikan serta penguatan pelestarian kebudayaan daerah secara berkelanjutan. Pungkasnya (vir)

Disdikbud Jombang Perkuat Tata Kelola Hibah Pokir 2026 Lewat Penandatanganan NPHD

Jombang, Briannova.or.id – Sebanyak 180 lembaga penerima hibah mengikuti sosialisasi dan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) Hibah Pokok Pikiran (Pokir) Tahun Anggaran 2026 yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Senin (23/2/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula 1 Disdikbud Jombang itu menjadi langkah awal sebelum dana hibah yang bersumber dari APBD dapat dicairkan kepada para penerima.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Wor Windari, secara langsung membuka acara tersebut. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa NPHD merupakan dokumen krusial yang wajib ditandatangani sebelum proses pencairan dana dilakukan.

“NPHD ini adalah dasar hukum kerja sama antara lembaga penerima hibah dengan Disdikbud. Tanpa dokumen ini, pencairan tidak bisa diproses,” tegasnya di hadapan para peserta.

Ia menjelaskan, NPHD tidak sekadar dokumen administratif, tetapi memuat kesepakatan menyeluruh terkait usulan kegiatan, mekanisme pencairan, jadwal pelaksanaan, hingga kewajiban pertanggungjawaban dan pelaporan. Seluruh poin yang tertuang di dalamnya bersifat mengikat dan harus dijalankan sesuai regulasi yang berlaku.

Disdikbud juga mengingatkan agar setiap lembaga memedomani petunjuk teknis (juknis) dalam pelaksanaan program. Ketepatan waktu pelaporan menjadi perhatian khusus agar tidak terjadi keterlambatan yang dapat berdampak pada evaluasi dan administrasi keuangan daerah.

Dalam forum tersebut turut disampaikan bahwa dana hibah Pokir Tahun 2026 akan dicairkan sekaligus dalam satu tahap. Skema ini diharapkan mampu mempercepat realisasi kegiatan, dengan catatan seluruh proses administrasi dan pelaporan berjalan tertib.

Melalui sosialisasi ini, Disdikbud Jombang berharap seluruh penerima hibah memahami mekanisme, kewajiban, serta tanggung jawab dalam pengelolaan dana secara transparan dan akuntabel, sehingga program yang direncanakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Pungkasnya (vir)

Penataan Aset Daerah Diperketat, Pemkab Jombang Siapkan Payung Hukum Baru

Jombang, Briannova.or.id — Paripurna Dewan membahas jawaban Bupati atas pemandangan umum fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD). Sidang dipimpin oleh Ketua DPRD yang membuka forum dan memberi ruang tanya jawab sebelum pengambilan keputusan selanjutnya.

Dalam sesi tanggapan, Warsubi memaparkan bahwa Raperda dirancang mengatur siklus BMD secara komprehensif: mulai perencanaan, penganggaran, pengadaan, pemanfaatan, hingga penghapusan serta pengawasan. Ia menekankan bahwa tujuan kebijakan ini selain menjamin akuntabilitas juga membuka ruang ekonomi bagi masyarakat—tetapi dengan tata kelola yang tertib dan aman.

Fraksi pengusul, termasuk Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, mempertanyakan instrumen kebijakan, skema pengelolaan, dan indikator kinerja yang akan dipakai untuk mengukur efektivitas pengelolaan aset. Pemerintah daerah menjawab akan mengedepankan mekanisme pemanfaatan yang terukur: sewa, pinjam pakai, kerja sama pemanfaatan, serta skema bangun guna serah.

Bupati menjelaskan bahwa setiap pemanfaatan harus diawasi aparat internal untuk mencegah inefisiensi dan potensi kerugian. Pengawasan fungsional dan pemeriksaan oleh lembaga berwenang akan menjadi bagian dari kontrol tersebut agar tidak terjadi pembiaran yang merugikan publik maupun aset daerah.

Soal penataan ruang publik, pemerintah mengingatkan perlunya pengaturan terhadap lapak semi permanen yang kerap mengganggu arus lalu lintas dan mengancam keselamatan pengguna jalan. Semua pemanfaatan aset harus tunduk pada fungsi utama aset dan kepentingan umum, serta dilaksanakan melalui mekanisme yang sah dan jelas.

Untuk mendukung penegakan, perangkat daerah telah menindaklanjuti dengan patroli dan operasi gabungan. Dinas Perhubungan Kabupaten Jombang disebut aktif melaksanakan edukasi dan penertiban terhadap pedagang kaki lima agar tidak memanfaatkan bahu jalan—yang menurut Bupati termasuk penyalahgunaan fungsi ruang jalan.

Menjawab kekhawatiran fraksi tentang penyelesaian hak atas tanah Perumda Perkebunan Panglungan, pemerintah menyebutkan langkah-langkah konkret. Salah satunya pembentukan tim penyelamatan aset melalui keputusan bupati nomor 263 tahun 2025, serta proses pematokan dan pendaftaran hak guna usaha yang telah dijalankan sendiri oleh pihak perusahaan. Proses pendaftaran tersebut dilaporkan telah diajukan ke Kantor ATR/BPN pada 9 Februari 2026.

Pernyataan fraksi lain seperti Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Partai Demokrat, Fraksi Partai Persatuan Pembangunan, Fraksi Partai PKS, dan Fraksi Nasdem yang meminta kepastian penyelesaian juga dicatat pemerintah sebagai masukan untuk pemantapan regulasi dan langkah administratif berikutnya.

Paripurna ditutup dengan catatan bahwa Raperda pengelolaan BMD dimaksudkan tidak sekadar memperkuat aturan teknis, tetapi memberi kepastian hukum, melindungi kepentingan publik, dan menata pemanfaatan aset agar berfungsi sebagai pemicu ekonomi lokal tanpa mengorbankan keselamatan dan ketertiban umum. Pungkasnya (vir)

Pembangunan KDMP di Jombang Tersendat, Komisi A DPRD Soroti Kendala Lahan dan Anggaran

Jombang, Briannova.or.id – Upaya percepatan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Jombang masih menghadapi berbagai hambatan. Kondisi ini mengemuka dalam rapat dengar pendapat yang digelar Komisi A DPRD Kabupaten Jombang bersama sejumlah organisasi perangkat daerah dan unsur TNI.

Hearing tersebut turut menghadirkan BPKAD Kabupaten Jombang, DPMD Kabupaten Jombang, Dinas Koperasi, Bagian Hukum Pemkab Jombang, serta perwakilan Kodim 0814 Jombang. Forum ini difokuskan untuk menyamakan persepsi dan merumuskan langkah konkret percepatan pembangunan KDMP di seluruh desa.

Ketua Komisi A DPRD Jombang, Totok Hadi Riswanto, menegaskan bahwa percepatan harus segera direalisasikan agar target pemerataan gerai KDMP bisa tercapai. Berdasarkan paparan Kodim 0814, hingga kini tercatat 170 desa telah memulai proses pembangunan KDMP. Namun, masih terdapat 136 titik yang belum terealisasi.

“Total sudah 170 desa yang berproses. Sisanya masih ada kekurangan 136 titik,” ujarnya dalam forum tersebut.

Dari jumlah yang sudah berjalan, progres pembangunan dinilai belum signifikan. Pasalnya, baru 15 desa yang tercatat telah merampungkan pembangunan KDMP hingga 100 persen. Kondisi ini, menurut Totok, tidak boleh membuat semua pihak terlena meski capaian Jombang disebut masuk 10 besar secara nasional.

“Kita tidak boleh puas. Faktanya, baru 15 desa yang benar-benar rampung,” tegasnya.

Ia memaparkan, dua kendala utama yang dihadapi desa adalah keterbatasan lahan dan biaya pengurugan. Banyak desa belum memiliki tanah yang siap digunakan untuk pembangunan gerai KDMP. Selain itu, biaya urug lahan menjadi beban tersendiri bagi pemerintah desa.

Permasalahan tersebut, salah satunya dialami Desa Tambar, Kecamatan Jogoroto. Desa itu telah mengajukan permohonan penggunaan aset daerah, namun prosesnya dinilai berjalan lambat. Totok menyoroti alur administrasi yang harus melalui kecamatan, DPMD, hingga BPKAD sebelum diproses lebih lanjut.

“Proses ini yang perlu dipercepat agar tidak menghambat pembangunan di desa,” katanya.

Senada dengan itu, Kasdim 0814 Jombang, Nurhadi, membenarkan bahwa mayoritas hambatan memang terkait persoalan lahan. Ia menyebut, kendala tersebut tersebar hampir di seluruh wilayah, namun relatif lebih banyak terjadi di kawasan perkotaan.

“Dari 170 titik, baru 15 yang rampung 100 persen. Kendala lahan cukup merata, terutama di kecamatan kota,” ungkapnya.

Nurhadi menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor untuk merumuskan solusi konkret. Tujuannya agar seluruh desa di Kabupaten Jombang dapat memiliki gerai KDMP sebagai penggerak ekonomi desa.

Dengan masih tersisa ratusan titik yang belum terealisasi, percepatan pembangunan KDMP kini menjadi pekerjaan rumah bersama antara legislatif, eksekutif, hingga unsur TNI di Jombang. Pungkasnya (vir)

Perkuat Akses Pertanian dan UMKM, Infrastruktur Jalan Jombang Dipercepat di 2026

JOMBANG, Briannova.or.id – Memasuki satu tahun kepemimpinan Bupati Warsubi dan Wakil Bupati Salmanudin, pembangunan infrastruktur jalan menjadi salah satu prioritas utama Pemerintah Kabupaten Jombang. Fokus tersebut diterjemahkan dalam rencana strategis (renstra) 2026 yang disiapkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), khususnya Bidang Bina Marga.

Melalui skema Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026, Bidang Bina Marga mendapat alokasi sekitar Rp 74 miliar. Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR Jombang, Bustomi, menyebut anggaran tersebut akan difokuskan pada percepatan pembangunan sekaligus penguatan pemeliharaan rutin jalan.

“Anggaran ini kami arahkan untuk rehabilitasi, rekonstruksi, pemeliharaan berkala, hingga pembangunan pelengkap jalan seperti Tembok Penahan Jalan (TPJ) di sejumlah titik prioritas,” ujarnya.

Ruas-ruas yang menjadi prioritas meliputi jalur penghubung sentra pertanian, kawasan industri kecil, serta akses menuju fasilitas pendidikan dan layanan kesehatan. Strategi ini disiapkan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus memperlancar distribusi hasil produksi masyarakat.

Tak hanya pembangunan fisik, sekitar Rp 23 miliar dari total anggaran tersebut dialokasikan khusus untuk pemeliharaan rutin. Dana ini mencakup pengadaan material strategis seperti hotmix AC-WC, coldmix, aspal drum, aspal emulsi, hingga lapen guna mendukung perbaikan cepat di lapangan.

Namun, upaya tersebut tidak lepas dari tantangan. Keterbatasan fiskal daerah, cuaca ekstrem, sistem drainase yang belum optimal, hingga kendaraan overloading menjadi faktor yang mempercepat kerusakan jalan. Karena itu, pengawasan teknis serta kualitas pekerjaan konstruksi akan diperketat untuk mencegah kerusakan dini setelah proyek selesai.

Pemkab Jombang menargetkan peningkatan persentase kemantaban jalan sebagai indikator kinerja utama sektor infrastruktur. Dengan kondisi jalan yang semakin baik, distribusi hasil pertanian dan produk UMKM diharapkan lebih efisien serta mampu mendongkrak daya saing daerah.

“Dengan infrastruktur yang lebih mantap, pergerakan ekonomi masyarakat akan semakin kuat,” pungkasnya (vir)

PUPR Jombang Kawal Ketat SLF RS Bhayangkara, Pra Konsultasi Jadi Kunci Lolos Verifikasi

Jombang, Briannova.or.id – Proses pengajuan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) untuk Rumah Sakit Bhayangkara Jombang tak dilakukan secara terburu-buru. Sebelum diajukan resmi melalui sistem SIMBG, tahapan pra konsultasi dokumen kajian teknis digelar sebagai langkah awal untuk memastikan seluruh persyaratan teknis dan administratif benar-benar terpenuhi.

Kegiatan ini difasilitasi oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Jombang dalam rangka permohonan SLF atas nama Pemerintah Republik Indonesia c.q. Kepolisian Negara Republik Indonesia Daerah Provinsi Jawa Timur untuk Rumah Sakit Bhayangkara Jombang.

Pra konsultasi ini menjadi ruang sinkronisasi awal antara pihak rumah sakit, konsultan perencana, serta tim teknis dari pemerintah daerah. Dokumen kajian teknis yang meliputi aspek arsitektur, struktur, hingga mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP) ditelaah secara detail oleh Tenaga Ahli Pengkaji Teknis sebelum nantinya dipaparkan di hadapan Tim Teknis Perencanaan (TTP) maupun Tim Profesi Ahli (TPA).

Plt. Kepala Dinas PUPR Kabupaten Jombang, Imam Bustomi, ST, yang membuka langsung kegiatan tersebut menegaskan bahwa tahapan pra konsultasi bukan sekadar formalitas. Melalui forum ini, berbagai potensi kekurangan dokumen maupun ketidaksesuaian kondisi fisik bangunan hasil survei lapangan dapat diidentifikasi lebih awal.

“Dengan pra konsultasi, perbaikan bisa dilakukan sebelum masuk tahap persetujuan resmi. Ini penting agar tidak terjadi penolakan saat proses verifikasi SLF,” ujarnya.

Rapat turut dihadiri perwakilan BPBD, manajemen RS Bhayangkara, konsultan kajian teknis, serta Tim Profesi Ahli. Diskusi berjalan dinamis, terutama dalam memastikan bahwa bangunan rumah sakit memenuhi standar keselamatan tinggi sebagai fasilitas pelayanan kesehatan yang memiliki fungsi vital.

Beberapa aspek krusial yang menjadi perhatian antara lain sistem proteksi kebakaran, aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, sanitasi, ventilasi, serta keandalan struktur bangunan. Mengingat rumah sakit merupakan bangunan dengan tingkat risiko tinggi, standar kelaikan fungsi harus dipastikan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Selain menjamin aspek keselamatan dan kenyamanan, pra konsultasi ini juga dinilai sebagai strategi efisiensi proses perizinan. Dengan meminimalisir kesalahan teknis dan administratif sejak awal, proses penerbitan SLF diharapkan dapat berjalan lebih cepat dan terukur.

Melalui tahapan ini, seluruh masukan dari Tim Profesi Ahli dan perangkat daerah menjadi bahan penyempurnaan dokumen sebelum diajukan secara resmi ke tahap berikutnya. Harapannya, Sertifikat Laik Fungsi dapat terbit sesuai prosedur dan mendukung optimalisasi layanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Jombang.

Langkah ini sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mengawal mutu bangunan fasilitas publik, terutama sektor kesehatan, agar benar-benar aman, andal, dan layak digunakan. Pungkasnya (vir)

SPPG Cukir 2 Jombang Resmi Diluncurkan, Siap Salurkan Makanan Bergizi Gratis

Jombang, Briannova.or.id – Grand Opening dan launching Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cukir 2 Jombang resmi digelar di Komplek Rumah Dinas PG Tjoekir (Depan Pos 2), Jalan Irian Jaya, Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang,

“Launching dibuka oleh Bapak Camat Diwek ditandai pemotongan pita dan Tumpeng dihadiri oleh petugas BGN, Bapak Danramil, Bapak Kapolsek, Bapak Babinsa, Bapak Babinkamtibmas, para santri dan semua petugas SPPG Cukir 2.,” Hal ini disampaikan oleh Nur Laila Al Andy, Mitra Dapur SPPG Cukir 2 . Minggu (22/2/2026)

“Peresmian SPPG ini menjadi bagian dari implementasi program pemenuhan gizi nasional yang menyasar anak-anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui penyediaan makanan bergizi gratis sesuai standar yang telah ditetapkan. Selain itu juga berharap keberadaan SPPG Cukir 2 mampu membawa nama baik Jombang serta mensukseskan program pemerintah pusat, ” Ujarnya

Ditempat sama Camat Diwek Agus Sholihuddin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas berdirinya SPPG di wilayahnya. Ia menilai kehadiran SPPG merupakan langkah nyata membantu tugas pemerintah dalam pemenuhan gizi masyarakat.

“Kami atas nama Pemerintah Kecamatan Diwek menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya. Ini adalah sesuatu yang luar biasa karena membantu memberikan makanan gratis kepada anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita,” ujarnya.

Namun demikian, Agus menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor agar program berjalan optimal. Ia meminta pihak SPPG tidak alergi untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah desa, puskesmas, dan kecamatan.

“Contohnya jikaKalau terjadi sesuatu hal, misalnya ada kasus keracunan atau kejadian lain di masyarakat, tentu kami juga akan ikut bertanggung jawab. Maka koordinasi itu wajib,” tegasnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya perekrutan tenaga kerja dari masyarakat sekitar guna menjaga kondusivitas lingkungan dan mempererat hubungan sosial. Menurutnya, kenyamanan, keamanan, dan persaudaraan menjadi faktor penting dalam keberlangsungan operasional dapur SPPG.

Tak kalah penting, Agus menekankan pada aspek sanitasi dan pengelolaan sampah. Ia menegaskan agar sanitasi menjadi prioritas utama, sehingga tidak menimbulkan polusi udara atau bau tidak sedap yang dapat meresahkan warga.

“Masalah sampah juga harus dikelola dengan baik, mulai dari bahan masuk hingga sisa distribusi makanan. Jangan sampai menimbulkan dampak di tengah masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala SPPG Cukir 2 yaitu Ihwal Rahmadi, menyampaikan bahwa tanggal 22 Februari 2026 menjadi momentum resmi beroperasinya SPPG Cukir 2. Ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mengawal program tersebut.

“Kami mengundang bapak ibu semua untuk mengawal program dari Bapak Presiden agar bisa sampai kepada anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita untuk mendapatkan gizi sesuai porsinya masing-masing,” katanya.

Senada dengan perwakilan petugas Puskesmas Cukir Mahendra, ia menegaskan bahwa aspek keamanan pangan menjadi perhatian utama sebelum penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Ia juga menjelaskan, penilaian harus mencapai skor minimal 80, jika kurang maka harus dilakukan perbaikan atau remedial.

“Untuk itu Pada tanggal 26 nanti akan diambil 14 item sampel. Sesuai standar Kementerian Kesehatan, tidak boleh tercemar boraks, formalin, metil yellow, dan rhodamin B. Secara bakteriologi tidak boleh mengandung salmonella dan E. coli. Air yang digunakan juga harus memenuhi standar higienis,” jelasnya.

Mahendra menambahkan, jika satu saja dari 14 item tidak memenuhi syarat, maka penerbitan SLHS akan ditunda hingga dilakukan perbaikan. Ia menekankan pentingnya ketelitian agar tidak terjadi kasus keracunan yang justru menjadi boomerang bagi institusi kesehatan.

Perlu diketahui dengan adanya launching SPPG Cukir 2 ini, Pemerintah Kecamatan Diwek berharap program pemenuhan gizi dapat berjalan maksimal, aman, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Jombang, khususnya di wilayah Desa Cukir dan sekitarnya. Pungkasnya (vir)

Recent Posts